Lifestyle Blogger Medan dan Food Blogger Medan

Jumat, 25 Oktober 2019

3 Kegiatan Menguntungkan Bagi Mahasiswa
22.530 Comments
Kegiatan Mahasiswa Menghasilkan
Lifestyle Blogger Medan - Menyandang status sebagai salah satu mahasiswa di Universitas ternama kota Medan, memanglah tidak mudah. Butuh perjuangan dan penantian panjang untuk menyelesaikannya. 

Universitas bukan sekadar menjadi tempat belajar dan mengajar, kalau kamu mau melihatnya dari sudut pandang yang lebih dalam. Tersimpan berbagai pembelajaran, salah satunya belajar menjadi manusia yang pantas dimanusiakan.

Paradigma dan pertanyaan-pertanyaan timbul, kala Gacil masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Kenapa sih, para sarjana itu bisa lulus tapi tidak mendapatkan pekerjaan? Setelah menyandang status mahasiswa, Gacil baru menemukan jawabannya. 

Ternyata, tidak semua mahasiswa itu lulus dengan kredibilitas diri yang sama. Walau status akhirnya mendapatkan gelar yang membanggakan, nyatanya hanya segelintir mahasiswa yang lulus dengan siap menjadi manusia yang dimanusiakan.

Stigma dam pola pikir mematokan kelulusan dengan nilai IPK sempurna, mendoktrin setiap diri mahasiswa untuk menjadi kutu buku. Sehingga enggan mencoba hal-hal baru, pengalaman lapangan atau bergaul di organisasi yang sejalan dengan hobi. 

Parahnya, lebih banyak mahasiswa yang memilih hura-hura, pacaran atau menghabiskan uang orangtua selama semester satu hingga lima. Mendekat semester tujuh, barulah mereka kebingungan menghadapi KKN dan skripsi.

Setiap paragraf ini, terkandung berbagai opini Gacil yang baru menjajali dunia perkuliahan. Saat inilah, melihat bagaimana ragam karakter mahasiswa dan tingkah lakunya. Baiklah, yuk langsung saja kita simak 5 kegiatan menguntungkan bagi mahasiswa selain belajar di kelas!

  • Berorganisasi
Ceritagadiskecil.com
Ceritagadiskecil.com
Tidak lelah dosen pembimbing mengarahkan mahasiswa-nya agar aktif berorganisasi. Nyatanya, segelintir saja yang mau mendengar dan berorganisasi di kampus. Itupun tidak memberikan pengaruh besar terhadap organisasi yang diikutkan.

Apa untungnya berorganisasi? Bukankah hanya menyita waktu dan membuang-buang tenaga. Oh tentu tidak, dulu semasa duduk di bangku sekolah, Gacil sudah mulai menjajal berorganisasi. Saat ini, barulah terasa manfaatnya mulai dari berkembangnya diri, lebih mudah bersosialisasi dan dikenal oleh orang yang satu minat.

  • Menjadi Freelancer
Penulis Artikel SEO Medan
Ceritagadiskecil.com
Betapa asiknya kuliah dengan menghasilkan uang sendiri. Bagaimana caranya? Bukannya waktu sudah tersita dan habis di kuliahan? Apalagi kalau sudah ikut organisasi, mau belajar aja kadang-kadang lupa.

Kuliah di universitas tidak hanya mengajarkan kita tentang teori. Kalau mau memandang dari sudut yang lebih dalam lagi, kuliah dengan berbagai tugas akan mengajarkan kamu cara memanajemen waktu. Bagaimana bisa menyelesaikan banyak tugas sembari bekerja, berorganisasi dan kuliah? Tentu bisa, Gacil merasakan situasi ini.

Mengambil kelas pagi, tidak memutuskan kreativitas Gacil agar bisa terus menulis namun tetap menghasilkan. Caranya sederhana, menjadi seorang freelancer writer. Menulis artikel setiap hari lalu mendapatkan upah dari artikel itu. Lumayan menguntungkan bukan? Kuliah tetap jalan, organisasi juga ikutan, kerja pun bisa dilakukan dimana saja. Come on anak muda, kamu bisa lebih kreatif dari apa yang dilakukan Gacil.

  • Berkompetisi dan Berprestasi
ceritagadiskecil.com
Kemudahan bisa kamu dapatkan saat menjalani pelajaran di kampus, kalau kamu punya prestasi dan sering ikut lomba. Pupuklah diri menjadi seorang yang berjiwa kompetisi yang sportif. Jika perjuanganmu membuahkan prestasi, sangat mudah melangkah kepada hal-hal yang lebih menguntungkan.

Perlombaan dan prestasi bukan semata-mata ingin dibanggakan atau membanggakan. Kegiatan ini sangat berguna bagi kamu seorang mahasiswa, di dunia setelah mendapatkan gelar, kamu akan dihadapkan berbagai kompetisi. Salah satunya, berkompetisi dalam melamar kerja. Jadi, ciptakanlah sebanyak-banyaknya prestasi di bangku kuliah. Sebab, setelah menyandang gelar sarjana, sudah ada fortofolio membanggakan untuk melamar kerja selain IPK.


Jadilah mahasiswa yang memanusiakan diri, bukan menjadi mahasiswa yang membohongi diri dengan nilai sempurna. Bentuk diri menjadi manusia yang serba tau dan serba bisa, walaupun tidak mahir setidaknya ada dasar menyambung cerita.

#ceritagadiskecil
Reading Time:

Rabu, 11 September 2019

Travel Blogger Medan - Berwisata Alam Kekinian di Agrowisata Paloh Naga Hamparan Sawah
02.07 9 Comments

Wisata Terbaru di Sumatera Utara
Travel Blogger Medan - Bicara tentang wisata Sumatera Utara yang terbaru. Gacil alias cerita gadis kecil ingin berbagai pengalaman berwisata di Agrowisata Paloh Naga. Hamparan sawah yang sangat jarang ada di Kota Medan. Di mana sih Agrowisata ini? Berapa harga tiket masuknya ya? Kalau dari kota Medan kira-kira berapa jam? Rutenya seperti apa? Dari pada bertanya-tanya di dalam kepala. Yuk ah, telusuri setiap informasinya di tulisan Gacil kali ini.

Bagaimana Gacil Bisa Menemukan Paloh Naga?

Mungkin sebagian besar masyarakat Sumatera Utara, atau yang tinggal di kota Medan. Sudah tau bahkan berkunjung ke wisata ini. Ya, berdasarkan refrensi dari artikel serupa, agrowisata ini sudah ada sejak tahun 2018. Masih baru banget deh.

