ceritagadiskecil.com - Blogger Medan Sumut

Senin, 04 Januari 2021

Lifestyle Blogger Medan – Awas Terjebak Hoax Subsidi Kuota Internet Gratis!
08.41 21 Comments

 

Hoax Kfc McD dan Kuota Gratis


LifestyleBlogger Medan – Akhir-akhir ini, kembali muncul fenomena pesan berantai berisikan Subsidi Kuota Belajar atau Internet gratis dari pemerintah. Informasi yang mengaku-ngaku bersumber dari pemerintah tersebut, sengaja memberikan link akses dengan dalih jika mengaksesnya akan mendapatkan subsidi kuota gratis di awal tahun 2021 ini. Berikut pesan berantai yang beredar.


Subsi Kuota Belajar 75 GB Pemerintah
Pesan Hoax Kuota Gratis

Jika menemukan pesan seperti itu atau bernada serup, ada baiknya untuk tidak mengakses link dan juga tidak membagikannya. Ya, berbagi memanglah perilaku yang terpuji. Namun, jika hal yang dibagikan adalah kebohongan yang menjebak dan membuat rugi orang lain, sungguh sangatlah tidak terpuji.


Padahal, jika mau lebih kritis lagi, link yang tertera tidak menggunakan domain professional seperti website pemerintah lainnya. Jika domain atau ujung linknya tidak menggunakan ‘.com’ atau ‘.co.id’ lima puluh persen bisa jadi link tersebut hoax atau tidak benar. Terlebih kota internet dari pemerintah, tidak melalui link namun langsung diberikan ke nomor penerima.


Minimnya pengetahuan dan daya pikir kritis, fenomena yang terjadi dari tahun ke tahun terus saja terulang. Hingga sampai saat ini, tanpa sadar pesan berantai yang menyesatkan itu terus bergulir dari individu ke individu bahkan dari grup ke grup. Lebih mirisnya lagi, kalangan terdidik seperti mahasiswa, pelajar bahkan pengajar ikut menyebarkannya link yang tidak diketahui siapa sumbernya, bisa saja link berbahaya.


Ketika mengakses link tersebut dengan harapan mendapat kuota gratis, jangan sampai menyesal karena bisa jadi melalui link tersebut data pribadi di dalam ponsel bisa disadap dan disalah gunakan. Misalnya, bisa saja data m-banking atau sms banking sehingga tabungan dapat dikuras habis. Hal ini hampir sama seperti berita yang tengah hangat tentang drone atau seaglider yang diduga berasal dari China, bisa saja menjadi alat membahayakan begitu pula dengan link berdalih memberikan kuota gratis padahal ingin mencuri data.

Giveaway Snack KFC Gratis
Pesan Hoax Giveaway Snack Gratis dari KFC

Tidak hanya pesan berantai beriming-imingkan kuota gratis, di tahun 2019 akhir juga sempat marak pesan berantai makan gratis dari brand ternama seperti McD hingga KFC. Jika, ada yang teliti dan mengamatinya pesan tersebut bukanlah hoax baru, namun sudah sangat lama. Tapi tetap saja tersebar kembali. Melihat situasi ini, menandakan bahwa kita masih rentan dikibuli alias kena hoax.


Cara Cerdas Membedakan Antara Hoax dengan Fakta


Bagi yang tidak ingin terjebak dan membagikan hoax. Gacil ingin berbagi cara sederhana dan cerdas dalam memilah antara Hoax dan Fakta, cek it out!

1. Jangan membiasakan jari jemari mudah membagikan pesan atau berita, padahal belum membacanya hingga selesai.

2. Amati isi berita atau pesan, jika ada mengandung kata ‘Gratis’ dan diminta mengakses suatu alamat website atau link, ada baiknya jangan tergiur.

3. Biasakan mengecek kebenaran melalui google. Caranya sederhana, copy paste isi pesan yang dirasa mencurigakan ke kolom pencarian google, kemudian tambahkan kata ‘hoax’ atau penipuan’.

4. Lihatlah hasil pencarian yang direkomendasikan google, biasanya di halaman terdepan akan muncul website kominfo.go.id dan trunbackhoax.id jika pesan atau berita yang diragukan benar-benar hoax.

5. Biasakan diri untuk berpikir kritis, tidak malas mencari kebenaran dan membaca pesan secara utuh sebelum membagikan ke orang lain.


Baca juga:  Belanja dan Makan Enak Gak Perlu Pakai Uang!


Hati-hati dalam bermedia sosial, jangan sampai menjadi bagian dari orang-orang yang membuat keresahan ya.


#Ceritagadiskecil




Reading Time:

Minggu, 03 Januari 2021

Lifestyle Blogger Medan - Opini Konten Viral Membuat Orang Jadi 'Gila'
07.510 Comments

 

Cara Sukses Membuat Konten Viral
Cerita Gadis Kecil - Opini Konten Viral Membuat Orang Jadi 'Gila'

Lifestyle Blogger Medan - Setiap harinya jagat media sosial, tidak lepas dari konten-konten viral. Unggahan berupa video maupun foto dikonsumsi sebagian besar pengguna karena dianggap menarik, unik, aneh ataupun ekstream. Apalagi di masa pandemi Covid-19, masyarakat lebih intens menggunakan media sosial daripada masa sebelumnya. Sayangnya, konten viral yang sering beredar tersebut berisikan hal-hal negatif, bahkan terkesan disengaja agar bisa viral.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat sepanjang tahun 2019 terdapat 430.000 aduan konten negatif sedangkan pada Juni 2020 terdapat 6.349 aduan. Angka ini terus bergerak secara masif selama masyarakat terus menggunakan media sosial tanpa memiliki pengetahuan literasi digital, etika bermedia sosial hingga aturan-aturan hukum mengenai digital yang berlaku.

Tidak jarang, sebagian besar konten viral di media sosial harus berujung dan berurusan dengan hukum. Melihat kondisi ini, ada banyak hal persoalan yang muncul dan perlu ditangani dengan serius, mulai dari minimnya etika bermedia sosial hingga aturan hukum siber yang dianggap masih lemah. Tidak sedikit pelaku pembuat atau penyebar konten viral negatif dengan mudah lepas dari jerat hukum kemudian hanya mengunggah video permintaan maaf kepada publik setelah apa yang diperbuat. Kondisi seperti itu sering terjadi sehingga membentuk mindset warganet dan beranggapan tindakan negatif di dunia maya adalah hal wajar. Minimnya pengetahuan literasi, etika bermedia sosial dan lemahnya penegakkan hukum siber melahirkan konten-konten viral negatif.


Konten Nagatif Lebih Mudah Viral

Lantas mengapa konten negatif lebih mudah viral? Jika kita mempelajari dari berbagai kasus konten viral negatif yang telah terjadi, terdapat respon yang berlebihan dari pengguna lainnya sehingga menjadikan sebuah konten negatif tersebut mudah viral dan bereliweran di jagat media sosial. Menurut psikologi, pada dasarnya otak manusia lebih mudah menangkap dan mengingat hal negatif daripada positif. Sama halnya dengan sebuah pepatah bahwa kebaikan seribu kali akan dilupakan dengan satu kali kesalahan. Indikasi tersebutlah yang dimanfaatkan pelaku konten negatif untuk mencapai berbagai tujuan mulai dari ingin populer, panjat sosial, mencari sensasi hingga menambah followers.

Respon berlebihan dari warganet menjadi salah satu faktor yang mengundang orang-orang berpikir instan untuk mencapai popularitas. Hal ini diamati dari berbagai kasus konten negatif viral, warganet berbondong-bondong mengikuti akun media sosial pelaku dan berkomentar negatif hingga akun pelaku menjadi populer dengan ribuan bahkan jutaan followers. Setelah banyak followers, ada berbagai keuntungan yang bisa didapatkan pelaku, mulai dari penghasilan melalui endorse hingga diundang stasiun televisi.

