Lifestyle Blogger Medan - Hati-Hati dengan Hati - ceritagadiskecil.com - Blogger Medan Sumut

Minggu, 07 April 2019

Lifestyle Blogger Medan - Hati-Hati dengan Hati

Hanya Menulis yang bisa membuatku lupa tentang hati yang luka

.Sejak kemarin ingin sekali Gacil tulis tentang hal ini. Meluapkan seluruh rasa menjadi sebuah tulisan. Menjadi sebuah pembelajaran untuk kita semua. Berhati-hati dalam bersikap, berbicara dan bertanggung jawab atas segala sesuatunya. Tidak usah panjang lebar, Gacil ingin memulainya dari sebuah rasa ketidak adilan.

Memang Hanya Sebuah Nama

Nama memanglah hanya sebuah nama, namun nama adalah doa dari kedua orang tua yang dititipkan Allah, karena-Nya lah aku lahir di dunia ini. Diberi nama dan tumbuh menjadi besar. Nama asliku Peny Eriska, dalam menulis aku lebih suka dengan penulisan Venny Eriska. Kenapa? Karena ada trauma yang tak pernah kuceritakan kecuali sama mamak dan ayah. Entah kenapa, sejak membaca sebuah buku tentang terorisme, ingin sekali kubagikan dalam tulisan ini, hanya sebagai sebuah curhatan saja.

Sejak SD, SMP dan bahkan SMK aku tumbuh dengan rasa dan merasa tidak ada keadilan di lingkungan sekitar. Entah aku yang terlalu lebay, tapi itulah yang kualami. Entah berapa banyak dari mereka yang pernah hadir dalam hidupku meninggalkan luka, dan berbekas sampai saat ini. Entah berapa banyak luka yang sudah membekas. Aku lebih memilih diam, diam dan terus diam. Pada satu titik, aku tidak ingin diam.

Mulai dari hal kecil, nama PENY menjadi bully-an banyak orang. Entah apa yang ada dipikiran orang-orang itu. Hingga mereka melesatkan nama pemberian orang tuaku ini, menjadi sesuatu hal yang hina. Sering mereka memelesatkannya menjadi "PENIS" . Biarkan kali ini, aku menulis dengan kalimat frontal. Sudah tak tahan lagi dengan apa yang terjadi, hal sehina itu mereka sebutkan untuk memanggilku. Aku diam, bahkan mencoba acuh, tapi sampai saat ini, dan puncaknya ketika aku mengikuti sebuah workshop selama empat hari.

Di dalam kegiatan yang katanya, memahami pancasila, memahami toleransi, kedamaian dan entah apalah itu, yang membuatku semakin tak percaya adanya keadilan dan toleransi. Di sana, mungkin aku terlihat baik-baik saja. Namun, satu hal yang membuat aku merasa jijik berada di sana, ketika sebagain peserta lelaki yang melesetkan namaku menjadi PENIS, alat kelamin laki-laki yang tak selazimya disebutkan seperti itu. Pantaskah mereka? Orang-orang berpendidikkan, lebih dewasa dan kuanggap memiliki etika melakukan hal yang sama? Membuka lukaku kembali di masa SD, SMP dan SMK.

Hal yang kusesali, kenapa selalu saja dipertemukan dengan orang-orang seperti mereka? Orang-orang yang katanya tamatan sarjana, punya wawasan ini dan itu. Bahkan untuk menjaga hati orang lain dari hal kecil saja tidak bisa?

"Eh, kau dikenal sama kalangan anak cowok, namamu itu tambahin S," ujar salah satu peserta saat itu. Ingat, sangat ingat. Ingin sekali kucabekan muncungnya saat itu, aku masih diam.

Namun, saat kegiatan selesai, aku gak bisa diam saja. Aku utarakan, bertanya dan didengar seluruh peserta. "Bagaimana tanggapan kalian, jika dalam suatu kegiatan tentang toleransi, pancasila dan lain sebagainya. Masih saja ada yang melakukan bully nama?" lontarku dengan rasa marah yang memuncak. Tapi apa? Aku hanya ditertawakan, bahkan di antara mereka ada yang nyeletuk "Alah pengalaman dianya itu. Nama dianya tuh," namun tak ada satu pun panitia atau penyelenggara yang menengahi hal ini.