Ngeksis di tengah hamparan sawah sembari Riset

Gacil beruntung bisa menemukan wisata kekinian yang bernuansa alam. Awalnya, Gacil hanya ingin mencari persawahan yang di kota Medan, dijadikan sebagai lokasi syuting film pendek, yang akan digarap oleh Gacil dan teman-teman Askara Kreatif.

Eh, yang muncul di pencarian google adalah wisata sawah ini. Bernama Agrowisata Paloh Naga, sudah banyak refrensi foto keren yang beredar dipencarian. Memancing keinginan Gacil berkunjung di sana.

Di mana Agro Wisata Paloh Naga ini Berada?


Berlari mengejar asah haha

Lokasi wisata ini lumayan jauh dari kota Medan. Letaknya, di Jalan P.Naga, Denai Lama, Kabupaten Deli Serdang. Letaknya cukup terpelosok. Tapi, kamu masih bisa sampai loh menggunakan Google Maps.

Berapa Estimasi Waktu Tempuh?

Menggunakan sepeda motor, teman-teman akan menghabiskan waktu tempuh sekitar 1 jam 30 menit dari kota Medan. Lumayan pegal-pegal juga badan dan bokong berlama-lama di perjalanan. Namun, waktu tersebut tidak seberapa dengan pemandangan asri agrowisata-nya.

Rute Perjalanan

Gacil dan Tim Riset dari Askara Kreatif tidak pernah ke wisata ini sebelumnya. Alhasil, mengandalkan google Maps dan bertanya pada orang lain.

Petani memanen Padi di Desa pantai labu

Rute dari kota Medan yang kamu lalui, versi Google Maps dan pengalaman Cerita Gadis Kecil. Dengan bersepeda motor, kami akan melalui daerah Batang Kuis, Tanjung Morawa, saat sampai di dekat tol ke arah Kuala Namu, ada jalan kecil yang bisa kamu lalui, terus menembus Lubuk Pakam, setelah itu akan memasuki pedesaan yang banyak hamparan sawah nan indah.

Pemandangan di pinggir sawah Desa Pantai Labu

Salah satu desa yang dilewati adalah desa di Jalan Pantai Labu. Gacil dan Tim Riset berhenti sejenak di tengah perjalanan, menikmati pemandangan hamparan sawah. Saat itu, ada beberapa petani yang sedang memanen. Tidak lupa pula bertanya pada mereka mengenai jalan yang harus kami lewati berikutnya. Mereka sangat ramah, mengarahkan jalan. 

Kalau kamu tersesat bisa langsung berhenti, jangan malu bertanya nanti nyasar di Jalan. Eh, kalau ada google Maps gak nyasar deh. Eh, nyasar juga deh, simak tulisan sampai habis bagaimana pusingnya berkelana dengan Google Maps.

Harga Tiket


Nuansa di Agrowisata Paloh Naga

Ini selalu menjadi pertanyaan setiap calon pengunjung. Di mana pun lokasi wisatanya, tidak jadi masalah, pertimbangan terbesar adalah tiket masuknya berapa? Yups, berdasarkan pengalaman Gacil kemarin. 

Harga Tiket masuknya itu, Luar biasa.... Luar biasa murah. Hanya Rp.5.000/kereta. Tanpa ada tiket nyata gitu ya, jadi hanya kasih Rp. 5.000 udah bisa masuk. Kalau teman-teman mau irit, bisa tuh satu kereta bawa tiga orang haha. Hanya saja was-was ditilang polisi ya.

Jam Berapa Wisata Ini Buka?


Memotret Nuansa Paloh Naga yang asik

Mulai dari jam 07:00 - 18:00 wib Agrowisata ini dibuka. Mau datang hari apa? Silahkan saja, para warga di sana ramah-tamah loh. Mana tau ada yang mau ikutan riset atau kepo dengan keberadaannya, warga di sana bisa diajak ngobrol santai dan gak galak.

Pengalaman Memusingkan Saat Berpetualang dengan Google Maps!

Tanpa Google Maps kami tidak akan sampai ke Agrowisata Paloh Naga. Lokasinya itu loh, muter-muter buat kepala puyeng. Apalagi si google Maps yang tidak update. Kami sering diarahkan ke jalan buntu, jalan dilarang dan jalan setapak yang sangat terpencil.

Spot foto sekaligus bersanti depinggiran sawah
Misalnya, kemarin kami diarahkan ke jalan terlarang yang dijaga petugas. Lalu, diarahkan jalan buntu yang ujungnya tembok beton, terus yang masih beruntung, Maps mengarahkan kami kejalan setapak. Kanan kiri jalan adalah hamparan sawah dan banyak burung-burung putih berterbangan. Udaranya gila, segerrrrr....

Nyantai di gubuk-gubuk asik deh

Kulinernya Gimana?

Kuliner yang tersedia di sekitaran wisata ini, hanya kuliner biasa saja. Tidak ada kuliner khas daerah Deli Serdang. Kemarin untuk mengisi perut. Gacil dan tim memesan mie goreng dan ifu mie goreng. Minumannya Teh Manis dingin dan Badak khas Kisaran. Totalnya hanya Rp.46.000 porsi kenyang untuk tiga orang. Lumayan hemat dong.

Tertarik ke Agrowisata ini? Yuk Ah ajak-ajak Cerita Garis Kecil. Siaap tau bisa jadi tourgide kamu menunjukan jalan. Haha, biar gak disesatkan oleh Google Maps. Selamat Menjelajahi Teman Wisata.

#ceritagadiskecil
Reading Time:

Rabu, 21 Agustus 2019

Lifestyle Blogger Medan : Film Wedding Agreement Membuatku Ingin Dijodohkan
09.40 12 Comments

Review film wedding agreement


Review Film - Film Wedding Agreement yang berdurasi kurang lebih 100 menit. Saat ini sedang tayang di bioskop dan menjadi refrensi film untuk ibu-ibu. Terlihat dari judulnya yang berarti Perjanjian Pernikahan. Tentu para wanita lah yang ingin menonton.

Setelah menonton film ini, terlintas dibenak Gacil. Kelak Gacil ingin dijodohkan saja! What? Apa yang terjadi sehingga film ini mampu meracuni otak anak berumur sembilan belas tahun?

Sejak mengenyam pendidikan SMK Broadcasting, memaksa Gacil untuk bergelut di dunia per-audio visualan dan belajar banyak hal dari berbagai film. Gacil lebih sering nonton daripada membaca. Dulu, boro-boro ke bioskop, nonton yang bajakan aja gak doyan haha. Ya, kebiasaan itu bisa berubah kapan saja. Termasuk keinginan untuk dijodohkan setelah nonton film Wedding Agreement.