Keuntungan tersesbutlah yang dimanfaatkan pelaku sehingga berpikir jangka pendek serta merasa akan mudah lepas dari jerat hukum. Tanpa sadar, respon berlebihan dari pengguna telah mendorong munculnya konten negatif lainnya untuk viral. Sebagai pengguna media sosial, alangkah baiknya menanggapi konten-konten viral dengan sewajarnya sehingga tidak akan ada keuntungan yang didapat si pelaku. Berkomentarlah sewajarnya, jangan sampai berkomentar dengan nada kebencian apalagi menghilang keluarga dan sanak saudara pelaku konten negatif tersebut.


Kasus Konten Negatif yang Viral

Menilik kembali beberapa kasus konten viral negatif yang membuat heboh jagat maya. Dimulai dari kasus Youtubers sampah, tindakan yang dilakukan konten kreator negatif ini mengundang amarah dan keresahan warganet di bulan Ramadhan lalu. Konten berbagi sembako yang berisikan sampah mengharuskannya berhadapan dengan hukum. Namun, pada akhir kasusnya sang kreator dinyatakan bebas dan mengunggah video permintaan maaf. Lepas dari kasus yang dihadapi, nama Youtuber ini sudah terlanjur melekat di pikiran masyarakat. Popularitasnya semakin naik dan followersnya bertambah, tidak sedikit pula brand-brand ternama memanfaatkannya untuk media promosi.

Tidak berhenti pada konten negatif sembako sampah, konten viral negatif lainnya pun silih berganti mengisi media massa. Akhir-akhir ini, konten viral berdurasi singkat dua puluh sembilan detik merekam ibu-ibu menggunting bendera merah putih, motif pelaku adalah ingin membuat anaknya yang disabilitas jerah karena selalu membawa bendera kemana-mana. Motif yang terdengar kurang masuk akal, walaupun resmi terancam hukuman penjara lima tahun dan atau denda lima ratus juta, kasus seperti ini menggambarkan bahwa Indonesia darurat moral dan norma. Demi bisa viral di media sosial, bendera sebagai simbol negara pun tega dijadikan bahan lelucon.

Berbicara tentang bendera merah putih, kasus konten viral negatif yang lebih keji terjadi kembali. Masih dalam durasi singkat, konten tersebut sangat menghina sang pusaka. Bendera merah putih dibakar, dicuci dengan air kaskus hingga gambar presiden dan wakil presiden dicoret dan diinjak-injak. Jika kasus-kasus serupa terus terjadi dan lolos dari jerat hukum, maka ke depannya orang-orang akan melakukan banyak hal yang lebih gila demi popularitas di jagat maya.


Mari Berpikir Waras

Kini, siapa saja, tidak memandang umur dan jabatan bisa mengakses media sosial. Dilansir dari Katadata, Indonesia dinobatkan sebagai negara keempat pengguna media sosial terbanyak di dunia pada tahun 2019. Belajar dari berbagai fenomena konten negatif viral, sudah saatnya pemerintah dan masyarakat lebih serius menanggapi kasus-kasus ini agar konten ‘sampah’ tidak mudah viral dan berlalu lalang di dunia maya. Jika media sosial terus dibanjiri secara masif konten tidak mendidik, bisa memberikan contoh yang tidak baik kepada generasi muda. Kalau generasinya sudah terlalu banyak melihat hal negatif, akan sulit negara ini bisa menjadi negara maju.

Tidak hanya pemerintah, masyarakat khususnya orangtua perlu memberikan edukasi dan mendampingi anak secara ketat dalam bersosial media. Hal tersebut bisa menjadi langkah sederhana namun tetap efektif dalam mengawal perilaku digital anak. Peran religius pun harus perkuat agar anak-anak yang masih labil dalam berpikir tidak melakukan tindakan gegabah di media sosial. Kekompakan pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam hal membanjiri media sosial dengan gerakan konten positif.

Pemerintah juga harus menggali lebih jauh lagi sistem hukum siber agar pelaku konten viral negatif jerah dan menjadi pelajaran bagi masyarakat lainnya untuk bertindak. Konsisten dalam menegakkan aturan yang berlaku pun sangat diperlukan agar masyarakat tidak menganggap sepele hukum. Selain itu, rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai etika bermedia sosial perlu ditingkatkan.

Baca juga: 3 Cara Tetap Produktif Berkarya Meskipun  Kesibukan Melanda!

Gerakan memberi edukasi hukum siber kepada masyarakat perlu dapat dijadikan langkah mencegah konten negatif. Misalnya pelatihan dari organisasi ke organisasi, komunitas ke komunitas hingga rumah ke rumah. Kemudian, diperlukan pembentukan satgas khusus dari kalangan muda untuk memberikan edukasi etika bermedia sosial dan ancaman-ancaman hukum yang bisa menjerat. Setidaknya, dengan langkah tersebut konten viral negatif bisa diminimalisirkan dari jangkauan penduduk Indonesia. 

#Ceritagadiskecil

Reading Time:

Sabtu, 12 Desember 2020

Lifestyle Blogger Medan: Lika-Liku Menjadi KPPS Pilkada Tahun 2020 Mulai Dari APD Hingga Aplikasi Sirekap
03.290 Comments
Tugas KPPS Indonesia
Ceritagadiskecil - Pengalaman Menjadi KPPS

Lifestyle Blogger Medan - Lika-Liku Lika-Liku Menjadi KPPS Pilkada Tahun 2020 di Tengah Pandemi Covid-19 mulai dari tugas hingga Gajinya.


Pilkada tahun 2020 telah berhasil dilaksanakan pada Rabu, 9 Desember 2020. Kini seluruh masyarakat sedang menunggu pengumuman resmi nama-nama pemimpinya. Quick count Pilkada masih terus berjalan, memberikan angin segar bagi calon yang unggul pada quick count namun tidak mematahkan semangat  bagi calon yang angka perolehannya jauh di bawah harapan.


Kali ini, Gacil gak ingin bahas politik dan sebagainya. Melalui blog yang hampir tiga bulan tak terurus ini. Gacil ingin berbagi kisah atau ya semacam pengalaman menjadi bagian dari KPPS atau Kelompok Penyelnggara Pemungutan Suara pada Pilkada di tahun ini. Ada banyak hal yang asing bagi Gacil, sebab sistemnya sedikit berbeda dari Pemilu tahun 2019.


Bagaimana KPPS Melaksanakan Tugasnya di Tengah Pandemi?


Sekadar informasi, ini kali kedua Gacil menjadi Anggota 2 di KPPS yang tugasnya menulis surat suara, menyalin hasil pleno atau perhitungan suara dan sebagainya. Anggota 2 KPPS bisa disebut juga sebagai Sekretaris 1 Ketua KPPS. Tugas yang harus dituntaskan memanglah tidak seberat pada Pemilu tahun 2019. Sebab, tahun ini hanya mengurus satu kotak suara dengan dua calon. Sedangkan  saat Pemilu tahun lalu, banyak sekali surat suara yang diurus mulai dari Presiden, DPR RI, DPRD I, DPRD II dan DPD. Bukan main banyaknya sampai subuh baru selesai.


Pilkada tahun 2020 ini, memang tidak banyak menulis surat suara dan menyalin hasil, namun KPPS harus terbiasa menggunakan APD dan Aplikasi Sirekap yang baru saja diluncurkan oleh KPU. Belum lagi resiko terpapar yang harus dihadapi, meski menggunakan APD tidakah menjamin terhindar dari virus. 


Berbicara soal APD, Setiap TPS dan KPPS mendapatkan Alat Perlindungan Diri (APD) dari pemerintah. Apa saja yang diberikan? Menurut Gacil cukup lengkap, untuk seluruh KPPS disediakan masker medis, face sheild hingga sarung tangan medis. APD tersebutlah yang harus digunakan oleh seluruh KPPS, selain itu tersedia juga Asmat untuk bagian pengamanan. Baju tersebut harus digunakan Limas (Pengaman TPS) apabila ada pemilih yang pingsan dan memiliki gejala covid-19.


