Lifestyle Blogger Medan - Jangan Mengucapkan Minal 'Aidin Wal Faizin? - Lifestyle Blogger Medan dan Food Blogger Medan

Senin, 04 Juli 2016

Lifestyle Blogger Medan - Jangan Mengucapkan Minal 'Aidin Wal Faizin?

Lifestyle Blogger Medan - Saat Hari Raya Idul Fitri tiba tentunya kita saling berjabat tangan untuk meminta maaf kepada sanak saudara dan tetangga, baik secara langsung maupun melalui media komunikasi. Saat berjabat tangan sering kali kita mengucapkan Minal 'Adin Wal Faizin. Namun ucapan tersebut sesuaikah yang di ajarkan oleh Nabi Muhammad saw? Berikut penjelasan yang bisa di rangkum dari beberapa narasumber.

   Ungkapan ini yang jelas sudah disebut-sebut dalam syair lagu Ismail Marzuki (w. 1958) "Minal Aidin Wal Faizin.Maafkan lahir dan batin Selamat para pemimpin Rakyatnya makmur terjamin" Coba kita pahami!

    Minal ‘aidin wal faizin bila ditulis dengan tulisan arab menjadi ,  "من العائدين والفائزين“ Yang artinya : "Termasuk orang yang kembali dan orang-orang yang menang.”

    Mungkin yang diinginkan adalah sebuah doa bagi yang mendapat ucapan selamat,
“Semoga Anda termasuk orang yang kembali (merayakan hari raya i’ed) dan orang-orang yang menang.” 

     Jadi, jangan salah mengartikan dengan 'Mohon maaf lahir dan batin' lagi. Nah, sekarang dari sisi syar’i-nya, apakah ucapan ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? Kalau tidak, bagaimanakah cara mengucapkan selamat Idul Fitri yang benar?

     Pada  zaman khilafiah rosyidin, ucapan Minal ‘Aidin wal Faizin, sesungguhnya  digunakan sebagai ungkapan bangga atas kemenangan perang yang sebenarnya, semisal perang badar.

   "Semoga Termasuk dari Orang-orang yang Kembali (dari perang) dan sebagai Orang yang Menang ( dalam setiap Perjuangan Islam)". 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah salah seorang ulama besar Islam ditanya tentang ucapan selamat pada hari raya maka beliau menjawab: “Ucapan pada hari raya, di mana sebagian orang mengatakan kepada yang lain jika bertemu setelah shalat Ied adalah "Taqabbalallahu minnaa wa minkum (تقبل الله منا ومنكم). Yang berarti  :

      Semoga Allah menerima (ibadah) dari kami dan dari kalian” [Majmu Al-Fatawa 24/253]Al Hafizh Ibnu Hajar.

     Salah seorang ulama mazhab Asy Syafi’i juga pernah menyampaikan bahwa para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila bertemu pada hari raya, maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya : Taqabbalallahu minnaa wa minkum (تقبل الله منا ومنكم). Yang berarti : "Semoga Allah menerimadari kami dan darimu". Dan didapati pula bahwa mereka membalasnya dengan ucapan yang serupa.

   Dari Riwayat tersebut dan seperti keterangan- keterangan yang dipaparkan, yang benar adalah dari “Taqabbalallahu… sampai … shiyamakum”. Tidak satupun menyatakan ada istilah Minal ‘Aizin wal Faizin. Atau Tanpa Minal ‘Aidin wal Faizin.Jadi mengucapkan Minal ‘Aidin Wal Faizin, jika kita mengucapkannya dengan niat ingin mencontoh kebiasaan Rosulullah/Ittiba’qaulyah, jatuhnya bisa menjadi bid’ah, tapi kalau niatnya hanya untuk “Ingin mendoakan sesama Saudara seiman”,

   Insya Allah, tidak salah dan bahkan hal yang baik.Adapun jika ingin menambahkan bisa saja ditambahkan diakhir kalimat, agar secara harfiyah aja serasi menjadi :”Taqabbalallahu minna wa minkum, Shiyamana wa Shiyamakum. Ja’alanallaahu Minal ‘Aidin wal Faizin” Yang berarti : “Semoga Allah menerima amal-amal kami dan kamu, Puasa kami dan kamu. Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk dari orang-orang yang kembali (dari perjuangan Ramadhan) sebagai orang yang menang."

    Nah kesimpulannya kalimat Minal 'Aidin Wal Faizin jangan keliru mengartikannya sebagai arti dari Mohon maaf lahir dan batin. Tetapi Minal 'Aidin wal faizin sendiri berarti semoga termasuk orang yang  kembali dan menang. Namun dalam ajaran Nabi Muhammad saw. Ucapan yang seharusnya adalah "Taqabbalallahu minna wa minkum," atau bisa ditambahkan menjadi ”Taqabbalallahu minna wa minkum, Shiyamana wa Shiyamakum. 
Ja’alanallaahu Minal ‘Aidin wal Faizin” agar secara harfiyah artinya dapat serasi.


#SemogaBermanfaat
#Ceritagadiskecil
Maaf jika ada kesalahan atau kekeliruan yang tidak di sengaja.

Tidak ada komentar:

@way2themes