Lifestyle dan Food Blogger Medan: Inspirasi
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Agustus 2019

Travel Blogger Medan - Anak Rumahan Melalak ke Hutan Mangrove
07.53 23 Comments
Wisata Mangrove Percut Sei Tuan

Wisata Hutan Mangrove - Malam itu, Gacil sedang asik membalas pesan dari seorang yang menawarkan job menulis artikel motivasi dan bisnis. Di sela balas membalas berujung bernegosiasi. Masuk sebuah pesan baru yang membuat dahi berkerut. Pasalnya, ini pesan dari seseorang yang sudah lama tak berkabar sejak kejadian lalu. Inti pesannya, beliau mengajak Gacil untuk membuat liputan singkat di Hutan Mangrove Percut Sei Tuan.

Menuju Hutan Mangrove

Membaca pesannya, Gacil terhenyak sejenak. Lalu, mengirimkan beberapa kalimat setuju. Gacil suka sesuatu yang baru, dan Hutan Mangrove sepertinya sudah mengijinkan Gacil menelusuri keberadaanya. Kami sepakat untuk meliput di hari Rabu. Beliau menjemputku, tadinya sang istri yang akan membonceng, tapi karena ada urusan, beliau lah yang menjemput.


Oh iya, yang mengajakku ini adalah seseorang yang umurnya hampir sebaya dengan ayahku. Beliau, telah aku anggap sebagai Abang, dulu juga pernah mengajariku tentang berpuisi. Ya, sekitar dua tahunlah aku mengenalnya. Kami sempat tidak berkomunikasi, karena faktor yang tak dapat kuceritakan. Agak terkejut juga saat mendapat pesan darinya. Gacil tau beliau dan guru SMK Gacil dulu, sedang membangun Hutan Mangrove di Percut Sei Tuan sebagai tempat wisata. Dan liputan ini, akan dibawa ke Jakarta katanya.

Singkat cerita, di hari Rabu Gacil berangkat dari rumah bersama beliau. Sekitar setengah jam sampai lah di dusun sebelas, Palu Getah, desa Tanjung Rejo, kecamatan Percut Sei Tuan, kabupaten Deli Serdang. Ini pertama kalinya Gacil menginjak daerah ini, cukup pelosok dan lumayan terpencil. Di sepanjang jalan disuguhi hamparan sawah yang megah. Luar biasa, mata langsung seger lihat yang hijau-hijau.

Hutan Mangrove Percut Sei Tuan ini, rencananya akan dikelola menjadi wisata Bumi Mangrove yang di dalamnya, ada wisata mangrove, pemancingan alam, burung migran dan agro wisata. Pengelolanya pun masyarakat sekitar, terbentuk dalam Kelompok Hutan Tani Bakhti Nyata. Beranggotakan bapak-bapak kreatif yang ikut merawat hutan Mangrove ini.

Liputan Dimulai

Luas hutannya pun bukan main, kurang lebih 120 Hektar. Bayangkan, gimana mengelilingi dan menelusuri hutan ini. Sekitar jam 10 pagi, Gacil memulai liputan. Kalau biasanya Gacil yang jadi reporter, kali ini istri beliau yang menjadi reporternya. Baiklah, Gacil sebagai videografer ecek-ecek ini akan memulai liputan. Pertama memasuki hutan, anak rumahan kek Gacil gini agak takut ya. Takut ada binatang buas dan lain sebagainya, haha. Tapi, Gacil pura-pura cuek aja biar gak diketawain.

Sensasi jembatan hutan mangrove

Subhanallah ciptaan Allah, luar biasa! Berbagai jenis tanaman hidup di hutan ini, yang Gacil tau ada tanaman Berembang, Siapi-api, Tembakau dan banyak lagi jenisnya. Jalan yang dilalui pun masih asik. Namun, ketika sampai di penyebrangan ke daerah hutan lainnya. Gacil dihadapkan dengan titi sederhana, terdiri dari tiga susunan bambu yang diikat. Mau tidak mau, merekam dan berjalan di atas bambu itu. Kalau teman Gacil ada di momen itu, pasti akan terkekeh karena hampir saja tubuh kecil ini meleng dari titi.

