Lifestyle Blogger Medan - Berkarya untuk Popularitas atau Kreativitas? - Lifestyle Blogger Medan dan Food Blogger Medan

Jumat, 04 Januari 2019

Lifestyle Blogger Medan - Berkarya untuk Popularitas atau Kreativitas?



Dokumen By Ceritagadiskecil
Menulis sudah menjadi kebiasaan Gacil waktu SD dulu. Nulis apa? Apa aja yang terjadi pada saat itu. Nulis di buku diary harga lima belas ribu. Buku diary warna pink yang Gacil hiasi dengan foto Morgan Oey. Idola Gacil pada waktu itu. Siapa sih yang gak tau kegilaan Gacil pada pria yang sempat menjadi personil boyband kala itu. Guru les bahkan, menjanjikan Gacil tiket konser untuk melihat boyband itu. Jika Gacil bisa mendapat nilai Try Out tertinggi di kala itu. Benar saja, Gacil belajar dan berusaha mendapatkan nilai tertinggi. Demi mendapatkan tiket konser itu. Eh, setelah berhasil dapatkan nilai tertinggi, ternyata Gacil dibohongi, Boyband itu tak ada jadwal konser di kota Gacil. Salut! Guru Gacil cukup cerdik mendidik Gacil kala itu.

Kenangan Buku Diary pada masa SD

Back to topik. Gacil mulai menulis serius ya karena Kak Morgan. Dulu, dari SD sampai SMP ngidolain dia banget. Semua cerpen Gacil pemeran prianya pasti nama Morgan. Menulis menjadi hobi pada saat itu. Nulis puisi dan cerpen. Hingga saat ini, menulis sudah menjadi kebutuhan. Merampungkan Novel ketiga untuk di tahun 2019, doakan ya teman-teman. Berawal dari nulis cerpen yang di share di facebook dan grup, lalu berproses menulis novel cemeeh yang Gacil tulis pada SMP kelas tiga. Lanjut, berproses menulis novel yang lebih baik berjudul Sensei, kemudian menulis di koran, menulis di dinding dan kope’an eh bercanda deng. Gacil gak pernah ngopek loh ya. Nyontek sering haha. Terus menulis, menulis apa saja yang Gacil rasa perlu ditulis. Dulu, awal kali nulis gak punya beban apa-apa. Gak mikiri EYD atau plot alur dan ending semua mengalir begitu saja. Sekarang, belajar dan mulai memahami EYD walau terkadang itu menghambat kejujuran dalam menulis, tapi harus diperbaiki.

Saat ini, mempelajari EYD sedikit demi sedikit. Menulis tetap mengalir, tanpa outline atau kerangka. Seperti tulisan ini, mengalir begitu saja diketik dengan dua jari. Maklum gak pande sepuluh jari, lebih nyaman dua jari, eh sebelas jari deng. Menulis apa yang ingin hati sampaikan. Itu prinsip Gacil dalam menulis apapun itu. Menulis seperti bertutur, menulis apa adanya tanpa membohongi rasa. Semua mengalir begitu saja.

Ecek-eceknya candid

Lalu, tak sekedar menulis. Gacil sempat ngeyoutube di tahun 2017. Vakum di tahun 2018 hingga sekarang karena fasilitas yang terbatas. Menulis dan Ngeyoutube apakah sekadar hobi Gacil? Tentu tidak! Kala itu, menulis dan ngeyoutube dua hal yang sering digembar-gemborkan cara mudah menjadi terkenal karena menulis di blog atau ngeyoutube. Dua kegiatan ini, juga sering dielu-elukan karena dianggap menghasilkan banyak uang. Gacil tergiur untuk mati-matian ngeyoutube biar subscribernya banyak dan diadsesnse terus dapat uang dan terkenal pula.
   
Konten youtube jenis ini dan itu sudah pernah Gacil cobain, kecuali konten tit…. Hahah. Iya, jangan sampe deh. Konten tutorial make up, konten jalan-jalan atau apapun itu sudah Gacil coba. Bagitu juga dengan nulis, Gacil nulis sebagus bagusnya untuk dilombakan, di share sana sini biar dikenal dan dapat banyak uang. Tapi apa? Gacil dapat banyak pembelajaran. Semua ambisi, konten-konten yang Gacil anggap bagus itu, hanya palsu. Gacil niat membuatnya hanya untuk popularitas dan uang. Hingga, Allah tak pernah mengijinkan Gacil mendapatkannya. Gacil lelah buat konten youtube karena uang dan popularitas juga tak Gacil dapat. Begitu juga nulis, karena niatnya uang dan popularitas akhirnya Gacil gak pernah menang.

