Mengenal Novel Sensei - Lifestyle Blogger Medan dan Food Blogger Medan

Sabtu, 25 Februari 2017

Mengenal Novel Sensei



Cover depan Novel Sensei

Identitas Buku
Judul Buku : Sensei
Penulis Buku : Venny Eriska
Penerbit Buku : Aria Mandiri Group
Kota Terbit : Bandung
Cetakan : I
Tebal Buku : 188 halaman
ISBN : 978-602-6270-46-7

Sinopsis Novel Sensei

Novel ini menceritakan tentang seorang gadis beruntung yang bisa merasakan bangku kuliah di Universitas Jepang, dengan jurusan perfilm-an. Gadis itu bernama Tania Khansan, ia memiliki kisah lalu di negara asalnya Indonesia. Kisah lalunya itu sangat pahit, sampai-sampai Tania tidak bisa menghapus kisah itu dari memorinya. Setelah beberapa tahun lamanya tinggal di Jepang. Saat di Indonesia ia pernah memiliki seorang guru yang sangat ia banggakan. Guru tersebut bernama Bram, orang yang dianggap Tania bijak. Tidak hanya dalam hal ilmu, namun dalam kehidupan. Lambat laun, rasa kecewa Tania terhadap sang guru mulai menyelimuti. Bukan tidak beralasan, kecewa yang teramat dalam itu di karenakan apa yang dikatakana sang guru tidak sesuai dengan kenyataannya.

Di Jepang Tania tinggal bersama Makoto, teman yang memiliki sifat berbalik banding dengannya. Tania dan Makoto menjalin persahabatan yang begitu erat, terlebih mereka satu asramah. Tidak hanya bertemu dengan Makoto. Di Jepang, Tania bertemu dengan sosok guru yang menurutnya bijak sana. Guru tersebut bernama Atsuhiro.
Hari-hari Tania tidak begitu istimewa, telebih ada sosok cowok yang menyebalkan bagi gadis beruntung, yang bisa mendapatkan beasiswa itu. Gackt, anak pemilik kampus tempat Tania berkuliah. Ia sangat menyukai Tania. Namun, sebaliknya Tania begitu tidak suka padanya. Berbeda halnya dengan sahabat Tania, Makoto sangat mengaggumkan Gackt.

Kisah asmara mulai membuat dilema Tania, saat seorang teman kampusnya bernama Max mulai memberikan perhatian kepadanya. Kedekatan mereka semangkin bertambah, saat Atsuhiro memutuskan pergi beberapa waktu dan tidak masuk di mata kuliah mereka. Atsuhiro mempercayakan Tania untuk menjadi Sutradara dalam pembuatan film, yang akan diikutkan pada festival film di Jepang. Tania dan Max menjadi satu tim. Melihat kedekatan mereka, Gackt mulai cemburu dan terus mengejar-ngejar Gackt.

Di tengah kisah asmara Tania, muncul sosok yang membuat luka lamanya kembali. Bram, guru yang membuat Tania kecewa saat di Indonesia. Bram kembali dengan status sebagai guru pengganti di kampus Tania. Bram menggantikan Atsuhiro untuk beberapa waktu. Keadaan itu, tak mampu di terima Tania, ia menjadi lemah dan merasakan kembali kekecewaannya. Ia menjadi gadis yang nakal. Ia tidak perduli saat berbicara dengan Bram. Bahkan, Tania tidak mau menganggap Bram adalah gurunya. Dan saat proses pembuatan film untuk festival. Tania tidak ingin Bram ikut campur dalam pembuatannya.