Melihat Proses Racikan Makanan Khas Hutan Mangrove

Proses pengambilan gambar berjalan cukup baik. Mengasikkan, jadi tau apa itu mangrove. Tak hanya meneluhsuri hutannya, dalam liputan ini, juga mengambil gambar tentang proses pembuatan makan-makan khas yang diolah oleh masyarakat dari hutan Mangrove. Gila, ini kreatif banget sih. 

Proses pembelahan buah Nipah
Gacil baru tau kalau ada yang namanya buah Nipah. Sebangsa kolang kaling, tapi rasanya seperti kelapa, eh gak juga sih. Tau ah, pokonya baru ini Gacil rasa. Buah Nipah ini, bagus untuk perempuan dan mencegah kanker katanya. Nah, buahnya mau dibuat menjadi sirup Nipah. 

Selai Berembang

Sirup Berembang

Tidak hanya buah Nipah, ada juga buah Berembang. Nantinya, buah ini akan dijadikan selai dan dodol. Buah Berembang sendiri, rasanya asem-asem gitu. Seperti dondong atau mangga muda lah. Pengolahannya pun sederhana, mulai dari pengupasan buah, dirajang, lalu diblender kemudian disaring. Air patinya untuk sirup dan ampasnya untuk selesai atau dodol. Buah ini multifungsi gak ada yang dibuang kecuali kulitnya.

Peyek Jeruju


Peyek Jeruju

Kemudian ada daun renyah yang dapat dibuat menjadi olahan peyek. Daun apa itu? Gacil pun baru tau daun ini. Ya, ini hasil dari hutan Mangrove. Namanya daun Jeruju, daun yang bisa dibuat menjadi peyek jeruju. Prosesnya pun sederhana, hanya memakan waktu yang lumayan lama. Daun jerujui dibuang dari durinya, lalu direbus dengan abu sekam untuk membuang kadar asin, kemudian dicuci, dirembus lagi sampai tiga kali. Terakhir tinggal digoreng deh. Rasanya renyah dan gurih, lebih enak dari peyek bayam. 

Menikmati Si Puting Beliung


Pusing atau si Pitung Beliung

Sembari nyantai menikmati angin semilir. Udara panas tapi tak terasa panas, pasalnya di ujung hutan ini, terdapat selat malaka. Di sela menunggu prose pembuatan makanan khas Hutan Mangrove ini, Gacil dan bapak-bapak serta ibu-ibu yang ngumpul, mencicipi Pasung atau siput laut. Ada pula yang menyebutkan binatang laut ini, sebagai Puting Beliung. Ahaha, lucu ya namanya.

Si Pasung tadi, digoreng gitu saja sama si ibunya. Terus Gacil cicipi sedikit. Luar biasa, enak banget coy. Rasanya itu, kayak kerang tapi lebih kenyal, manis dan gurih-gurih enyoi. Katanya, satu kilo aja, 12 ribu gitu. Kalau teman Gacil mau, bisa cobain dan jangan lupa ajak Gacil.

Satu persatu gambar yang harus diambil pun selesai direkam. Kemudian, Gacil dan bapak-bapak serta ibu-ibunya lanjut perjalanan ke tempat Membatik Batik Mangrove. Menilik sejenak, proses membatiknya. 


Siapa yang pengen menelusuri hutan Mangrove ini? Biar bareng-bareng kita! Sekianlah cerita anak rumahan yang menelusuri hutan mangrove. Seru, tapi setelahnya badan pegal-pegal juga. Kelihatan kali jarang melalak ke alam. Yoklah kita melalak, haha.