Namun, setelah niat-niat tak baik itu. Gacil tetap membuat konten yang sesuai Gacil inginkan, tanpa memikirkan adakah yang subscribe, adakah yang ngelike? Kali ini tidak. Gacil membuatnya mengalir begitu saja.

Ternyata, niat memang penentu hasil. 

Gacil senang membuat konten yang sesuai hati Gacil. Eh, Allah membalasnya dengan yang tak pernah Gacil sangka-sangka. kali ini Gacil membuat konten, tak bermaskud mengejar uang dan popularitas. Semata-mata Gacil hanya ingin berbagi saja. Tapi, Allah memberikan Uang dan Popularitas yang sewajarnya.


Berkarya untuk Kreativitas

Misalnya saja, kala itu Gacil pernah membuat konten youtube Wisat T-Garden yang begitu terkenal saat ini. Nah, saat membuat konten itu. Gacil gak pernah membayangkan mendapatkan banyak viewers dan subscribers yang banyak. Saat itu, niatnya hanya untuk kesenangan dan tugas sekolah. Kesenangan karena Gacil hobi jadi reporter-reporter gitu. Eh, Gak taunya konten yang ini buming dan mendapatkan hampir 64ribu viewers. Gacil dikenal beberapa orang di kampung karena konten yang juga tak Gacil sangka-sangka banyak yang suka.

 Konten Gacil T-Garden

Teman-teman, tulisan ini Gacil posting bukan semata-mata ingin bersombong diri. Tidak! Gacil hanya ingin berbagi. Berbagi tentang berkarya untuk kreativitas bukan popularitas. Jika teman-teman Ngeyoutube dan Ngeblog hanya karena Popularitas dan Uang semata, teman-teman tidak salah. Gacil juga tidak munafik. Hanya saja, niatnya kurang benar. Popularitas dan Uang hanyalah nomor sekian. Berkaryalah karena teman-teman suka, karena teman-teman menganggap. Melalui karya teman-teman bisa bermanfaat dan dapat berbagi. Berkaryalah dengan iklas dan jujur tanpa bohong pada diri sendiri.

Apa cerita teman-teman selama ini? Proses apa yang paling dinikmati selama berkarya? Berkarya untuk apakah? Uang? Popularitas? Atau Kreativitas?

#Ceritagadiskecil

14 komentar:

  1. yuk buat konten yuk ven.. hahahaa sejiwa kita

    BalasHapus
  2. kalau aku untuk sekarang menulis sebagai salah satu healing 😁

    BalasHapus
  3. Saya sependapat kak e. Sebenarnya semua balik lg ke tujuan hidup masing2 sih ya menurut awak. Selama yg dilakuin tdk mengambil haknya org lain saya rasa mah syaaahhhh. Hehehe. Nice share kak.

    BalasHapus
  4. Niatan populer gak capai niat kesenangan dapat suatu yang hebat

    BalasHapus
  5. Dek ven udah alay dr SD aq koq alay nya pas kuliah yaa,,, ahaha yg penting tetap berkarya

    BalasHapus
  6. Bagus......inspiratif.....kembalikan niat awal kepada kebaikan.....

    BalasHapus
  7. benar sekali,, sebelum memulai apapun, perbaiki niat..

    BalasHapus
  8. saya juga suka menulis dari sejak pinter nulis. walo gak sampe nulis cerpen sih, paling nulis diari. tapi sejak diari awak dibaca adek awak di depan khalayak, awak stop nulis diari, takut ketauan lagi...

    BalasHapus
  9. Popularitas itu bonus.. berkarya jangan putus

    BalasHapus
  10. Kereeen deh...jadi pengen tak kenalin sama anak gadis 11tahunku

    BalasHapus
  11. Buku diary😂. Saya waktu sd hobi banget nulis dibuku diary

    BalasHapus

@way2themes