Lifestyle Blogger Medan - Negeriku Engkau Miskin Karena Dimiskinkan - Lifestyle Blogger Medan dan Food Blogger Medan

Senin, 20 November 2017

Lifestyle Blogger Medan - Negeriku Engkau Miskin Karena Dimiskinkan



Aku Indonesia
Aku Pancasila
Aku Bhineka Tunggal Ika
Aku Indonesia Raya
Aku Merah Putih Merdeka

Negeriku, betapa sedihnya engkau,

Negeri yang dipuja-puja oleh bangsa penjajah, Negeri yang kaya akan kekayaan alamnya. Negeri yang permai akan budayanya. Tapi mengapa engkau miskin akan moral generasinya? Apa yang dilakukan makhluk-makhluk benalu di istanamu? Sampai-sampai semesta marah dengan balada petakanya? Ia mengirimkan generasimu yang miskin akan moralnya, ia menghancurkanmu perlahan dengan mengikis nilai luhur penerusnya. Negeriku, aku tak marah pada semesta, hanya saja aku tak habis pikir kepadamu, bagaimana bisa kau membiarkan amarah semesta terus merajalela.

Puluhan tahun yang lalu, keadaan istanamu tak sekacau ini Negeriku. Engkau mampu menakhlukan perebut tahta, engkau mampu menata dekorasi norma di setiap sudut kuasamu. Engkau mampu menerangi istanamu dengan tata kerama yang membuat iri setiap penjajah. Tapi apa yang engkau buat saat ini? Kenapa kau biarkan makhluk-makhluk benalu yang menumpang di Negerimu semakin menjadi benalu yang tak tau malu? Mengapa kau biarkan, bibit-bibit penguasamu rusak diserang hama zaman yang edan ini?

Negeriku, tak adakah lagi ideologi yang bertahan? Ideologi yang murni? Ideologi yang engkau bangun pertama kali? Bantulah dirimu Negeriku, jangan engkau biarkan istanamu meretak perlahan oleh mereka, benalu-benalu yang tak punya rasa malu. Negeriku, tak bisakah engkau bangkit dengan norma dan tatakeramamu dahulu? Apakah engkau masih ingin membeku, membiarkan bibit-bibit penguasamu lenyap dimakan hama?

Tidak Negeriku! aku tak rela jika bagian dariku adalah penghancur dirimu. Tak akan kubiarkan engkau kalah dari semesta. Aku tau Negeriku, jika engkau kemabali suci seperti kudulu yang masih ditimang, kuyakin Negeriku. Engkau masih mampu merayu semesta untuk berhenti membawa balada petakanya dan tidak menebarkan hama pada bibit-bibit penguasamu.

Tidak Negeriku! Aku bagian dari aku yang menjadi penghancur. Biarkanlah, aku menjadi aku yang akan membantumu untuk mempertahankan dekorasi norma di setiap sudut istanamu, melaksanakan tatakerama yang telah kau bangun sebelum lahirnya diriku. Negeriku, apakah kau tau? Kita miskin karena dimiskinkan, kita lemah karena naluri terus merasuki kata-kata lemah. Apakah kau tau? Musuhmu itu? Bukan amarah semesta, bukan pula balada petakanya. Apakah engkau tau? Sukma dan nalurimu yang kini semakin beradu, berkacau dengan tumpahan darah di dalamnya, semakin tak akur. Apakah kau tau? Istana yang telah engkau tata rasanya muak dengan semua permasalahan sukma dan nalurimu. Apakah engkau tau? Istana lelah denganmu yang terus membeku.

Negeriku, berhentilah membeku. Lihatlah benalu-benalu yang mulai menghancurkan istanamu, apa engkau rela? Merelakan istana yang telah kau diri sekian lama, hancur karena benalu yang tak dapat kau cegah? Ubahlah benalumu menjadi bibit penerus tahta yang bernilaikan norma dan tatakerama yang engkau lahirkan sejak dulu. Bangunlah benalumu menjadi pagar kokoh yang menjaga istanamu, melindungi ragamu, mendamaikan sukmamu, merayu semesta untuk memahami nalurimu.

Tidak ada komentar:

@way2themes