Reading Time:

Sabtu, 27 Juli 2019

Trevel Blogger Medan - Taman Wisata Danau Siombak Wisata Kuliner Alam di Medan
09.24 3 Comments
Jalan-Jalan di Tempat Wisata Medan yuk!

Taman Wisata Danau Siombak

Taman Wisata Danau Siombak

Travel Blogger Medan - Bahagianya bisa ke Taman Wisata Danau Siombak wisata kunier alam di Medan. Bicara soal kota Medan, kalian pasti tau betapa asiknya jalan-jalan di kota Medan. Tidak sekadar kulinernya yang maknyus, tapi tempat wisata medan itu loh yang bikin hati senang. Kali ini, ceritagadiskecil.com berkesempatan berkunjung di salah satu wisata medan, Taman Wisata Danau Siombak. Kira-kira pengalaman seru apa yang bisa didapat dari mengunjungi tempat wisata ini ya? Penasaran, yuk kita jelajahi bareng!

Menikmati udara di pinggir Taman Wisata Danau Siombak


Lokasi Wisata

Teman-teman Gacil tentu masih ada yang belum tau dimana lokasi, wisata yang satu ini. Ya, kalau dibandingkan dengan Danau Toba, Taman Wisata Danau Siombak ini memang tidak terlalu dikenal. Namun, untuk mengenalnya kalian bisa ke main-main ke daerah Medan Marelan. Nah, lokasi pasnya itu di Jl. Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan. Kalian bisa melintasi dari Marelan Pasar Lima, setelah itu di pinggir jalan akan ada gapura dengan tulisan 'Danau Siombak'. Masuk deh ke jalan di dalam Gapura, tidak sampai lima menit kalian akan memasuki tempat wisata. Saat menuju wisatanya, kanan dan kiri akan disajikan deretan tambak ikan, tak jarang juga di ada yang memancing loh.

Bonceng bareng adek yok! Haha


Masuknya Berapa?

Taman Wisata Danau Siombak ini buka tidak hanya hari libur, hari senin hingga minggu tetap buka loh. Lalu, berapa ya masuk ke tempat wisata ini? Setiap hari, harga masuknya per orang Rp. 10.000 dengan fasilitas tiket masuk, teh botol dan gratis parkir. Cukup rekomended nih buat kalian yang ada di sekitaran Medan Marelan, Belawan, Martubung dan lainnya. Ketika lagi bokek tapi ingin menikmati udara segar dengan pemandangan danaunya, mampir aja ke sini ajak teman, keluarga, atau kalau ada pacar. Eh, suami atau istri aja bawa bahaya kalau pacar haha.

Masih menunggu ya menunggu

Ada Apa Aja di Wisatanya?

Selain suasana alam, alir semilir yang mondar mandir, ada juga spot-spot cantik dan tempat nongkrong santai. Di hari Sabtu dan Minggu, di sini juga sering ada live musik yang bisa dinikmati, lalu untuk anak-anak ada lokasi kolam renang di dalamnya, ada juga ayunan untuk bersantai. Kalau saran Gacil, teman-teman ke wisata ini lebih baik di jam-jam sebelas pagi, suasana masih happy banget buat nyantai, kalau sudah sore, pengunjung semakin ramai. Dan kalau siang hari ke sini, jangan takut panas meski terik, cahaya matahari tidak menyengat ditumbuh, entah kenapa mungkin karena di pinggir danau ya. 

Menariknya, di sini ada seperti both yang bisa kamu sewa untuk mengelilingi danaunya. Bisa jadi alternatif kamu dan keluarga untuk menikmati danau sekelilingnya. Kalau sudah lelah berkeliling, ada juga pondok-pondok kecil yang kamu singgahi dengan menyewa beberapa ribu saja. Bisa digunakan sekitar lima sampai delapan orang dewasa. Makan siang juga bisa memesan di kuliner sekitar danau, ada ikan bakar, nasi goreng, es kelapa atau jus jeruk yang segar.

Happy banget akunya

Kenapa Harus Taman Wisata Danau Siombak?