Aku tau, mungkin ini terlalu lebay bagi mereka. Aku masih ingat siapa orang-orangnya. Dendam? Ya! Ingin membalas? Tidak! Aku percaya, Allah akan membalasnya. Aku hanya ingin berbagi apa yang kurasakan. Tolong! siapapun kamu dengan siapapun kamu berbicara, apapun itu. Plis jangan pernah menyakitkan hati orang lain. Hati-Hati Dengan Hati. Terorisme dapat terjadi, salah satunya karena rasa sakit hati. Jangan pernah menumbuhkan benih dendam, amarah dan sakit di hati orang lain.  Its okey mungkin ini sudah takdir Allah. Sudah jadi jalanku selalu direndahkan.

#Ceritagadiskecil

13 komentar:

  1. Hai gadis kecil, bayangkan saat kamu terlahir didunia ini dengan penuh harapan dari orang tua, tak ada seorangpun yg bs mengecilkan kamu kecuali Allah SWT. Yakinlah, dan buang semua energi negatif dari orang2... Dan hempaskan kalimat 'Sudah jadi jalanku selalu direndahkan'. Siapa mereka memang bisa merendahkanmu.. Secara kita manusia semua sm dimata
    a Allah SWT. Semangat venny��

    BalasHapus
  2. Ya Allah Gacil, gak layak itu panitia buat acara begitu. Cuma teori aja.
    padahal nama adalah gift dari orangtua yang berisi doa.
    Iiiis pengen ikut nyabein lah...

    BalasHapus
  3. Tapi peny itu juga untuk menyebutkan nilai uang lho dek...
    Klo ndak salah di inggris, dulu baca komik lima sekawan, one peny.. Begitu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayak kata kak Linrana. Nama dengan mata uang luar negeri bisa berarti mudah rezeki. Dan dibutuhkan dan dicari banyak orang. Sukses terus gacil

      Hapus
  4. Ya betul sekali spt kak icha bilang nama adalah doa, orang tua punya tujuan kenapa kita dinamakan seperti itu, semangat ya dek gacil kalau ada bully spt itu lawan saja eh maksudnya bukan dgn kelahi ya hehe

    BalasHapus
  5. Semangat peny kaka pernah jg dibully meski ga keliatan. Nanti akan ada saat kita bersinar baru deh nyesal mereka tuh

    BalasHapus
  6. Ironi memang, di acara seperti itu justru terjadi hal yang sebaliknya.
    Tetap semangat dan terus maju. Hehe

    BalasHapus
  7. Jadi sedih membaca, masih banyak memang orang yang minim empati, merasakan apa yang dirasakan orang lain dengan menempatkan diri di posisi orang tersebut.

    Saya pernah mendapat perlakuan yang sama dalam kasus yang berbeda, itu sangat mempengaruhi psyko dan karakter.
    Saran saya ke dek Peny Eriska, coba balas dengan canda tapi agar bisa menenangkan hati, setelahnya dekati orang/sumber (pembully) katakan kepadanya bahwa kamu tidak suka dan bahwa dia telah melukai hatimu. Katakan bahwa kamu agar sangat menghargai dia jika tidak melakukan lagi. Sampaikan secara elegan, biasanya sih pengalaman saya, mereka balik respek.

    BalasHapus
  8. Go ahead, Gacil! Jadi inget sama founder IIP namanya juga Ibu Septi Peni. Nama yang indah kok. Tp emang bullying itu harus dilawan dan keberanian kamu maju dalam event tersebut sangat kece

    BalasHapus
  9. Uups.. maaf say. Mbak kurang suka kalimat penutupnya."Sudah jadi jalanku selalu direndahkan". Buktikan diri kita berharga. sayapun pernah merasakan pembullyan dan masih memekas sampai sekarang. Tapi aku akan bangkit.. Bahwa aku lebih baik dari mereka para pembully itu.

    BalasHapus
  10. Bullying lagi? Jangan diam aja. Tampar itu orang yang suka membully. Kalau ga berani, sini biar aku bantu tampar.

    Jengkel deh kalau ada yang suka membully. Apalagi aku pernah merasakan itu dan aku berhasil balas dendam karena aku pendendam. Sekali kali buat pelajaran.

    BalasHapus
  11. Dear dek...gemes bangt ya ketemu orang2 yang sembrono dalam berkata2, menganggap candaan padahal sebenarnya bullyan...miris. tapi fokus sama yang positip2 aja di sekitar kita ya, jangan lama2 mikirin mereka...semangat!

    BalasHapus

@way2themes