Perlengkapam tidak hanya untuk KPPS saja, TPS juga diberikan perlengkapan khusus mulai dari bilik suara khusus bagi pemilih yang suhunya di atas 37 drajat, penetes tinta karena sistemnya tidak lagi dicelupkan, tempat cuci tangan, tissu, handsanitaizer hingga disenfektan untuk mensterilkan TPS. Kemudian, ada juga sarung tangan plastik untuk para pemilih.


Segala perlengkapan yang disediakan cukup memberikan rasa aman bagi KPPS dan Pemilih, namun tidak menjadin keduanya terhindar dari pandemi. Pasalnya di beberapa media tersebar informasi bahwa hampir 900 KPPS terdeteksi positif virus. Allahualam, semoga para petugas lainnya diberikan kesehatan dan perlindungan dari Covid-19.


Bagaimana dengan Gaji atau Honor KKPS?


Ditengah kondisi yang tidak biasa ini, KPPS mendapatkan honor yang lebih tinggi. Melihat risiko yang harus dihadapi. Gaji yang diterima KKPS mulai dari Rp. 500.000 hingga Rp. 1.000.000, angka ini tentunya tidak sama di daerah atau TPS lain, ada berbagai perbedaan, namun perkiraannya begitulah.


Baca juga: Mengenal Kehidupan Gelap dari 'Kertas Hitam' Karya Aru Armando


Nah, bagaiman dengan aplikasi Sirekap? Inilah yang menarik pada pengalaman menjadi KPPS di Pilkada 2020 ini. Ets, tapi tahan dulu ya bahas aplikasi Sirekap ini. Soalnya bakalan panjang. Kita sambung lagi nanti ya. Kawan Gacil yang punya pengalaman serupa bisa sharing dong di kolom komentar.

Reading Time:

Senin, 13 Juli 2020

Lifestyle Blogger Medan: Mengenal Kehidupan Gelap dari 'Kertas Hitam' Karya Aru Armando
06.44 15 Comments
Novel Detektif
Novel Kertas Hitam - Ceritagadiskecil.com
Sebuah operasi menjelang pemilu bekerja dengan senyap. Perebutan Kekuasaan Bukan Harga Murah.

Lifestyle Blogger Medan - Yoo... Apa kabar pembaca Budiman? Sudah lama Gacil tidak bersua di blog ini. Rindu ngobrol-in soal buku, langsung aja kenalan dengan si putih berjudul hitam 241 halaman.

Kertas Hitam merupakan buah karya dari Aru Armando, penulis baru tapi sudah bisa memikat. Lewat bukunya berjudul Sang Pewarta. Gacil yang jarang kali beli buku secara daring, akhirnya ngotot mau beli karya kedua penulis yang juga anggota KPPU RI tersebut.

Tidak kalah dari buku yang pertama, Kertas Hitam cukup memikat Gacil. Pergulatan tentang kehidupan di balik kewarasan, membuat gacil hampir tidak waras membacanya. Bahasanya mudah dicerna, tapi alurnya berakhir tidak terduga. Ya, Gacil tangkap dari akhir cerita Tomi, tokoh utama dari 'Sang Pewarta' dan 'Kertas Hitam' akan ada cerita selanjutnya.

Berbeda dengan buku Sang Pewarta, di Kertas Hitam opening-nya cukup warming untuk anak di bawah 17 tahun. Setiap narasi-nya, terutama di bagian awal bikin jantung deg-deg ser. Pertengahan alur, sebelum klimaks perasaan jadi campur aduk tegang gak jelas. Intinya, nama Tomi mulai nyumpel di pikiran. Kagum dengan Idealisme, Ambisius dan Logikanya si Tomi.

Ya, jelaslah. Tomi sang tokoh utama inikan seorang jurnalis handal bidang hukum yang berhasil mengungkap kasus besar walaupun tak tuntas. Di balik kesuksesan penulis memperkenalkan dan memukau Gacil tentang dunia 'gelap'. Menurut Gacil, buku ini konfliknya tidak segereget Sang Pewarta.

Konflik-konflik yang disajikan belum begitu membakar pikiran. Mungkin, kurang related dengan kehidupan Gacil. Namun, di balik itu semua ini buku sangat rekomended daripada sekadar novel percintaan yang bucin. Rasanya, remaja patut baca. Perlu tau bahwa hidup bukan tentang si dia. Ada sisi gelap dan terang dalam hidup ini, jadi perlu hati-hati.

Oh iya, ulasan ini tidak diendorse sama sekali. Gacil akan ceritakan buku yang melekat di hati, jadi ini jujur sejujurnya. Kelengkapan sinopsis dan identitas buku. Sengaja tidak dicantumkan, biar kamu langsung koleksi bukunya.

Pembaca yang budiman. Kalau sudah baca buku ini boleh sharing-sharing ya di kolom komentar.
Reading Time:

Senin, 04 Mei 2020

Lifestyle Blogger Medan - Soekarno: Perempuan Tiang Negara!
19.36 9 Comments
Pengertian Perempuan dan Kata-Kata Perempuan
Cerita Gadis Kecil - Soekarno: Perempuan Tiang Negara

Kata Perempuan - Perempuan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memilik arti sebagai orang yang mempunyai puki, dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak dan menyusui. Pengertian perempuan dalam kamus nasional ini pun diikuti dengan konotasi yang negatif, misalnya seperti jahat, geladak, jalang hingga lacur.

Tidak ada yang salah dari definisinya, namun mengapa definisi perempuan secara nasional terkesan rendahan? Begitu kontras dengan penggalan kalimat dari presiden pertama Republik Indonesia.

Dr. Ir. H. Soekarno yang kita kenal dengan sapaan Bung Karno mengatakan bahwa ‘Perempuan Tiang Negara’. Tiga kata itu dapat kita artikan dari sudut pandang masing-masing, tentunya konotasi kata perempuan lebih baik daripada yang tertera di kamus besar itu.

Jika berbicara perempuan Indonesia maka tidak akan lepas dari satu nama pahlawan. Ya, Ibu Raden Ayu Kartini atau biasa kita kenal Ibu Kartini. Perempuan kelahiran Jawa yang memperjuangkan pendidikan perempuan di Indonesia. Gerakannya dikenal sebagai emansipasi wanita, surat menyuratnya kepada sesama wanita pun dikenal dalam sebuah karya berjudul ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’.

Raden Ayu Kartini bukan satu-satunya perempuan yang menyuarakan pendidikan pada kala itu, namun ialah yang terkenal begitu vokal terhadap gerakannya. Sejak gagasan Ibu Kartini, perempuan di Indonesia mendapatkan peran dan fasilitas yang sama dalam pendidikan.

Walaupun, saat ini masih saja ada orangtua yang membeda-bedakan antara anak perempuan dan laki-laki perihal menuntut ilmu. Katanya, “Perempuan kan ujung-ujungnya di dapur saja, tidak usahlah tinggi-tinggi bersekolah.”.

Sungguh sulit mengubah pola pikir orangtua yang masih berpikiran demikian, sebab budaya patriarki telah menjadi ciri khas di negeri ini. Laki-laki selalu mendominasi dan pemegang kekuasaan utama termasuk dalam bidang pendidikan.

Lantas apakah peran perempuan bagi pendidikan? Apakah kaum yang selalu dianggap lemah dan di pandang sebelah mata itu memiliki peran yang vokal dalam kemajuan pendidikan khususnya di Indonesia?

Menilik kembali pada penggalan kalimat dari Bung Karno. Sekilas membaca kalimatnya, dapat dipahami bahwa begitu besar peran perempuan bagi suatu negara. Salah satu faktor majunya suatu negara yaitu pendidikan.

Jika perempuan sebagai tiang negara, artinya peran perempuan sanagat berpengaruh pada kualitas pendidikan. “Ketika anda mendidik seorang perempuan sama artinya, anda mendidik pelurus generasi bangsa.”

