Selamat Hari Puisi Se-Dunia! - Lifestyle Blogger Medan dan Food Blogger Medan

Senin, 20 Maret 2017

Selamat Hari Puisi Se-Dunia!

            
Ilustrasi sumber int

  Ceritagadiskecil.com | “Sebab kita bukan Nabi yang bersabda, bersajaklah!” (Sapardi Djoko Damono). Mungkin kutipan itu yang dapat mengawali tulisan ini. Puisi sudah menjadi karya seni yang mendarah daging bagi manusia di bumi. Melalui bait puisi, sebuah pesan moral tersaji dengan diksi-diksi yang indah.

            Pada zaman dulu, puisi sudah digunakan untuk melengkapi kehidupan. Banyak manfaat yang dapat kita ambil. Puisi dapat menjadi arahan dalam membentuk kepribadian, mengembangkan cognitive peserta didik, melatih diri berimajinasi, menggambarkan kehidupan manusia dan lingkungan tertentu, membangkitkan semangat heroic, Menceritakan suara alam dan lingkungan manusia,  membandingkan dan mengapresiasikan karya sastra, memberikan motivasi bagi pembaca puisi bahwa dirinya telah melahirkan suatu ungkapan dengan bahasa yang indah, bebas dan misteri, menyampaikan protes sosial bagi lingkungan masyarakat tertentu.

            Berkarya dengan mendendangkan puisi, kita dapat dikenang melalui karya-karya yang membekas di hati pembacanya. Misalkan saja, Chairil Anwar sastrawan yang sangat dikenang puisinya. Melalui bait-baitnya yang penuh dengan makna sampai akhir hayat beliau dikenang warga Indonesia. Puisi yang memiliki pesan moral dan menyentuh hati setiap pembacanya tentu akan dikenang dalam ingatan.

            21 Maret adalah hari puisi sedunia. Kenapa tanggal 21 Maret? Menurut data yang beredar. Peringatan Hari Puisi Dunia pertama kali dirayakan pada tahun 2000. Tak hanya itu, dipilihnya tanggal 21 Maret yang disaat bersamaan juga dirayakan sebagai Hari Penghapusan Diskriminasi Ras dianggap sebagai ide yang baik. Nah, sebagai generasi bangsa dengan diperingatinya hari puisi sedunia ini, kita dapat lebih berusaha untuk menghargai dan berkarya melalui puisi.

            Seperti kutipan yang mendahului tulisan ini. Jika kita tidak mampu bersabda seperti Nabi, maka jadilah pembuat puisi yang bersajak melalui diksi dengan pesan moral yang mendidik siapapun pembacanya. Di hari puisi sedunia ini, dapat kita jadikan ajang untuk berbenah dalam berkarya. Memperkuat lagi setiap diksi yang kita gunakan dalam bait puisi yang tertulis. Janganlah membuat karya yang menyesatkan jika bisa membuat karya yang mengarahkan.

#Ceritagadiskecil


1 komentar:

  1. Ooo rupanya hari ini hari puisi ya. Jadi tau..kita bukan nabi yang bisa bersabda.. tapi kita adalah manusia yang bisa bersajak dan membuat puisi..

    BalasHapus

@way2themes