Wedding Agreement Bioskop Suzuya Plaza


Sederhananya, film ini menceritakan seorang wanita yang dinikahkan oleh seorang pria yang telah memiliki pacar. Si pria ini, sangat mencintai pacarnya dan terpaksa menikahi wanita pilihan ibunya, karena sang ibu tervonis kanker stadium. Ya, klasik sih alurnya, mainstream karena di beberapa sinetron sepertinya juga ada yang jalan ceritanya seperti ini.

Awal film disuguhkan dengan suatu hentakan yang luar biasa. Kalau dalam pelajaran alur cerita di kelas film waktu jaman Gacil SMK. Ya, boleh lah. Film diawali dari konflik cerita. Dimana, sang laki-laki menyerahkan perjanjian selama hidup bersama kepada sang istri. Padahal mereka baru menyelesaikan pesta pernikahan. Inti dari perjanjianya, si laki-laki ingin cerai setelah satu tahun dan tidak mau tidur bersama.

Secara logika, mana ada wanita yang tahan dengan perjanjian itu? Lalu film berputar menyuguhkan alur cerita. Dari segi alur, menurutku bisa aja, kadang naik dan kadang turun.

Menyebalkannya dari film ini, setiap adegannya itu gak total gitu sih. Saat sedih ya gak sedih-sedih amat. Saat kejam ya gak terlalu kejam, ketika bahagia ya gitulah. Gacil ini tipe baperan kalau lihat film sedih langsung mewek, tapi di film ini air matanya cuman keluar setengah. Mungkin, karena Gacil belum pernah merasakan bagaimana menikah atau karena memang biasa aja alurnya. But, ini hanya opini Gacil sebagai penonton.

Di balik alur yang biasa saja. Teeselip Pelajaran yang bisa Gacil lahap.

"Menjadilah wanita yang sabar dalam menghadapi situasi. Misalnya, menghadapi suami yang terang-terangan selingkuh"

Kita sebagai wanita berhak meminta cerai setelah mengetahui suami berselingkuh, tapi wanita sabar akan memaafkan suaminya lalu mencoba mengarahkannya, sama-sama kembali ke jalan yang benar. Sebab, Allah Swt sangat membenci perceraian.

Pemeran utama wanita, menampilkan perilaku-perilaku yang sangat Gacil kagumi. Saat, suami tidak menginginkannya. Ia tetap sabar dan berusaha mengambil hati suami. 

Sisa nonton haha alay

Menariknya di film ini, pemeran wanita utama yang digambarkan. Bukan hanya wanita yang baik, penurut dan lemah. Di balik kesabarannya, ada titik dimana sang wanita tegas pada suami yang berlaku sesuka hati. Selain tegas, wanita tersebut juga mandiri, berkarir dan memiliki usaha sukses.

Berkat karakter wanita utama inilah, Gacil semakin yakin apa yang dikatakan mamak.

"Kalau jadi wanita itu harus mandiri dan cerdas, setidaknya kita bisa membantu keadaan keluarga dan menyelamatkan anak, jika suami tidak bisa membiayai rumah tangga. Namun, tidak boleh pula menjadi wanita yang arogan karena sudah menghasilkan"
Lantas, kenapa terlintas dipikiran Gacil, ingin dijodohkan? Sebab, dalam film tersebut sang wanita akhirnya menjadi orang paling beruntung memiliki suami yang dijodohkan untuknya. Ya, mungkin pilihan orang tua lebih baik. Temukan jawaban lengkap setelah menontonnya.

Ada yang sudah nonton? Sharing yuk!

#ceritagadiskecil
Reading Time:

Senin, 12 Agustus 2019

Travel Blogger Medan - Anak Rumahan Melalak ke Hutan Mangrove
07.53 23 Comments
Wisata Mangrove Percut Sei Tuan

Wisata Hutan Mangrove - Malam itu, Gacil sedang asik membalas pesan dari seorang yang menawarkan job menulis artikel motivasi dan bisnis. Di sela balas membalas berujung bernegosiasi. Masuk sebuah pesan baru yang membuat dahi berkerut. Pasalnya, ini pesan dari seseorang yang sudah lama tak berkabar sejak kejadian lalu. Inti pesannya, beliau mengajak Gacil untuk membuat liputan singkat di Hutan Mangrove Percut Sei Tuan.

Menuju Hutan Mangrove

Membaca pesannya, Gacil terhenyak sejenak. Lalu, mengirimkan beberapa kalimat setuju. Gacil suka sesuatu yang baru, dan Hutan Mangrove sepertinya sudah mengijinkan Gacil menelusuri keberadaanya. Kami sepakat untuk meliput di hari Rabu. Beliau menjemputku, tadinya sang istri yang akan membonceng, tapi karena ada urusan, beliau lah yang menjemput.


Oh iya, yang mengajakku ini adalah seseorang yang umurnya hampir sebaya dengan ayahku. Beliau, telah aku anggap sebagai Abang, dulu juga pernah mengajariku tentang berpuisi. Ya, sekitar dua tahunlah aku mengenalnya. Kami sempat tidak berkomunikasi, karena faktor yang tak dapat kuceritakan. Agak terkejut juga saat mendapat pesan darinya. Gacil tau beliau dan guru SMK Gacil dulu, sedang membangun Hutan Mangrove di Percut Sei Tuan sebagai tempat wisata. Dan liputan ini, akan dibawa ke Jakarta katanya.

Singkat cerita, di hari Rabu Gacil berangkat dari rumah bersama beliau. Sekitar setengah jam sampai lah di dusun sebelas, Palu Getah, desa Tanjung Rejo, kecamatan Percut Sei Tuan, kabupaten Deli Serdang. Ini pertama kalinya Gacil menginjak daerah ini, cukup pelosok dan lumayan terpencil. Di sepanjang jalan disuguhi hamparan sawah yang megah. Luar biasa, mata langsung seger lihat yang hijau-hijau.

Hutan Mangrove Percut Sei Tuan ini, rencananya akan dikelola menjadi wisata Bumi Mangrove yang di dalamnya, ada wisata mangrove, pemancingan alam, burung migran dan agro wisata. Pengelolanya pun masyarakat sekitar, terbentuk dalam Kelompok Hutan Tani Bakhti Nyata. Beranggotakan bapak-bapak kreatif yang ikut merawat hutan Mangrove ini.

Liputan Dimulai

Luas hutannya pun bukan main, kurang lebih 120 Hektar. Bayangkan, gimana mengelilingi dan menelusuri hutan ini. Sekitar jam 10 pagi, Gacil memulai liputan. Kalau biasanya Gacil yang jadi reporter, kali ini istri beliau yang menjadi reporternya. Baiklah, Gacil sebagai videografer ecek-ecek ini akan memulai liputan. Pertama memasuki hutan, anak rumahan kek Gacil gini agak takut ya. Takut ada binatang buas dan lain sebagainya, haha. Tapi, Gacil pura-pura cuek aja biar gak diketawain.