Peran sederhana lainnya, sebagian besar orang bahkan para laki-laki tentu setuju bahwa perempuan kelak menikah dan mengemban tanggungjawab menjadi ibu. Sosok ibu bukanlah tugas yang mudah, ia dituntut untuk mendidik anak-anak dan menuntun suaminya.

Ibu sebagai madrasah pertama harus cerdas dalam membimbing. Di sinilah peran pendidikan akan terlihat, sebelum anak-anak masuk ke sekolah maka tugas ibu mengajarkan hal-hal dasar pandanya.

Ketika seorang anak kesulitan dalam menuntaskan tugas-tugas sekolah, maka ibulah yang sering ditanya untuk membantunya. Apabila seorang suami bingung memutuskan suatu pilihan, istrilah yang iku membantu memberi masukan.

Seorang anak yang cerdas dan pandai tidak lepas dari campur tangan seorang perempuan yang telaten dalam mengajarkan banyak hal. Begitu pula seorang suami yang sukses, tidak lepas dari dukungan sang istri. Tanpa pendidikan mempuni, seorang ibu tidak akan mampu mendidik anaknya menjadi cerdas, seroang istri tidak dapat mendampingi suaminya dengan baik.

Bahkan, di dalam agama islam telah dikatakan, pendidikan begitu penting, tidak memandang perempuan atau laki-laki. Wajar saja, jika dahulu emansipasi wanita terjadi dan memberikan pendidikan yang adil di negeri ini.

Apabila perempuan belum menjadi seorang ibu, maka pendidikan akan membantunya melaksanakan tugas seorang kakak. Di dalam keluarga, peran perempuan dituntut serba bisa mulai dari memasak, membereskan pekerjaan rumah, membantu adiknya hingga tidak jarang menjadi punggung keluarga.

Seorang anak perempuan yang mendapatkan pendidikan layak, maka mudah mengenyam tugasnya sebagai seorang anak dan kakak. Bayangkan, jika pendidikan hanya teruntuk laki-laki bagaimana perempuan dapat mengenyam tugas-tugasnya?

Peran perempuan juga dapat dilihat dari fenomena pandemi akhir-akhir ini. Lihatlah, berapa banyak perempuan yang berjuang di garda terakhir Covid-19? Tidak sedikit yang meninggalkan keluarga, mempertaruhkan nyawa dan merelakan berpisah dari anaknya demi bangsa dan negara.


Bayangkan saja, apa jadinya jika tidak ada peran perempuan di sana? Telaten merawat pasien-pasien yang sedang terbaring lemah? Indonesia masih bisa optimis dengan adanya perempuan berpendidikan yang merelakan jiwa raga demi kembalinya kondisi negara.

Bung Karno melalui kata-katanya telah memperjalas, hubungan antara perempuan dan pendidikan. Banyak hal lagi dapat dijadikan contoh peran-peran perempuan dalam bidang keilmuan. Tidak dapat dijelaskan satu persatu, namun realitasnya dapat dilihat dan dirasakan oleh seluruh penjuru negeri.

Mulai dari Soekarno hingga Raden Ayu Kartini telah memberikan pesan tersirat betapa besar tanggungjawab perempuan di bidang pendidikan. Oleh karena itu, kita sebagai perempuan harus benar-benar mengemban amanah yang telah dibebankan baik dari lingkungan sekitar hingga sang Maha Pencipta.

Jika Kamus Besar Bahasa Indonesia masih memandang perempuan dengan konotasi rendah, mari buktikan bahwa kaum yang disebut-sebut feminisme bisa bergerak membangun pendidikan di negeri merah putih lebih maju lagi.

#ceritagadiskecil
Reading Time:

Kamis, 19 Maret 2020

Lifestyle Blogger Medan: Menjelang Pilkada Serentak 2020 Peran Bawaslu Jangan Sampai Ambyar
05.37 9 Comments
Peran Bawaslu dalam Pilkada Serentak 2020
Lifestyle Blogger Medan - Peran Penyelenggara Pemiliu Bawaslu dalam Pilkada Serentak - Usai melaksanakan Pemilihan Umum pada 21 Mei 2019, tidak terasa seluruh masyarakat Indonesia akan kembali menghadapi pesta demokrasi di tahun 2020. Keriuhan yang masih segar di ingatan, tidak boleh segera dienyahkan demi menyongsong pesta politik yang sama pentingnya dalam Pemilihan Kepada Daerah secara serentak, penyelenggaraanya akan dilangsungkan beberapa bulan lagi. Persiapan demi persiapan perlu disiapkan betul, evaluasi yang dilakukan besar-besaran saat pemilihan tahun lalu seharusnya menjadi modal berharga bagi seluruh stakeholder bisa menyelenggarkan pemilihan dengan lebih baik lagi.

Pilkada serentak dilakukan pertama kali pada tahun 2015 merupakan bagian dari sistem pemilu lima kotak yaitu kotak untuk Presiden/wakil Presiden, anggota DPD, anggota DPR, anggota DPRD Provinsi hingga anggota DPRD Kabupaten maupun Kota1.

Berdasarkan penjelasan ketua KPU Arief Budiman melalui detiknews2, Pilkada serentak akan diselenggarakan pada tanggal 23 September 2020 karena sesuai dengan isi Undang-Undang 10 Tahun 2016 Pasal 201 ayat 6, menyatakan Pilkda dilakukan pada bulan September, sedangkan tanggal 23 dipilih untuk menghindari kesamaan angka pada nomor urut calon. Pertanyaannya, mengapa Pilkada dilakukan secara serentak?

Jadwal Pilkada Serentak 2020
Tujuan dilakukannya Pilkada secara serentak menurut ketua KPU Arief Budiman dilansir dari covesia news3 yaitu meningkatkan efisiensi dan efektivitas anggaran dalam penyelenggaraannya, petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan mengerjakan pemungutan suara Wali Kota dan Bupati sekaligus dalam pelaksanaannya hingga menciptakan iklim demokrasi di tengah masyarakat. Namun, berdasarkan data dari berbagai sumber, anggaran Pilkada Serentak ini malah mengalami pembengkakan di setiap tahunnya, seperti yang tertera pada grafis berikut!

Peningkatan Anggaran Pilkada Serentak 2020
Demi tercapainya pemilihan yang demokratis dan jurdil pada Pilkada serentak 2020, banyak hal yang harus disoroti masyarakat 270 dearah di Indonesia. Salah satunya kita sebagai generasi Millennials yang punya banyak kepentingan di masa depan, memastikan kualitas kepala daerah dalam beberapa tahun ke depan berada di tangan yang tepat. Itu sebabnya, ikut andil mengawasi dan mendukung secara kritis dan konstruktif, rajin menyumbang gagasan maupun ide kepada seluruh elemen penyelenggaraan menjadi keniscayaan. Lewat tulisan ini, penulis bermaksud untuk mengkolaborasi peran-peran yang bisa dimainkan oleh salah satu lembaga pengawas pemilu, BAWASLU dengan terlebih dahulu mengevaluasi beberapa kinerja terdahulu dari satu instrumen politik yang tidak kalah penting ini.

Sebelum mengkolaborasinya lembaga pengawasan ini lebih jauh, ada baiknya, kita terlebih dahulu memahami seperti apa peran-peran lembaga yang ikut andil dalam proses pemilihan ini. Terdapat tiga lembaga yang tak asing di telinga dan saling terkait dalam proses pemilihan yaitu KPU, Bawaslu dan DKPP. Ketiganya bagaikan Ibu, Ayah dan Anak yang memiliki peran dan fungsi berkaitan untuk mensukseskan berjalannya Pilkada Serentak di Indonesia.

3 Lembaga Penting dalam Pilkada Serentak 2020
Ketiga lembaga tersebut amatlah penting, namun yang perlu kita soroti lebih ketat dalam kesempatan kali ini adalah Bawaslu. Mengapa harus Bawaslu? Sebab pengawasan terhadap terselenggaranya Pilkada Serentak berada di tangan kuasa Bawaslu. Bayangkan, apabila Bawaslu gagal dalam menjalankan perannya, maka asas-asas keadilan Pilkada Serentak dengan sendirinya ikut tercederai. Pilkada serentak akan menjadi momen yang krusial. Bawaslu hanyalah sekelompok orang yang terbentuk dalam suatu lembaga, mengemban tugas dan wewenang yang diatur dalam Undang-Undang nomor 7 Tahun 2017. Mereka tetaplah manusia yang bisa saja lalai.