Menurut Gacil kenapa sih? Kalian harus pernah ke tempat wisata ini? Pertama, harga masuknya cukup rekomended untuk yang lagi nunggu gajian. kedua, jika kamu di sekitara Medan Marelan, Martubung atau rumpunan Medan Deli, wisata ini salah satu wisata terdekat di Medan yang gak perlu jauh-jauh kamu datangi. Ketiga, Nuansanya masih asri. Walau belum memiliki banyak wahana yang berbeda, di sini kamu bisa berselfie ria dengan spot cantiknya. Ketiga,  selain menjadi tempat wisata, siapa tau kamu punya rencana menikah dengan si dia dalam dekat ini. Taman wisata danau siombak juga menyediakan jasa lokasi untuk prewedding dan wedding outdoor di halaman terbuka. Tertarik?

Share pengalaman menarik kamu, mengunjungi tempat wisata di Medan yuk!

Reading Time:

Rabu, 24 April 2019

Lifestyle Blogger Medan - WHO ARE YOU? DRAMA KOREA BUKAN SEKADAR CINTA
02.33 25 Comments
Who Are You Drana Korea

Uhuk... Bicara soal film atau drama korea. Jujur aja, Gacil tak terlalu fanatik dengan negeri gingseng ini, lebih suka negeri sakura. Drama Korea yang pernah Gacil tonton itu cuman ada dua, Dream Hight dan Naughty Kiss. Kedua karya visual yang ajib. Dari segi visual, cerita, pesan dan alurnya cakep deh. Selain kedua karya visual itu Gacil gak pernah nonton Drama Korea.

Beberapa hari yang lalu, ketika play song lagu korea karya Jonghyun Shinee di youtube. Berjudul "Lonely" lagu yang paling Gacil suka setelah kabar kematian Jonghyun Shinee karena depresi lalu bunuh diri . Tidak sengaja ketemu lagu "RESET dengan video klip yang bisa membuat air mata Gacil netes gitu aja. Meski gak tau arti lagunya, Gacil pengen nangis aja. Nah, penasaran langsung search Drama Korea dari lagu RESET itu. Ketemu deh walau rada susah nyarinya.

Pemeran ceweknya mirip Gacil ka we..

Drama Korea dari lagu RESET itu ternyata 'WHO ARE YOU After School 2015' Drama Korea dengan 16 Episod. Satu-satunya Drama Korea yang bisa buat Gacil nagis dari awal episode sampai akhir episode berturut-turut. Kepala pusing karena air mata gak mau berhenti, mata bengkak terus diketawain adek, dada sesak pengen teriak kencang, kepikiran sepanjang hari, bahkan selalu kebayang akan apa yang ada di karya visual itu. Astaga, saat ini ketika Gacil menuliskanya untuk kalian, karya visual itu terus membayangi pikiran.

Gacil bukan tipe orang yang mudah jatuh hati pada sebuah film. Tapi, kalau udah satu film yang ngenak banget di hati. Pasti bakal teringat sampai kapanpun, misalnya seperti Dream Hight, film yang buat Gacil keep spirit, mempercayai bahwa apapun mimpi itu pasti akan nyata. Nah, kali ini begitu juga dengan film 'Who Are You ' ini. Gacil belajar banyak hal. Gacil percaya bahwa hidup ini seperti roda berputar, yang di bawah akan segera berada di atas, begitu sebaliknya.

Tidak seperti Drama Korea yang diceritakan teman-teman K-Pop Gacil. Kebanyakan pada baper soal romance-nya. Tapi, di Drama Korea 'Who Are You' ini, Gacil belajar tentang, mimpi, kehidupan, orang tua, guru, teman, cinta, perngorbanan, perjuangan dan keberanian dalam kebenaran. Hampir seluruh aspek kehidupan ada di Drama ini. Lalu, apa yang buat Gacil sampai begitu semangatnya, begitu sedihnya ketika nonton Drama ini? Ya, cerita dan alur yang luar biasa, pesan kehidupan yang membuat Gacil berpikir ulang tentang apa yang telah terjadi dalam kehidupan Gacil. Dalam review ini, tidak ada sinopsis, teman-teman bisa lihat sinopsisnya di google.