Sensasi jembatan hutan mangrove

Subhanallah ciptaan Allah, luar biasa! Berbagai jenis tanaman hidup di hutan ini, yang Gacil tau ada tanaman Berembang, Siapi-api, Tembakau dan banyak lagi jenisnya. Jalan yang dilalui pun masih asik. Namun, ketika sampai di penyebrangan ke daerah hutan lainnya. Gacil dihadapkan dengan titi sederhana, terdiri dari tiga susunan bambu yang diikat. Mau tidak mau, merekam dan berjalan di atas bambu itu. Kalau teman Gacil ada di momen itu, pasti akan terkekeh karena hampir saja tubuh kecil ini meleng dari titi.

Melihat Proses Racikan Makanan Khas Hutan Mangrove

Proses pengambilan gambar berjalan cukup baik. Mengasikkan, jadi tau apa itu mangrove. Tak hanya meneluhsuri hutannya, dalam liputan ini, juga mengambil gambar tentang proses pembuatan makan-makan khas yang diolah oleh masyarakat dari hutan Mangrove. Gila, ini kreatif banget sih. 

Proses pembelahan buah Nipah
Gacil baru tau kalau ada yang namanya buah Nipah. Sebangsa kolang kaling, tapi rasanya seperti kelapa, eh gak juga sih. Tau ah, pokonya baru ini Gacil rasa. Buah Nipah ini, bagus untuk perempuan dan mencegah kanker katanya. Nah, buahnya mau dibuat menjadi sirup Nipah. 

Selai Berembang

Sirup Berembang

Tidak hanya buah Nipah, ada juga buah Berembang. Nantinya, buah ini akan dijadikan selai dan dodol. Buah Berembang sendiri, rasanya asem-asem gitu. Seperti dondong atau mangga muda lah. Pengolahannya pun sederhana, mulai dari pengupasan buah, dirajang, lalu diblender kemudian disaring. Air patinya untuk sirup dan ampasnya untuk selesai atau dodol. Buah ini multifungsi gak ada yang dibuang kecuali kulitnya.

Peyek Jeruju


Peyek Jeruju

Kemudian ada daun renyah yang dapat dibuat menjadi olahan peyek. Daun apa itu? Gacil pun baru tau daun ini. Ya, ini hasil dari hutan Mangrove. Namanya daun Jeruju, daun yang bisa dibuat menjadi peyek jeruju. Prosesnya pun sederhana, hanya memakan waktu yang lumayan lama. Daun jerujui dibuang dari durinya, lalu direbus dengan abu sekam untuk membuang kadar asin, kemudian dicuci, dirembus lagi sampai tiga kali. Terakhir tinggal digoreng deh. Rasanya renyah dan gurih, lebih enak dari peyek bayam. 

Menikmati Si Puting Beliung


Pusing atau si Pitung Beliung

Sembari nyantai menikmati angin semilir. Udara panas tapi tak terasa panas, pasalnya di ujung hutan ini, terdapat selat malaka. Di sela menunggu prose pembuatan makanan khas Hutan Mangrove ini, Gacil dan bapak-bapak serta ibu-ibu yang ngumpul, mencicipi Pasung atau siput laut. Ada pula yang menyebutkan binatang laut ini, sebagai Puting Beliung. Ahaha, lucu ya namanya.

Si Pasung tadi, digoreng gitu saja sama si ibunya. Terus Gacil cicipi sedikit. Luar biasa, enak banget coy. Rasanya itu, kayak kerang tapi lebih kenyal, manis dan gurih-gurih enyoi. Katanya, satu kilo aja, 12 ribu gitu. Kalau teman Gacil mau, bisa cobain dan jangan lupa ajak Gacil.

Satu persatu gambar yang harus diambil pun selesai direkam. Kemudian, Gacil dan bapak-bapak serta ibu-ibunya lanjut perjalanan ke tempat Membatik Batik Mangrove. Menilik sejenak, proses membatiknya. 


Siapa yang pengen menelusuri hutan Mangrove ini? Biar bareng-bareng kita! Sekianlah cerita anak rumahan yang menelusuri hutan mangrove. Seru, tapi setelahnya badan pegal-pegal juga. Kelihatan kali jarang melalak ke alam. Yoklah kita melalak, haha.

Reading Time:

Sabtu, 27 Juli 2019

Trevel Blogger Medan - Taman Wisata Danau Siombak Wisata Kuliner Alam di Medan
09.24 3 Comments
Jalan-Jalan di Tempat Wisata Medan yuk!

Taman Wisata Danau Siombak

Taman Wisata Danau Siombak

Travel Blogger Medan - Bahagianya bisa ke Taman Wisata Danau Siombak wisata kunier alam di Medan. Bicara soal kota Medan, kalian pasti tau betapa asiknya jalan-jalan di kota Medan. Tidak sekadar kulinernya yang maknyus, tapi tempat wisata medan itu loh yang bikin hati senang. Kali ini, ceritagadiskecil.com berkesempatan berkunjung di salah satu wisata medan, Taman Wisata Danau Siombak. Kira-kira pengalaman seru apa yang bisa didapat dari mengunjungi tempat wisata ini ya? Penasaran, yuk kita jelajahi bareng!

Menikmati udara di pinggir Taman Wisata Danau Siombak


Lokasi Wisata

Teman-teman Gacil tentu masih ada yang belum tau dimana lokasi, wisata yang satu ini. Ya, kalau dibandingkan dengan Danau Toba, Taman Wisata Danau Siombak ini memang tidak terlalu dikenal. Namun, untuk mengenalnya kalian bisa ke main-main ke daerah Medan Marelan. Nah, lokasi pasnya itu di Jl. Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan. Kalian bisa melintasi dari Marelan Pasar Lima, setelah itu di pinggir jalan akan ada gapura dengan tulisan 'Danau Siombak'. Masuk deh ke jalan di dalam Gapura, tidak sampai lima menit kalian akan memasuki tempat wisata. Saat menuju wisatanya, kanan dan kiri akan disajikan deretan tambak ikan, tak jarang juga di ada yang memancing loh.

Bonceng bareng adek yok! Haha


Masuknya Berapa?