Beberapa kelalaian Bawaslu dapat kita rasakan, mulai dari penjelasan Nasrullah selaku Pimpinan Bawaslu RI pada tahun 2013, menyebutkan terdapat kekacauan DPT atau Daftar Pemilih Tetap yang disebabkan buruknya pendataan kependudukan4. Selanjutnya, di tahun 2018 menurut penuturan Abhan selaku ketua Bawaslu melalui Alinea.id, terdapat peningkatan jumlah pelanggaran pada Pilkada serentak dari tahun-tahun sebelumnya dan pemilih di masing-masing daerah yang menyelenggarakan Pilkada terhitung rendah5.

Kemudian, masih di tahun 2018 pada Pilkada Serentak di kabupaten Bogor. Panwaslu mendapatkan sanksi teguran keras dari Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) terkait pelanggaran kode etik. Panwaslu dianggap tidak serius dalam menindak lanjuti hasil persidangan DKPP RI yaitu persoalan jumlah DPT Kabupaten Bogor yang dianggap merugikan paslon ‘JADI’6. Selain itu, Bawaslu di tahun 2018 telah meloloskan mantan napi korupsi untuk mencalonkan diri sebagai calon legislatif. Kekecewaan atas keputusan Bawaslu itu, diungkap oleh pengamat politik Ray dari Lingkar Madani. Menurutnya, keputusan Bawaslu meloloskan mantan napi korupsi ini telah mengabaikan PKPU Nomor 20 tahun 2018 Pasal 4 ayat 3 yang menyatakan bakal calon legislatif bukanlah mantan terpidana korupsi. Menelaah setiap jejak Bawaslu yang kurang baik, maka tugas kitalah mengawalnya7.

Menilik kembali awal pembentukan Bawaslu untuk menolak lupa bahwa lembaga ini dibentuk melalui perdebatan Dikisahkan bahwa saat pasca kejatuhan rezim baru, keberadaan lembaga pengawas pemilu kerap diperdebatkan. Terdapat pihak-pihak yang mendukung bahwa lembaga pengawas pemilu sangat diperlukan (Suswantoro, 2016: 3). Ada pula pihak yang menganggap lembaga pengawas pemilu tidak perlu karena setiap kali pemilu tidak memberikan hasil apa-apa. Sehingga Pemilu pada tahun 1999 dan 2004, lembaga ini masih disebut Panwaslu yang bersifat sementara lalu berjalannya waktu lembaga ini disahkan secara permanen dan dinamai Bawaslu8.

Apakah lembaga yang dulunya hanya ditetapkan sementara ini berfungsi dan berjalan dengan baik di masa ini? Mari kita lihat bagaimana peran dan wewenang yang dibebankan kepada Bawaslu. 9Dilansir dari situs Bawaslu terdapat beberapa tugas yang harus dijalankan lembaga ini.

Pertama, menyusun standar tata laksana pengawasan penyelenggara pemilu di setiap angkatan. Ini artinya Bawaslu bertanggungjawab terhadap penyusunan standar pemilu yang akan dirancang oleh KPU sebagai penyelenggara pemilu di setiap tingkat. Kedua, melakukan pencegahan dan bertindak terhadap pelanggaran pemilu dan sengketa proses pemilu. Contoh sengketa pemilu ini terjadi pada Caleg partai Bulan Bintang di tahun 2018, yaitu gugatan sengketa pendaftaran calon legislatif dari Partai Bulan Bintang, namun sengketa ini berhasil dituntaskan dengan melakukan mediasi dan faktanya sengketa pencoretan terjadi karena Caleg Partai Bulan Bintang tidak memenuhi syarat administrasi dan terlambat melakukan pengajuan.

Ketiga, Bawaslu bereperan mengawasi persiapan penyelenggaran pemilu mulai dari perencanaan jadwal tahapan pemilu hingga menetapkan hasil pemilu. Keempat, mengawasi netralisasi aparatur negara seperti sipil, TNI, dan Kepolisian. Kelima, mengawasi pelaksanaan keputusan-keputusan baik dari DKPP hingga pejabat yang berwenang. Keenam, menyampaikan dugaan pelanggaran kode etik kepada DKPP. Ketujuh, menyampaikan dugaan tindakan pidana Pemilu kepada Gakkumdu. Kedelapan, mengelola, memelihara dan merawat arsip. Kesembilan, mengevaluasi pengawasan pemilu. Kesepuluh, mengawasi pelaksanaan peraturan KPU hingga terakhir yang kesebelas adalah melaksanakan tugas lain sesuai dengan peraturan Undang-Undang.

Menelaah peran Bawaslu di atas, coba amati secara kritis. Bagaimana menurut pandangan dan pengetahuan kamu sebagai generasi Millennials? Apakah Bawaslu sebagai Komisi Pengawasan Pemilu sudah benar-benar mengawal setiap pemilihan di negeri ini dengan maksimal?

Berdasarkan situs Bawaslu terdapat informasi terkait kinerja lembaga ini yang dinyatakan mulai membaik. Berdasarkan apa indikasinya? Ya, Ketua Bawaslu Abhan menilai peran Bawaslu semakin membaik, dilihat dari turunya jumlah Pemohon Perselisihan Hasil Pemilu (PHPU) tahun 2019 ke Mahkama Konstitusi (MK) dibandingkan tahun 2014. Lantas, hanya berbekal indikasi tersebut, peran yang dijalankan oleh Bawslu dinyatakan semakin membaik? Bagaimana dengan kasus-kasus terjadinya kematian pada ratusan petugas KPU? Kerusuhan yang terjadi pada peristiwa 21-22 Mei 2019 yang menewaskan dan jatuhnya korban? Kemudian, kasus hilangnya ribuan surat suara di Cirebon pada Pilkada Serentak tahun 2018? Bukankah Bawaslu juga memiliki peran untuk mewujudkan pemilihan yang aman, damai dan tentram?

Kasus meninggalnya ratusan petugas KPU, menjadi pembelajaran bagi kita agar lebih ketat mengawasi setiap kebijakan Bawaslu dalam mengawasi KPU. Pasalnya, petugas KPU yang meninggal dunia diduga karena kelelahan dan juga faktor usia. Hal ini tentunya menjadi catatan buruk bagi Bawaslu yang kurang tanggap dalam memantau KPU. Sehingga terjadinya persiapan SDM yang tidak matang di dalam proses pemilu 2019. Lantas, pengawasan seperti apa yang dilakukan Bawaslu? Mengapa Bawaslu tidak lebih teliti dalam hal ini? Jika sudah berjatuhan korban jiwa sedemikian rupa, siapakah yang patut ditunjuk sebagai penanggung jawab?

Mengamati peristiwa kerusuhan yang terjadi pada 21-22 Mei 2019 yang menelan korban jiwa dan korban luka-luka. Apakah Bawaslu telah melaksanakan tugasnya untuk memastikan Pemilu berjalan dengan aman, damai dan tentram? Tentu perlu kita tinjau ulang jika kinerja Bawaslu saat ini sudah semakin baik. Sebab, terdapat beberapa aspek yang masih perlu dibenahi bersama.

Dimanakah Peran Bawaslu?
Pemilihan Umum memang telah berlalu namun suasana dan kasus-kasus yang terjadi pada saat itu masih melekat di dalam ingatan kita. Wajar saja, jika kita sebagai warga negara merasakan cemas akan Pilkada Serentak 2020 yang diselenggarakan beberapa bulan lagi. Tidak ada yang menginginkan kasus-kasus pada Pemilu 2019 terjadi kembali pada Pilkada serentak 2020. Terlebih Pilkada serentak tahun ini membutuhkan banyak sumber daya manusia, waktu, tenaga, pikiran dan hal lainnya yang dapat menimbulkan risiko-risiko. Oleh karena itu, Bawaslu tidak boleh ambyar dalam melaksanakan peran-perannya perlu fokus yang ekstra agar mencapai hasil yang maksimal di Pilkada serentak kali ini.

