Lifestyle Blogger Medan - Yakinkah Anda Sudah Siap Menikah? - Lifestyle Blogger Medan dan Food Blogger Medan

Jumat, 20 Januari 2017

Lifestyle Blogger Medan - Yakinkah Anda Sudah Siap Menikah?



              
 Sumber : int

Lifestyle Blogger Medan -Ceritagadiskecil.com | Setiap manusia di bumi ini diciptakan Allah berpasang-pasangan, ada yang namanya jodoh. Ketika sudah beranjak dewasa, biasanya kita sudah menerima hak untuk mencari jodoh dan hidup bersamanya, dalam ikatan yang sakral di mata hukum Negara maupun agama. 
            
Kegiatan mencari berita bersama media ketika melaksanakan kegiatan PKL, membuat saya terinspirasi untuk menyebarkan informasi berharga ini kepada siapapun, yang saat ini membaca tulisan saya, termasuk kamu yang ingin melangkah kejenjang pernikahan. 
            
Suatu ketika saya berkesempatan untuk meliput sebuah kegiatan Parenting Education atau biasa di sebut kelas asuh di Andan Sari, Medan. Di sana saya berjumpa dengan sosok yang mengagumkan, Umi Kurnia Mulia. Beliau seseorang yang memotivator dan penggerak Parenting Education. Umi berbagi ilmu kepada ibu-ibu yang memiliki kesulitan dalam mengasuh anaknya. Dalam kegiatan itu, umi sedikit menyindir tentang alasan, ‘kenapa seseorang ingin menikah’, Umi mengatakan biasanya ada tiga alasan, 
kenapa seseorang memutuskan untuk menikah. 

Karena tidak tau mau ngapain lagi setelah tamat sekolah, takut kelamaan menikah dan dibilang perawan tua atau bujang lapuk, merasa dirinya sudah siap dan pantas untuk menikah. Ketiga alasan itu biasanya sering terjadi pada seseorang  yang hendak menikah. Merasa sudah pantas dan bisa membina keluarga, baik mereka yang akan menjadi seorang ibu maupun ayah. 

Umi, mengatakan bahwa nyatanya, alasan ketiga itu hanya lah sebuah kesombongan manusia. Mereka yang merasa sudah siap menikah, nyatanya dalam menghadapi seorang anak masih saja salah dari aturannya. Kesombongan itulah yang membuat, kenapa sebuah keluarga terus bertengkar, kenapa seorang anak selalu melawan orang tuanya, dan kenapa seorang anak tumbuh menjadi pribadi yang nakal.
            
Umi bercerita, bahwa orang tua ini egois. 
Mereka menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang shaleh dan pintar. 
Namun, orang tua enggan berusaha mendidik anaknya dengan cara yang benar. 

Biasanya, orang tua menyekolahkan anaknya atau memasukkannya 
ke pesantren tanpa di bekali ilmu dan didikkan dari orang tuanya sendiri. 
Orang tua sering kali memaksa kehendakknya tanpa mempertanyakan keinginan sang anak. 
            
Ada satu kejadian pada sebuah keluarga yang berkonsultasi kepada Umi. Sang Ibu mengeluh kepada Umi karena anaknya kabur dari pesantren dan tidak mau belajar di pesantren. Akhirnya umi mencoba membantu memecahkan masalah sang ibu. Umi menanyakan kepada sang anak ibu tersebut, 
kenapa ia sampai kabur dari pesantren? 
           
Awalnya sang anak tidak ingin bercerita, namun setelah di bujuk Umi. Akhirnya anak itu mau bercerita, dengan air mata yang tampak tulus. Anak itu bercerita, ia tidak mau tinggal di pesantren ia hanya mau sekolah SMP biasa saja, karena ia kepikiran ibunya. Ayahnya yang sering kali berlayar, karena kerjanya di kapal. Membuat sang anak kepikiran, siapa yang akan menemani ibunya?
        
Betapa mengharukannya alasan itu, namun orang tuanya tidak ingin tau dan tidak pernah mencari tau. Sang ibu hanya bisa mengomel saja.
            
Banyak problem atau masalah yang di hadapi seorang ibu ketika sudah menikah. Kenapa hal itu bisa terjadi? Ya, karena orang tua tidak pernah mendapat pembelajaran ataupum ilmu bagaimana menjadi orang tua yang baik untuk anak-anaknya. Walau teori sudah dikuasai, namun dalam prakteknya masih banyak yang gagal menjadi orang tua.

Tidak adanya pembekalan ilmu, bagaimana menjadi orang tua yang baik sebelum menikah. Hal ini lah yang membuat banyaknya keluarga yang tidak harmonis, atau lebih parahnya. Dampak tersebut tampak pada Negara yang kita cintai ini. Seluruh masalah di Negara ini, mulai dari korupsi hingga kejahatan lainnya adalah masalah yang berasal dari rumah.
   
Parenting Education ini sangat penting kita pelajari sebelum menikah untuk bekal saat kita sudah menikah nanti. Dari Parenting Education kita akan tau bagaimana cara menghadapi anak dan menjadi orang tua yang baik. 

Namun, petanyaannya bagaimana kita mendapatkan pembelajaran itu? Apakah memakan biaya mahal? Tentu jawabannya tidak. Kita bisa mendapatkan pembelajaran Parenting education ini melalui buku, seminar,atau pelatihan parenting yang sering sekali diadakan.
       
Selama ini ilmu Parenting Education jarang sekali di ketahui calon-calon orang tua, memang kelihatannya sepele namun sangat berguna di dalam kehidupan. Terlebih, tidak ada sekolah Parenting. Dengan adanya pesiapan dan pembekalan seperti itu, siapapun kamu. Pasti bisa menjadi orang tua yang terbaik untuk sang anak. Jika sudah ada pembekalan, maka bisa kamu berkata sudah siap untuk menikah. Karena nyatanya, menjadi orang tua itu tidak mudah. Orang tua adalah masa depan dunia. 

Karena ibu adalah madrasah pertama untuk sang anak dan ayah adalah kepala sekolahnya. Lalu mau jadi apa madrasah tanpa ada ilmu yang memadai? Akankah yang dididik juga dapat berilmu? 

#Ceritagadiskecil

Tidak ada komentar:

@way2themes