Taman Wisata Danau Siombak ini buka tidak hanya hari libur, hari senin hingga minggu tetap buka loh. Lalu, berapa ya masuk ke tempat wisata ini? Setiap hari, harga masuknya per orang Rp. 10.000 dengan fasilitas tiket masuk, teh botol dan gratis parkir. Cukup rekomended nih buat kalian yang ada di sekitaran Medan Marelan, Belawan, Martubung dan lainnya. Ketika lagi bokek tapi ingin menikmati udara segar dengan pemandangan danaunya, mampir aja ke sini ajak teman, keluarga, atau kalau ada pacar. Eh, suami atau istri aja bawa bahaya kalau pacar haha.

Masih menunggu ya menunggu

Ada Apa Aja di Wisatanya?

Selain suasana alam, alir semilir yang mondar mandir, ada juga spot-spot cantik dan tempat nongkrong santai. Di hari Sabtu dan Minggu, di sini juga sering ada live musik yang bisa dinikmati, lalu untuk anak-anak ada lokasi kolam renang di dalamnya, ada juga ayunan untuk bersantai. Kalau saran Gacil, teman-teman ke wisata ini lebih baik di jam-jam sebelas pagi, suasana masih happy banget buat nyantai, kalau sudah sore, pengunjung semakin ramai. Dan kalau siang hari ke sini, jangan takut panas meski terik, cahaya matahari tidak menyengat ditumbuh, entah kenapa mungkin karena di pinggir danau ya. 

Menariknya, di sini ada seperti both yang bisa kamu sewa untuk mengelilingi danaunya. Bisa jadi alternatif kamu dan keluarga untuk menikmati danau sekelilingnya. Kalau sudah lelah berkeliling, ada juga pondok-pondok kecil yang kamu singgahi dengan menyewa beberapa ribu saja. Bisa digunakan sekitar lima sampai delapan orang dewasa. Makan siang juga bisa memesan di kuliner sekitar danau, ada ikan bakar, nasi goreng, es kelapa atau jus jeruk yang segar.

Happy banget akunya

Kenapa Harus Taman Wisata Danau Siombak?

Menurut Gacil kenapa sih? Kalian harus pernah ke tempat wisata ini? Pertama, harga masuknya cukup rekomended untuk yang lagi nunggu gajian. kedua, jika kamu di sekitara Medan Marelan, Martubung atau rumpunan Medan Deli, wisata ini salah satu wisata terdekat di Medan yang gak perlu jauh-jauh kamu datangi. Ketiga, Nuansanya masih asri. Walau belum memiliki banyak wahana yang berbeda, di sini kamu bisa berselfie ria dengan spot cantiknya. Ketiga,  selain menjadi tempat wisata, siapa tau kamu punya rencana menikah dengan si dia dalam dekat ini. Taman wisata danau siombak juga menyediakan jasa lokasi untuk prewedding dan wedding outdoor di halaman terbuka. Tertarik?

Share pengalaman menarik kamu, mengunjungi tempat wisata di Medan yuk!

Reading Time:

Rabu, 24 April 2019

Lifestyle Blogger Medan - WHO ARE YOU? DRAMA KOREA BUKAN SEKADAR CINTA
02.33 81 Comments
Who Are You Drana Korea

Uhuk... Bicara soal film atau drama korea. Jujur aja, Gacil tak terlalu fanatik dengan negeri gingseng ini, lebih suka negeri sakura. Drama Korea yang pernah Gacil tonton itu cuman ada dua, Dream Hight dan Naughty Kiss. Kedua karya visual yang ajib. Dari segi visual, cerita, pesan dan alurnya cakep deh. Selain kedua karya visual itu Gacil gak pernah nonton Drama Korea.

Beberapa hari yang lalu, ketika play song lagu korea karya Jonghyun Shinee di youtube. Berjudul "Lonely" lagu yang paling Gacil suka setelah kabar kematian Jonghyun Shinee karena depresi lalu bunuh diri . Tidak sengaja ketemu lagu "RESET dengan video klip yang bisa membuat air mata Gacil netes gitu aja. Meski gak tau arti lagunya, Gacil pengen nangis aja. Nah, penasaran langsung search Drama Korea dari lagu RESET itu. Ketemu deh walau rada susah nyarinya.

Pemeran ceweknya mirip Gacil ka we..

Drama Korea dari lagu RESET itu ternyata 'WHO ARE YOU After School 2015' Drama Korea dengan 16 Episod. Satu-satunya Drama Korea yang bisa buat Gacil nagis dari awal episode sampai akhir episode berturut-turut. Kepala pusing karena air mata gak mau berhenti, mata bengkak terus diketawain adek, dada sesak pengen teriak kencang, kepikiran sepanjang hari, bahkan selalu kebayang akan apa yang ada di karya visual itu. Astaga, saat ini ketika Gacil menuliskanya untuk kalian, karya visual itu terus membayangi pikiran.

Gacil bukan tipe orang yang mudah jatuh hati pada sebuah film. Tapi, kalau udah satu film yang ngenak banget di hati. Pasti bakal teringat sampai kapanpun, misalnya seperti Dream Hight, film yang buat Gacil keep spirit, mempercayai bahwa apapun mimpi itu pasti akan nyata. Nah, kali ini begitu juga dengan film 'Who Are You ' ini. Gacil belajar banyak hal. Gacil percaya bahwa hidup ini seperti roda berputar, yang di bawah akan segera berada di atas, begitu sebaliknya.

Tidak seperti Drama Korea yang diceritakan teman-teman K-Pop Gacil. Kebanyakan pada baper soal romance-nya. Tapi, di Drama Korea 'Who Are You' ini, Gacil belajar tentang, mimpi, kehidupan, orang tua, guru, teman, cinta, perngorbanan, perjuangan dan keberanian dalam kebenaran. Hampir seluruh aspek kehidupan ada di Drama ini. Lalu, apa yang buat Gacil sampai begitu semangatnya, begitu sedihnya ketika nonton Drama ini? Ya, cerita dan alur yang luar biasa, pesan kehidupan yang membuat Gacil berpikir ulang tentang apa yang telah terjadi dalam kehidupan Gacil. Dalam review ini, tidak ada sinopsis, teman-teman bisa lihat sinopsisnya di google.

Ketika menuliskannya saja, air mata ini tetap aja netes. Ntahlah, kenapa begitu cengengnya Gacil jadi manusia. Cus aja download Drama Korea ini kalau pada mau nonton. Klik link Berikut ----------> Drama Korea Who Are You After School 2015

Adakah film yang begitu ngenak di hati teman-teman? Sharing yok di kolom komentar.

#Ceritagadiskecil
Reading Time:

Minggu, 07 April 2019

Lifestyle Blogger Medan - Hati-Hati dengan Hati
22.27 155 Comments
Hanya Menulis yang bisa membuatku lupa tentang hati yang luka

.Sejak kemarin ingin sekali Gacil tulis tentang hal ini. Meluapkan seluruh rasa menjadi sebuah tulisan. Menjadi sebuah pembelajaran untuk kita semua. Berhati-hati dalam bersikap, berbicara dan bertanggung jawab atas segala sesuatunya. Tidak usah panjang lebar, Gacil ingin memulainya dari sebuah rasa ketidak adilan.