Kembali berkaca pada Pilkada tahun 2018, terdapat sejumlah masalah yang masih terjadi. Berdasarkan data dari ICW Peneliti Divisi Hukum Politik yaitu adanya Candidacy Bullying atau jual beli pencalonan antara kandidat dan partai politik11. Tidak hanya itu, muncul pula nama-nama calon bermasalah seperti mantan narapidana dan kasus korupsi. Selanjutnya, terdapat calon tunggal di sejumlah daerah. Politik uang pun masih terus terjadi hingga suap kepada penyelenggara pemilu masih menjadi masalah. Beberapa polemik yang terjadi pada Pilkada tahun 2018 seharunya sangat diharapkan tidak lagi terjadi di Pilkada serentak tahun 2020.

Diharapkan peran Bawaslu tidak sebatas mengawasi berjalananya Pilkada serentak 2020 secara offline saja, namun masyarakat Indonesia terlebih generasi Millennials mengharapkan adanya peran yang responsif dari Bawaslu terhadap pemberitaan-pemberitaan yang beredar di media sosial maupun online. Sebab, informasi yang beredar di media sosial dan online sangat mempengaruhi mindset masyarakat Indonesia dalam menentukan pilihannya. Bawaslu sebagai komisi pengawas pemilu, diharapkan dapat menunjukan kredibelitasnya melalui sikap fast raspon terhadap fenomena yang terjadi di media online secara cepat. Sehingga, masyarakat dapat jernih dalam memilih dan mendapatkan informasi yang sebenar-benarnya mengenai setiap calon yang akan dipilih. Selain itu, Bawaslu harus lebih fokus dalam memperbaiki kesalahan-kesalahan di masa lalu, tidak ada lagi calon legislatif yang berasal dari mantan napi koruptor hingga kasus pelanggaran kode etik.

Seperti yang diungkapkan salah satu pengamat politik di Komunitas Mikir (Komik) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, “Peran Bawaslu dalam Pilkada serentak ini harus diperkuat. Bawaslu menjadi peran penting dalam menjaga integritasnya penyelengaraan pemilu karena kalau hanya berharap kepada KPU, ya gak bisa karena yang kita ketahui KPU lagi bermasalah dalam hal kode etiknya. Nah, jadi siapa lagi yang bisa menguatkan integritas penyelenggaraan pemilu itu kalau bukan Bawaslu? Makannya menurut saya, strategi penerapan Bawaslu di tingkat kecamatan itu sudah pas. Namun, ada hal-hal yang harus diperhatikan, jangan sampai jadi bahan proyek-an dalam artian hanya sebatas membuang anggaran saja, maka perlu diperkuat agar fungsinya terarah dan tidak ambyar,” ungkap M Zubier Sipahutar.

Sudah saatnya generasi Millennials menyadari betapa pentingnya memiliki pengetahuan peran Bawaslu dalam pemilihan umum. Sebab, populasi generasi Millennials di Indonesia menduduki angka terbanyak, kitalah ujung tombak suatu negara, kualitas negara juga berada di tangan kita. Jika lembaga-lembaga terkait melakukan kelalaian, saatnyalah Millennials yang menyadarkan akan kelalaian itu. Generasi Millennials dapat memanfaatkan teknologi digital, media sosial maupun media online sebagai alat menyampaikan aspirasi tentunya dengan etika dan kesopanan yang berlaku. Misalnya, menyumbangkan ide ataupun aspirasi melalui media sosial, mengajak masyarakat umum untuk lebih kritis dan hindari penyebaran hoax serta lebih kritis dalam mencerna informasi yang beredar di jagat maya. Sebab, demonstrasi bukan menjadi satu-satunya jalan untuk mengarahkan kembali lembaga ini kepada fungsi dan perannya.

Saatnya Millennials Mengawal Bawaslu di Pilkada Serentak 2020
Bawaslu memang berhasil menurunkan jumlah PHPU menjadi lebih sedikit di tahun 2019, namun lembaga ini tidak boleh berpuas sebab peran dari aspek lainnya belum terjalan dengan maksimal. Katanya sistus DPR pada Pilkada serentak tahun 2020, peran Bawaslu akan diperkuat. Sedangkan di Kota Medan, sejumlah media masa telah menerbitkan berbagai berita seputar Bawaslu RI telah menyoroti Kota Medan menjelang Pilkada serentak. Kemudian dalam memperkuat pengawasan Pilkada 2020, Bawaslu kota Medan telah melakukan teken MoU dengan sejumlah universitas salah satunya dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Keterlibatan dalam MoU ini, Bawaslu menggadang-gadangkan akan ada keterlibatan mahasiswa dalam beberapa tahap Pilkada serentak 2020 khususnya saat pencoblosan di TPS11.

Jika peran Bawaslu adalah mengawasi jalannya penyelenggaraan pemilihan umum khususnya Pilkada serentak di tahun ini, maka peran kita sebagai generasi Millennials adalah mengawal Bawaslu melaksanakan peran dan wewenangnya. Jangan biarkan Bawaslu Ambyar dalam menjalankan peran, cukup segelintir oknum saja yang ambyar dalam memaknai demokrasi. Walaupun mimpi mencapai Pilkada Serentak sebagai Perwujudan Demokrasi dan Anti Korupsi terkesan menghayal dan impossible, tidak ada salahnya kita peduli terhadap perkembangan daerah dan negeri kita ini melalui Pilkada serentak tahun ini. Bawaslu mengawasi KPU, generasi Millennials mengawal Bawaslu.


Tulisan ini diikut sertakan dalam 'Lomba Penulisan Blog Piala Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Tahun 2020'. Dari Komunitas Penulis Hukum UMSU
#Ceritagadiskecil



Daftar Pustaka

1Nasdem, Partai. (2016). Menelaah Pilkada Serentak: Antara Substansi, Tujuan dan Pencapaian, URL: https://www.partainasdem.id/opini/88/2017/05/16/menelaah-pilkada-serentak-antara-substansi-tujuan-dan-pencapaian dilihat 15 Maret 2020.
2Andayani, Dwi. (2019). Ini Alasan Pilkada Serentak 270 Daerah Akan Digelar 23 September 2020, URL: https://www.partainasdem.id/opini/88/2017/05/16/menelaah-pilkada-serentak-antara-substansi-tujuan-dan-pencapaian dilihat 16 Maret 2020.
3News, Covesia. (2015). Tujuan Pilkada Serentak, Terciptanya Efektivitas dan Efesiensi Anggaran, URL: https://www.covesia.com/news/baca/13290/tujuan-pilkada-serentak-terciptanya-efektivitas-dan-efisiensi-anggaran, dilihat 16 Maret 2020.
4Firmansyah. (2013). Bawaslu RI Tunjukkan Kebobrokan Pendataan Penduduk, URL: https://amp.kompas.com/internasional/read/2013/11/23/2325214/Bawaslu.RI.Tunjukkan.Kebobrokan.Pendataan.Penduduk , dilihat 17 Maret 2020.
5Saumi, Anisa. (2018). Hasil evaluasi Bawaslu di Pilkada Serentak 2018, URL: https://www.alinea.id/politik/hasil-evaluasi-bawaslu-di-pilkada-serentak-2018-b1U2v9c2p  , dilihat 18 Maret 2020.
6Liputan6. (2018). Bawaslu Kabupaten Bogor Disebut Tak Serius Tanggapi Persidangan DKPPURL: https://m.liputan6.com/pileg/read/3765536/bawaslu-kabupaten-bogor-disebut-tak-serius-tanggapi-persidangan-dkpp, dilihat 17 Maret 2020.
7Dwiki, Ryan. (2018). Pengamat: Bawaslu Loloskan Caleg Napi Korupsi Bisa Picu MasalahURL: https://pemilu.tempo.co/read/1123039/pengamat-bawaslu-loloskan-caleg-napi-korupsi-bisa-picu-masalah , dilihat 17 Maret 2020.
8Suswantoro, Gunawan. (2016). Mengawal Demokrasi di Balik Tata Kelola Bawaslu & DKPPJakarta: Penerbit Erlangga.
 9Bawaslu. Tugas, Wewenang dan Kewajiban, URL:  https://www.bawaslu.go.id/id/profil/tugas- wewenang-dan-kewajiban, dilihat 15 Maret  2020.
10Pradana, Jaa. (2019). Jumlah Permohonan PHPU Menurun, Abhan: Kinerja Bawaslu MembaikURL: https://www.bawaslu.go.id/id/berita/jumlah-permohonan-phpu-menurun-abhan-kinerja-bawaslu-membaik, dilihat 15 Maret 2020.
11Bawslu Medan, Humas. (2019). Bawaslu Medan Tanda Tangani MoU Dengan FISIP UMSUURL: http://medan.bawaslu.go.id/?p=7606, dilihat 15 Maret 2020.