Rasa cinta Makoto semangkin menggila pada Gackt, walaupun Gackt tau gadis itu mencintainya. Tapi, Gackt masih berusaha merebut hati Tania sahabat Makoto. Dengan segala perhatian yang diberikan Gackt. Akhirnya Tania diam-diam jatuh cinta pada Gackt. Hingga suatu ketika, Makoto mengetahui rasa itu. Makoto marah kepada Tania dan mengusir Tania dari asramah. Akibat rasa cinta yang terlambat, Tania hampir gagal menyelesaikan film-nya. Karena Makoto yang menjadi salah satu pemeran dalam film-nya, saat itu marah besar padanya.
-
Setelah semua membaik, di puncak Festival Film di Jepang. Tania, Gackt, Max, dan Makoto berhasil membawa piala kemenangan atas penghargaan film mereka. Di saat itu, Tania mulai menyadari bahwa tak sepantasnya ia bersikap berlebihan kepada Bram. Walau bagaimanapun Bram adalah gurunya. Tania memaafkan Bram dan mulai melupakan kekecewaannya. Dan kisah asmaranya berakhir unik kepada Gackt.
-
Beberapa unsur intrinsik yang terdapat pada Novel Sensei adalah :
-
Tema
Novel Sensei mempunyai tema utama perjuangan dan perasaan. Uniknya, novel ini dikemas dengan khas anak remaja yang penuh semangat dan pesan menggelitik di dalamnya.
-
Penokohan
Berikut adalah penjelasan penokohan dalam Nove Sensei :
-
1. Tania Khansan
Tania di dalam novel ini berperan sebagai tokoh utama yang lebih suka menyendiri dan ketenangan. Ia selalu punya mimpi yang terdaftar di kertas dream miliknya. Tania adalah gadis yang tidak menyukai hidup yang berlebihan.
2. Makoto
Makoto di dalam novel berperan sebagai sahabat Tania. Ia memiliki karakter yang terbalik dengan Tania. Makoto menyukai keramain, melukis, dan hal-hal konyol. Ia termasuk gadis yang sedikit berlebihan namun cerdas.
3. Bram Alasta
Bram di dalam novel ini berperan sebagai guru lama Tania yang berada di Indonesia. Ia sosok yang tidak bisa menepati janji dan kurang terbuka, namun sesungguhnya ia sangat perduli dan mengerti keadaan Tania.
4. Atsuhiro
Atsuhiro di dalam novel berperan sebagai guru atau sensei Tania di Jepang. Ia sosok yang tegas, bijak, namun dapat berbaur dengan muridnya.
5. Gackt
Gackt di dalam novel ini berperan sebagai anak Yamada, pemilik kampus tempat Tania berkuliah. Ia menyukai Tania. Karakternya, mudah terpengaruh pada suasana hati, tidak mudah menyerah, dan suka hura-hura dalam kehidupannya. Namun, sosok yang manja pada wanita.
6. Max Alerga
Max dalam novel ini berperan sebagai teman Tania yang terkesan kaku dan jarang berbicara. Namun, ia sangat populer di Jepang karena profesinya sebagai model.
7. Mayuyu
Mayuyu dalam novel ini berperan sebagai pemilik tokoh tempat Tania bekerja separuh waktu. Ia sangat baik, penyayang, dan berfikiran dewasa.
-
Alur
Alur yan digunakan dalam Novel Sensei adalah maju mundur
-
Amanat
Amanat yang terkandung dalam novel ini adalah rasa kecewa akan menguatkanmu untuk tetap bertahan dan terus bertahan. Serta jangan pesimis pada semua mimpi yang kamu miliki.
Kelebihan dan Kekurangan Novel Senseipela
Kelebihan : Pesan moral yang sederhana namun enak di nikmati karena dibalut kisah cinta dan keindahan di Negara Jepang. Serta terdapat beberapa bahasa Jepang yang digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Kekurangan : Kalimat yang masih kaku dan kesalahan ketik pada beberapa kata yang membuat pembaca sedikit terganggu.
-
Kesimpulan
Novel Sensei ini bagus untuk di baca, karena memberikan pesan bahwa, ketika kita kecewa kepada seseorang. Jangan jadikanlah rasa kecewa itu penghalang mimpi. Dan mengajarkan bagaimana harus bersikap optimis dengan mimpi-mimpi yang kita miliki. Cocok buat kamu yang punya banyak mimpi tapi masih punya rasa pesimis.



                                                                            TESTIMONI


Tidak ada komentar:

@way2themes