Memang Hanya Sebuah Nama

Nama memanglah hanya sebuah nama, namun nama adalah doa dari kedua orang tua yang dititipkan Allah, karena-Nya lah aku lahir di dunia ini. Diberi nama dan tumbuh menjadi besar. Nama asliku Peny Eriska, dalam menulis aku lebih suka dengan penulisan Venny Eriska. Kenapa? Karena ada trauma yang tak pernah kuceritakan kecuali sama mamak dan ayah. Entah kenapa, sejak membaca sebuah buku tentang terorisme, ingin sekali kubagikan dalam tulisan ini, hanya sebagai sebuah curhatan saja.

Sejak SD, SMP dan bahkan SMK aku tumbuh dengan rasa dan merasa tidak ada keadilan di lingkungan sekitar. Entah aku yang terlalu lebay, tapi itulah yang kualami. Entah berapa banyak dari mereka yang pernah hadir dalam hidupku meninggalkan luka, dan berbekas sampai saat ini. Entah berapa banyak luka yang sudah membekas. Aku lebih memilih diam, diam dan terus diam. Pada satu titik, aku tidak ingin diam.

Mulai dari hal kecil, nama PENY menjadi bully-an banyak orang. Entah apa yang ada dipikiran orang-orang itu. Hingga mereka melesatkan nama pemberian orang tuaku ini, menjadi sesuatu hal yang hina. Sering mereka memelesatkannya menjadi "PENIS" . Biarkan kali ini, aku menulis dengan kalimat frontal. Sudah tak tahan lagi dengan apa yang terjadi, hal sehina itu mereka sebutkan untuk memanggilku. Aku diam, bahkan mencoba acuh, tapi sampai saat ini, dan puncaknya ketika aku mengikuti sebuah workshop selama empat hari.

Di dalam kegiatan yang katanya, memahami pancasila, memahami toleransi, kedamaian dan entah apalah itu, yang membuatku semakin tak percaya adanya keadilan dan toleransi. Di sana, mungkin aku terlihat baik-baik saja. Namun, satu hal yang membuat aku merasa jijik berada di sana, ketika sebagain peserta lelaki yang melesetkan namaku menjadi PENIS, alat kelamin laki-laki yang tak selazimya disebutkan seperti itu. Pantaskah mereka? Orang-orang berpendidikkan, lebih dewasa dan kuanggap memiliki etika melakukan hal yang sama? Membuka lukaku kembali di masa SD, SMP dan SMK.

Hal yang kusesali, kenapa selalu saja dipertemukan dengan orang-orang seperti mereka? Orang-orang yang katanya tamatan sarjana, punya wawasan ini dan itu. Bahkan untuk menjaga hati orang lain dari hal kecil saja tidak bisa?

"Eh, kau dikenal sama kalangan anak cowok, namamu itu tambahin S," ujar salah satu peserta saat itu. Ingat, sangat ingat. Ingin sekali kucabekan muncungnya saat itu, aku masih diam.

Namun, saat kegiatan selesai, aku gak bisa diam saja. Aku utarakan, bertanya dan didengar seluruh peserta. "Bagaimana tanggapan kalian, jika dalam suatu kegiatan tentang toleransi, pancasila dan lain sebagainya. Masih saja ada yang melakukan bully nama?" lontarku dengan rasa marah yang memuncak. Tapi apa? Aku hanya ditertawakan, bahkan di antara mereka ada yang nyeletuk "Alah pengalaman dianya itu. Nama dianya tuh," namun tak ada satu pun panitia atau penyelenggara yang menengahi hal ini.

Aku tau, mungkin ini terlalu lebay bagi mereka. Aku masih ingat siapa orang-orangnya. Dendam? Ya! Ingin membalas? Tidak! Aku percaya, Allah akan membalasnya. Aku hanya ingin berbagi apa yang kurasakan. Tolong! siapapun kamu dengan siapapun kamu berbicara, apapun itu. Plis jangan pernah menyakitkan hati orang lain. Hati-Hati Dengan Hati. Terorisme dapat terjadi, salah satunya karena rasa sakit hati. Jangan pernah menumbuhkan benih dendam, amarah dan sakit di hati orang lain.  Its okey mungkin ini sudah takdir Allah. Sudah jadi jalanku selalu direndahkan.

#Ceritagadiskecil
Reading Time:

Jumat, 29 Maret 2019

Lifestyle Blogger Medan - Membiarkan Diri di Pojok Literrasi  'FINANCIAL TECHNOLOGY YANG RAMAH BAGI MILLENIAL'
01.14 14 Comments


Pilihan selalu hadir dalam kehidupan kita. Tergantung kitanya gimana, memprioritaskan yang mana dulu. Harus pandai-pandai mendahulukan suatu hal lah.
Gacil di Pojok Literasi
Beberapa hari yang lalu, 21 Maret 2019. Gacil memutuskan untuk ijin kerja dan membiarkan diri, hadir di acara  Pojok Literasi dari Direktorat Jendral Informasi dan Komunikas Publik atau singkatnya @djikp . Ketika dapat undangan dari @bloggercrony , terus pas baca undangannya, Gacil lihat ada kata MILLENIAL di tema acaranya. Gacil yang notabe-nya seorang anak yang tumbuh di jaman Milenial. Langsung terpanggil untuk ikutan . Dalam hati "Diijinkan atau gak diijinkan mangkir dari kerjaan. Gua harus ikutan nih.Alhamdullilah, untungnya diijinkan dari kerjaan.


Sekitara jam dua belas siang. Gacil udah sampai di Caffe Potret Medan. Tempat acara berlangsung. Gilak! udah banyak peserta lainnya yang hadir. Rata-rata adalah anak Milenial. Yaiyalah, inikan acara anak Milenial. Nah, sebenarnya Pojok Literasi 'Financial Technology' ini acara apa sih? Kuy! Baca sampai selesai ya. Kalau ada yang baca gak sampe selesai, ntar calon istri atau calon suaminya dapat yang brewokan dan jorok loh. Haha (Ketawa jahat).