Reading Time:

Senin, 16 Desember 2019

Food Blogger Medan - Mie Ayam Jamur Spesial Haji Mahmud Kuliner Legendaris Wajib Dikunjungi Mahasiswa Milenial Seantero kota Medan
04.10 4 Comments
Mie Ayam Melegenda Kuliner Halal kota Medan
Wisata Kuliner Medan - Cakap-cakap kuliner, bukan orang Indonesia kalau gak memasukan Mie Ayam ke dalam daftar makanan favorit. Apalagi mahasiswa milenial kota Medan, kalau sudah dapat kiriman, pasti menu makan siang dan  malamnya Mie ayam ataupun bakso. Beda lagi saat isi dompet sudah menipis, ya terpaksa makan mie instan saja.

Mie Ayam di kota Medan terkenal dengan cita rasa enaknya. Hampir di seluruh tempat kuliner di kota ini menyediakan Mie Ayam sebagai menu utama ataupun pelengkap, mulai dari Mie Ayam Bakso, Mie Ayam biasa hingga Mie ayam tanpa ayam eh salah mie pangsit ayam. Pertanyaannya, Mie Ayam legendaris mana yang paling cocok untuk mahasiswa milenial kota Medan? Khususunya untuk anak rantau yang masih buta kuliner Medan.

Yuk kenalan dengan Mie Ayam Legend Medan!

Mie Ayam Haji Mahmud dari masa ke masa
Lupakan sejenak semua tugas-tugas yang bikin kepala pusing tujuh keliling. Jangan jadi kutu buku melulu, sebagai mahasiswa milenial perlu mengenal hal-hal seru. Salah satunya, mengenal warung Mie Ayam yang sudah melegenda seantero kota Medan. Bah, melegenda? Dah tuirlah itu ya.

Ya, melegenda itu identik dengan kata lama, sudah tua, jaman old dan lain sebagainya. Namun, khusus untuk wisata kuliner. Kata  'melegenda'  berkonotasi baik loh, artinya kuliner tersebut memiliki kualitas rasa yang dipercaya selama bertahun-tahun lamanya. 

Mie Ayam Jamur Haji Mahmud dari waktu ke waktu

Seperti halnya, warung legendaris Mie Ayam Jamur Spesial H. Mahmud S. yang layak dicoba mahasiswa milenial. Warung legendaris ini, hampir tiga puluh satu tahun berdiri, tidak hanya berkembang tapi juga berhasil maju. Berawal dari gerobak keliling, Pak Mahmud sang pendiri terus mengembangkan usahanya menjadi warung kecil, kemudian berkembang pesat dan saat ini siap menuju go internasional.

Melegenda bukan Ketinggalan Zaman

Di tengah ramainya kuliner dengan konsep kekinian, warung Mie Ayam Melegenda kota Medan yang sudah berdiri sejak 1988 ini tak pernah kehabisan pelanggan. Kalangan mahasiswa millenial pun banyak berdatangan. Apa sih yang menjadi alasan mahasiswa milenial kota Medan tetap memilih warung legenda?

Milenial lagi eksis makan di Mie Ayam Haji Mahmud

Gacil sebagai mahasiswa milenial yang doyan makan tapi gak gemuk-gemuk. Tentunya akan 
menjawab dengan satu kata yaitu Inovasi. Ya, Mie Ayam Jamur Spesial Haji Mahmud selalu berinovasi, mulai dari konsep warung, varian menu, harga yang ditawarkan, cara pembelian, sistem pembayaran, lokasi seluruh cabang yang strategis hingga fasilitas untuk mahasiswa milenial.
Mahasiswa Millenial dari kampus manapun di kota Medan, dapat menjajali sendiri bagaimana sensasi menjadi pengunjung di setiap cabang warung Mie Ayam Jamur Haji Mahmud.

Makan Bayar Foto Gratis

Momen Bahagia di Spot kece Mie Ayam Haji Mahmud
Dimana-mana, kalau makan harus bayar dan  adapula berfoto pun harus bayar. Di warung Mie Ayam Jamur Haji Mahmud Medan ini, meski sudah berdiri sejak puluhan tahun dan dikenal melegenda. Konsep warungnya tidaklah kuno, ada spot-spot epik yang dapat dijadikan angle berfoto. Lumayanlah untuk koleksi dan kasih tunjuk ke emak dan bapak di kampung. Mana nih anak rantau, angkat almamaternya!

Gak hanya Mie Ayam

Mie Ayam Jamur Spesial Kesukaan
Menu-menu rekomended-nya apa saja sih? Kalau kelen tanya itu ke pelayan yang ramah-tamah di warung ini, kalian akan mendengar menu 'Mie Ayam Jamur Spesial' atau 'Bakso Mewah' atau 'Ayam Geprek Lumer Rajang'. Sebab, itulah menu legendaris yang sering dipesan.

Daftar menu Mie Ayam Mahmud dari masa ke masa

Mie Ayam Jamur Haji Mahmud tidak egois, mereka pun memikirkan pelanggannya yang suka mencicipi menu-menu unik dan kekinian. Nah, hadirlah varian menu kekinian seperti Mie KPK dengan rasa pedas yang menggigit atau Mie KPK dengan rasa yang krimi, tidak hanya itu varian minuman bersoda seperti Majito Markisa pun bisa dinikmati. But, menu Mie Ayam Jamur Spesialnya tetap yang paling dicari mahasiswa milenial, anak-anak hingga orang dewasa.

Masih Aman dan Nyaman di Kantong

Rupiah yang harus dibayarkan saat makan di warung Mie Ayam Jamur Haji Mahmud masih cukup aman dan nyaman di kantong. Sebab, tersedia menu paketan yang lebih murah dan hemat untuk mahasiswa millenial yang tidak suka berfoya-foya.

Milkshake rasa cokelat yang segar dengan kentalnya cokelat

Misalnya, seperti Gacil beberapa hari lalu memesan paket milkshake. Cukup menyediakan rupiah sekitar Rp. 31.818 sudah bisa menikmati Mie Ayam Jamur Spesial porsi kenyang dengan milkshake varian rasa kekinian.

Kalau mampir ke sini, biasanya Gacil suka pesan Mie Ayam Jamur Spesial tanpa mie. Eh, gimana tuh? Emang mienya gak enak? Bukan ... Bukan gitu, porsi yang disediakan memang cukup banyak untuk Gacil. Jadi, Gacil lebih suka tanpa mie karena kaldu dan semur ayamnya nikmat B.G.T kalau diseruput, glek... Apalagi jamurnya kenyal dan bakso dagingnya unch.

Mie AJ Spesial super enak versi kenyang

Jadi tertarik buat mampir? Atau sudah sering mampir ke warung legendaris ini? Kalau belum dapat kiriman dari kampung, teman-teman mahasiswa milenial bisa ikutin cara Gacil pertama kali mencicipi menu legenda di warung ini.