Mengenal Pojok Literasi 'Financial Technology' Ramah Bagi Milenial


pembukaan acara
Teman-teman Gacil yang baik hati, acara Pojok Literasi Fintech ini, pertama kalinya diadakan, terus yang dipilih Kota Medan loh. Anak Medan mana suaranya? Patut bergembira dan berbangga hati kita, karena Medan cukup dilirik untuk kegiatan-kegiatan yang berkualitas. Sama seperti acara Pojok Literasi Fintech atau Financial Technolog ini. Kegiatan yang diadakan untuk meningkatkan literasi keuangan melalui diseminasi informasi positif kepada seluruh lapisan masyarakat

Nah, Melalui Instruksi Presiden (Inpres) No. 9 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, khususnya Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, ditunjuk untuk memegang tanggung jawab sebagai pelaksana diseminasi dan edukasi tersebut melalui seluruh saluran komunikasi yang tersedia. 

Jadi, teman-teman Gacil, Strategi yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik itu, ya melalui kegiatan creative talks, mengajak  anak muda atau millenial kek Gacil inilah, menjadikan sebagai sebuah forum untuk mengembangkan wawasan, meningkatkan pemahaman kita, terhadap pemanfaatan financial technology atau gampangnya itu Fintech. Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informasi, menyelenggarakan kegiatan Pojok Literasi dalam bentuk creative talks dengan tema “Financial Technology yang Ramah bagi Millenial.

Kira-kira begitulah teman-teman, kenapa hadir acara ini. Sampai-sampai Gacil kehebohan untuk datang. Jarang-jarang loh, kita bisa mendapatkan ilmu langsung dari sumbernya. Di acara ini, kita bisa belajar dan bertanya langsung sama narasumber terpercaya seperti Ibu Septriana Tangkary seorang Direktur IKPM Kemenkeminfo, lalu ada Ibu Rosita Niken Widyastuti yang merupakan Sekretaris Jendral Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, kemudian ada Ibu Sondang Martha Samosir Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Bidang, Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terus ada Kak Melvin Mumpuni CFP, anak muda yang sudah menjadi Founder plus CEO aplikasi finansialku.com

Seluruh acara dimoderator-in sama Kakak kece yang ngudang Gacil, Kak Wardah Fajri dari Bloggercrony, akrabnya dipanggil Kak Wawa, sayang, kemarin belum sempat foto bareng. Pasti, banyak deh yang belum tau apa itu OJK dan fungsinya!! Tenang-tenang. Gacil bakal sharing kok, apa yang Gacil dapatka kemarin.

Sharing Pertama dari Ibu Rosita Niken Widyastuti


Live music
Acara santai ini dimulai sekitar pukul 14:00 wib. Benar-benar nyantailah! Pasalnya, tidak langsung mendengarkan ilmu dari pembicara. Millenial yang hadir, bisa santai sejenak mendengarkan live musik sambil nyemil snack yang sudah dihidangkan. Ketika para pemateri telah hadir, semua antusias memposisikan diri, duduk di tempat yang paling nyaman, kebetulan Gacil duduk paling depan, jadi bisa lihat dengan jelas wajah-wajah wanita sukses hehe. Sebelum acara mulai, semua dipandu untuk menyanyikan lagu Indonesia raya, berdoa dan pembukaan dari Ibu Septriana Tangkary seorang Direktur IKPM Kemenkeminfo.



Materi pertama dari Ibu Niken
Lanjut ke daging materinya, kek bakso aja yakan pake daging haha. Maksudnya, inti materi pertama dari Ibu Niken yang Gacil tangkep. Sharing pertama, hal baru yang bisa didapat dari Ibu Niken, Era Digitalisasi, pemerintah membantu Petani untuk go online. Petani bisa menaikkan harga melalui market place. Dengan cara menghindari pengepul. Nelayan go online. Lalu, ada juga 1000 startup. Di jaman serba digital ini, tentunya sudah kita rasakan sendiri ya teman-teman, coba deh sehari aja gak megang handphone, pasti kelinteran, kebingungan yakan? Nah, di jaman digital ini juga. Ibu Niken, mengajak kita betapa pentingnya menyimpan uang secara digital, khususnya kaum Milenial nih. Tentunya dengan pengetahuan yang luas ya mengenai Fintech atau Financial Technology ini.

Terus, Ibu Niken juga sharing nih, Keminfo tahun ini dengan digital 4.0, membutuhkan SDM yang memiliki kemampuan digital. Oleh karena itu, Keminfo menyediakan beasiswa untuk 20000 Millenial melalui Digital Talenta Scholarship 2019 yang akan dibuka pada bulan April ini. Siap-siap daftar gengs... pantengin aja website-nya keminfo. Karena di tahun 2018, pemerintah hanya menyediakan 1000 beasiswa dari 46000 Millenial yang sudah daftar.
 
Sharing Kedua dari Ibu
Sondang Martha Samosir dari OJK


Materi kedua dari Ibu Sondang
Sharing kedua ini, Ibu Sondang mengajak kita untuk mengenal terlebih dahulu apa sih itu OJK atau Otoritas Jasa Keuangan? Nah, Ibu Sondang menjelaskan bahwa OJK itu, tugasnya MENGATUR, MENGAWASI dan MELINDUNGI INDUSTRI JASA KEUANGAN. Seperti Perbank-an, perusahaan pasar modal dan industri keuangan non perbank-an dan Fintech. Apa sih yang OJK Lindungi? Nah,  yang dilindungi adalah semua konsumen yang menggunakan jasa keuangan, tentunya dari lembaga yang sudah terdaftar atau terlindungi oleh OJK ya. Bukan, lembaga keuangan yang ilegal ya. 

Terus gimana cara kita bisa bedakan Fintech yang terdaftar dan dilindungi oleh OJK, dengan lembaga Fintech yang tidak dilindungi, Gacil? Caranya gampang, cek aja langsung ke websit-nye OJK yaitu, www.konsumen.ojk.go.id, kalau gak punya paket buat cek website, minimal punya pulsalah untuk terhubung dengan OJK dengan cara telpon ke 157. Nah, Ibu Sondang memaparkan, saat ini terdapat 99 Fintech Lending yang sudah terdaftar di OJK, di antaranya 95 ada di Jabodetabek, 1 di Bandung, 1 di Lampung dan ada 2 di Surabaya.

Hal paling penting adalah tentang ini "Ketika ada orang tua kita yang ingin melakukan peminjaman di suatu lembaga. Kita harus arahkan orang tua kita. Tanya, apakah lembaga peminjaman tersebut sudah terdaftar atau belum di OJK". Jika kita atau orang tua kita belum tau apakah lembaga tersebut sudah terdaftar di OJK. Kita bisa gampang ceknya di website konsumen.ojk.go.id atau ojk.go.id atau juga telpon ke 157 gampangkan? Kenapa kita harus tau lembaga tersebut sudah terdaftar atau belum di OJK. Ya, jika nyatanya lembaga keuangan tersebut belum terdaftar, lalu ada terjadi masalah dengan uang kita, maka kita tidak bisa dapat perlindungan dari OJK.