Foto konyol pas gak punya uang untuk cicip menu mie ayam

Caranya seperti apa? Mengikuti kuis-kuis atau give away berhadiahkan voucher makan di instagramnya yaitu @hajimahmud.id . Haha, jadi Gacil jadi flashback ketika pengen cicipi mie ayam jamur spesial legenda tapi belum punya uang. Iseng-iseng ikutan kuisnya, Alhamdulillah bisa menikmati menu Mie Pangsit Jamur Goreng gratis plus teh manis dinginnya.

Mau Tidak Mau Pasti Butuh

Lahir menjadi mahasiswa di era millenial itu memang menyenangkan tapi tidak mudah melaksanakan tanggung jawab. Seringkali dituntut ini dan itu. Salah satunya, dituntut pandai bertanggung jawab dan bekerjasama ketika mengkonsep suatu acara seperti seminar. Ya, tidak heran kalau mahasiswa di era milenial butuh tempat untuk mengadakan seminar, workshop, discussion atau meeting.


Ruang workshop di Mie Ayam Mahmud Medan

Mau tidak mau dan pasti butuh, kamu akan ke warung pusat Mie Ayam Jamur Haju Mahmud yang berada di Jl. Abdullah Lubis untuk menyewa ruangan. Sebab, warung legenda yang parkirannya cukup luas ini pun menyediakan space untuk seminar, workshop atau diskusi yang nyaman dengan sistem harga yang tentunya disukai kalangan mahasiswa milenial. Fasilitas ruangan yang disewakan pun gak kaleng-kaleng, ada AC, soundsystem, proyektor dan sebagainya.

Ruangan yang disewakan Mie Ayam Haji Mahmud memang cukup nyaman sehingga setiap harinya selalu saja ada yang booking untuk berbagai kegiatan. Selain ruangan, setiap acara tentu membutuhkan konsumsi. Nah, kamu bisa sekaligus pesan hidangan konsumsinya, mulai dari menu biasa, prasmanan hingga nasi kotak.

Bisa Dibeli Dimana Saja

Di era digitalisasi, warung Mie Ayam Melegenda seperti Mie Ayam Jamur Haji Mahmud tidak mau ketinggalan jaman. Memudahkan penggemarnya agar bisa menikmati mie ayam legenda di mana saja, kapan saja dan bisa dibeli dari mana saja. Sebab, warung legenda ini pun tak hanya terkenal secara offline, di media online dan pemesanan online pun sangat terkenal seperti di Go-Food ataupun Grab-Food.

Mie Ayam Mahmud Grabfood Gofood

Wah, apa buktinya? Bukti sederhana dan paling dekat adalah Mie Ayam Jamur Haji Mahmud mendapatkan hadiah dari Go-Food karena telah menjadi warung dengan penjualan terbanyak di program promosi MaMiMuMeMo. Keberhasilan itu dapat menjadi bukti bahwa warung Mie Ayam Jamur Haji Mahmud ini banyak dibeli oleh generasi milenial termasuk mahasiswa.

Tidak Perlu Uang Tunai

Kasir kece untuk transaksi dengan fasilitas kekinian

Sudah dibilang, warung Mie Ayam Jamur Haji Mahmud memang melegenda di kota Medan tapi bukan berarti ketinggalan jaman. Buktikan saja! Ketika melakukan transaksi setelah makan.
Tersedia ragam pembayaran yang mempermudah mahasiswa milenial. Tidak perlu bawa-bawa uang tunai. Siapa saja bisa membayar melalui Gopay, OVO, Link Aja, Kartu Kredit atau Kartu Debit yang seringkali menyediakan berbagai program cashback maupun diskon.

Selalu Dekat di Hati Mahasiswa Milenial

Seluruh outlet Mie Ayam Jamur Haji Mahmud
Hampir seluruh cabang warung Mie Ayam Jamur Haju Mahmud dekat di hati mahasiswa milenial kota Medan. Sebab tempat-tempatnya yang strategis, mudah dijangkau mahasiswa dan yang pasti terdeteksi oleh maps.

Bagaimana tidak dekat di hati? Kalau mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara pengen makan Mie Ayam Jamur Spesial atau Bakso Mewahnya Mie Ayam Mahmud, mereka bisa melangkah dengan mudah dan cepat ke warung pusat yang berada di Jl. Abdullah Lubis depan Masjid Al-Jihad atau ke Carrefour Citra Garden Jamin Ginting.

Daftar menu yang bervarian dan bukunya yang kece.

Bagaimana dengan mahasiswa yang hobi shopping, nonton atau jalan-jalan di mall? Nah, Mie Ayam Jamur Haji Mahmud legenda ini pun bisa ditemukan di dalam Transmart Lantai 1 Plaza Medan Fair atau di D'Loft Thamrin lantai 4 tidak jauh dari gedung bioskop.

Serunya lagi, bagi mahasiswa milenial yang suka ikut pengajian di masjid-masjid besar. Eh, setelah pengajian laper pengen makan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud bisa langsung mampir ke warung Mie Ayam Jamur Haji Mahmud yang di dekat Masjid Al-Jihad atau Masjid Raya tepatnya di Amaliun Food court sebelah kiri Yuki Dimpng Raya. Sedangkan untuk mahasiswa kota Medan yang sedang berada di Bekasi, bisa mampir ke outlet Jababeka-nya di Jl. Tapir Raya, Jababeka, Bekasi.

Ngangeninnya kayak Kamu!

Mencicipi Bakso Bakar rica-rica pedasnya nikmat dagingnya terasa

Oke we... Gacil rasa ini review terjujur Gacil, karena jujur aja sampai sekarang suka kangen sama Mie AJ Spesialnya? Kenapa? Karena pertama kali coba pada jaman SMK dulu, Gacil jatuh hati sama kuah Mie Ayam Jamur Spesialnya.

Kuahnya itu beda banget, warnanya tidak terlalu kecokelatan, tapi sempurnya berasa dan tidak terlalu berminyak gitu. Bedalah pokoknya, kalau udah kangen rasanya pengen gigit. Eh, gigit bakso dan semur ayamnya. Pokoknya ngangenin lah we, kayak si doi ngangeninnya haha.

Suasana di Mie Ayam Jamur Haji Mahmud

Ngomong-ngomong kuliner legendaris kota Medan. Gacil baru teringat, kemarin di warung Mie Ayam Jamur Haji Mahmud terpasang umbul-umbul anniversary dan angka 31. Katanya, Mie Ayam Jamur Haji Mahmud ini tepat ditanggal 29 Desember 2019 telah memasuki umur yang ke 31 tahun.

Diibaratkan seperti manusia, umur 31 tahun itu semangat dan energiknya itu mengembara positif. Ya, terlihat sih dari akun media sosialnya Mie Ayam Jamur Haji Mahmud ini. Menjelang anniversary ke 31 tahun, tim warung legendaris ini mengadakan bagi-bagi kebahagiaan berupa nasi kotak ke anak yatim, teman-teman pekerja keras di jalanan dan lainnya. Selain itu meriah pulak dengan seruan hastag #BerbagiSenangHati .

Sederhana saja, ucapan dari Gacil semoga Mie Ayam Jamur Haji Mahmud Medan di umur 31 tahunnya tetap melegenda dengan citarasa, kualitas, harga, fasilitas dan juga berbagi kebahagiannya. Bahagia deh, kalau banyak warung kuliner yang mengadakan dan menyerukan perkara berbagi saat merayakan anniversary seperti Mie Ayam Jamur Haji Mahmud ini.

31 Tahun Mie Ayam Haji Mahmud

Dahlah, udahan ya kita cakap-cakapnya wankawan mahasiswa milenial dan sahabat Gacil yang setia dengan setiap tulisan di blog ini. Gacil mau kerjain tugas dulu sambil nyemil kerupuk pangsit. Pusing! tugas banyak libur kagak. 

#ceritagadiskecil

Reading Time:

@itsvennyy