Ibu Sondang juga mengatakan, OJK tidak punya otoritas untuk memberantas lembaga fintech yang ilegal. Karena itu merupakan ranah polisi. Namun, data yang diucapkan dari Ibu Niken, Keminfo sudah memblokir 211 website Fintech Ilegal.

Terakhir, Ibu Sondang membagikan resep keuangan untuk kita. Resepnya hampir sama yang ada di Buku Kerja Bukan untuk Uang yang gacil tulis, hihi. Kira-kira begini resepnya!
Jika kita punya uang atau gaji, maka 10% untuk keperluan darurat, 20% untuk tabungan, 30% untuk hutang jika ada dan 40% untuk biaya sehari-hari. So, menabung itu kewajiban, bukan menyisihkan jika ada sisa uang. Oke teman-teman?

Sharing Ketiga dari Kak Melvin Founder dan CEO Muda Nan Tampan  @finansialku_com
Materi ketiga dari Kak Melvin
Kak Melvin sharing tentang awal ia membangun finansialku.com teman-teman, Inspirasi yang bisa didapat dari kakak tampan ini, ia membangun financialku.com berawal dari tesis, ia dulunya juga sorang blogger. 
 
Tiga point sharing yang diberikan oleh kak Melvin ini :
1. Perencanaan Keuangan
2. Inklusi keuangan
3. Literasi keuangan

Keberadaan Kak Melvin inilah, membuktikan bahwa kedepannya digital terus meluas. Dan kita sebagai Milenial memiliki peluang yang besar di bidang digital, Bisa seperti Kak Melvin, yang telah memulai startup dalam Financial Technology. Suatu hal yang menjanjikan bukan? Bisa jadi, beberapa tahun ke depan, semua masyarakat akan menyimpan uang secara digital, aman dan praktis. tanpa harus melipat-lipat uang terus di masukkan kecelengan gambar ayam.  Kalau teman-teman mau tau lebih lanjut perencanaan keuangan. Bukan peminjaman keuangan yak... Langsung DM aja kak Melvin. Atau yang mau view blognya semakin naik bisa juga loh tanya-tanya ke instagramnya @Melvin_mumpuni . 



Sesi terakhir foto bersama pemateri dan moderator
Ya, begitulah sekilas kegiatan Gacil beberapa hari yang lalu. Semoga, teman-teman yang belum berkesempatan hadir, setidaknya tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan Literasi kita mengenai Financial Technology ya teman-teman. Hemm, kira-kira Gacil cocok gak ya jadi startup? Hihi...

#Ceritagadiskecil
Reading Time:

Sabtu, 02 Februari 2019

Lifestyle Blogger Medan - 4 Hal Yang Membuat Sebuah Komunitas Mati Suri Versi Cerita Gadis Kecil
19.59 14 Comments

Lifestyle Blogger Medan - Moshi...Moshi.... Sesekali nyapa teman Gacil dengan bahasa Jepang tak apa ya. Tulisan kali ini, Gacil mau berbagi sedikit pengalaman Gacil dalam berorganisasi ataupun berkomunitas. Beberapa komunitas yang pernah Gacil jajali yaitu, komunitas Film Medan Art of Cinemathogragraphy, Fisabilillah Production, Teenages Pictures. Kemudian komunitas literasi seperti Melek Media, FLP Medan dan Blogger Sumut. Lalu, organisasi kepemudaan Karang Taruna kota Medan.


Di antara komunitas dan organisasi tersebut, Gacil masih aktif hanya di FLP Medan dan Blogger Sumut. Kemudian, saat flashback ke beberapa komunitas ataupun Organisasi yang telah Gacil tinggalkan. Terbesit dipikiran Gacil. Apa ya yang membuat Sebuah Komunitas Mati Suri? Bahasa sederhananya 'Bubar atau Vakum'. Berikut 5 hal yang menjadi penyebabnya versi Cerita Gadis Kecil .

1. Semangat di Awal

Awal kali berkomunitas mengenal Medan Art Of Cinemathography

      Membuat sebuah komunitas memang sangat mudah, namun membangunnya belum tentu semua bisa. Ya, awal kali sebuah komunitas dibentuk, tentulah ada persamaan hobi maupun tujuan. Banyak rencana dan visi misi yang ingin diwujudkan. Namun, tidak semua yang dibicarakan terniatkan dalam hati. Jadinya, hanya semangat di awal saja.Ini hal sederhana membuat Sebuah Komunitas Mati Suri,

2. Terlalu Banyak Pemimpin

Forum Lingkar Pena Medan komunitas asik yang tidak mengekang dan erat persaudaraannya

       Sepatutnya dalam suatu organisasi atau komunitas, ada satu orang pemimpin yang dapat memandu, mengarahkan kemana arah organisasi/komunitas berlaju. Namun, pada nyatanya, penyebab mati surinya sebuah komunitas, disebabkan karena banyaknya orang yang ingin menjadi pemimpin, banyak orang yang ingin berkuasa dan banyak pengaruh-pengaruh yang tak sejalan. Sehingga arah laju organisasi atau komunitas, memiliki jalan yang bercabang. Ujung-ujungnya terjadi pertengkaran dan bubar.

3. Berkelompok-Kelompok

Pertama kalinya, ikut organisasi di Lingkungan sekitar rumah. Karang Taruna Medan

      Selain terlalu banyak yang ingin menjadi pemimpin di dalam sebuah komunitas atau organisasi. Berkelompok di dalam sebuah kelompok pun sering terjadi. Saling menceritakan teman sekomunitas atau seorganisasinya di belakang. Sehingga kekompak-kan pun tidak terjalin lagi. Si A dan Si B saling menjatuhkan padahal satu komunitas. Ada kelompok yang pro dengan si A ada juga kelompok yang pro dengan si B.

4. Memiliki Aktivitas Masing-Masing

Saat ini, hanya bergabung di Blogger Sumut, FLP Medan dan Karang Taruna

    Aktivitas individu yang ada di dalam komunitas atau organisasi tersebut. Sangat besar pengaruhnya terhadap bertahannya sebuah komunitas. Jika hari pertama pertemuan di dalam komunita. Maka, akan terlihat begitu banyak anggota dan keakraban. Jika sudah pertemuan kelima dan keenam. Bisa jadi, hanya ketuanya saja yang hadir, atau tidak pernah ada pertemuan karena bentroknya jadwal antar individu.

Bagaimana menurut teman Gacil? Apa yang membuat 'Mati Suri' sebuah komunitas atau organisasi?

#Ceritagadiskecil






Reading Time:

@way2themes