Ketika menuliskannya saja, air mata ini tetap aja netes. Ntahlah, kenapa begitu cengengnya Gacil jadi manusia. Cus aja download Drama Korea ini kalau pada mau nonton. Klik link Berikut ----------> Drama Korea Who Are You After School 2015

Adakah film yang begitu ngenak di hati teman-teman? Sharing yok di kolom komentar.

#Ceritagadiskecil
Reading Time:

Minggu, 07 April 2019

Lifestyle Blogger Medan - Hati-Hati dengan Hati
22.27 19 Comments
Hanya Menulis yang bisa membuatku lupa tentang hati yang luka

.Sejak kemarin ingin sekali Gacil tulis tentang hal ini. Meluapkan seluruh rasa menjadi sebuah tulisan. Menjadi sebuah pembelajaran untuk kita semua. Berhati-hati dalam bersikap, berbicara dan bertanggung jawab atas segala sesuatunya. Tidak usah panjang lebar, Gacil ingin memulainya dari sebuah rasa ketidak adilan.

Memang Hanya Sebuah Nama

Nama memanglah hanya sebuah nama, namun nama adalah doa dari kedua orang tua yang dititipkan Allah, karena-Nya lah aku lahir di dunia ini. Diberi nama dan tumbuh menjadi besar. Nama asliku Peny Eriska, dalam menulis aku lebih suka dengan penulisan Venny Eriska. Kenapa? Karena ada trauma yang tak pernah kuceritakan kecuali sama mamak dan ayah. Entah kenapa, sejak membaca sebuah buku tentang terorisme, ingin sekali kubagikan dalam tulisan ini, hanya sebagai sebuah curhatan saja.

Sejak SD, SMP dan bahkan SMK aku tumbuh dengan rasa dan merasa tidak ada keadilan di lingkungan sekitar. Entah aku yang terlalu lebay, tapi itulah yang kualami. Entah berapa banyak dari mereka yang pernah hadir dalam hidupku meninggalkan luka, dan berbekas sampai saat ini. Entah berapa banyak luka yang sudah membekas. Aku lebih memilih diam, diam dan terus diam. Pada satu titik, aku tidak ingin diam.

Mulai dari hal kecil, nama PENY menjadi bully-an banyak orang. Entah apa yang ada dipikiran orang-orang itu. Hingga mereka melesatkan nama pemberian orang tuaku ini, menjadi sesuatu hal yang hina. Sering mereka memelesatkannya menjadi "PENIS" . Biarkan kali ini, aku menulis dengan kalimat frontal. Sudah tak tahan lagi dengan apa yang terjadi, hal sehina itu mereka sebutkan untuk memanggilku. Aku diam, bahkan mencoba acuh, tapi sampai saat ini, dan puncaknya ketika aku mengikuti sebuah workshop selama empat hari.

Di dalam kegiatan yang katanya, memahami pancasila, memahami toleransi, kedamaian dan entah apalah itu, yang membuatku semakin tak percaya adanya keadilan dan toleransi. Di sana, mungkin aku terlihat baik-baik saja. Namun, satu hal yang membuat aku merasa jijik berada di sana, ketika sebagain peserta lelaki yang melesetkan namaku menjadi PENIS, alat kelamin laki-laki yang tak selazimya disebutkan seperti itu. Pantaskah mereka? Orang-orang berpendidikkan, lebih dewasa dan kuanggap memiliki etika melakukan hal yang sama? Membuka lukaku kembali di masa SD, SMP dan SMK.

Hal yang kusesali, kenapa selalu saja dipertemukan dengan orang-orang seperti mereka? Orang-orang yang katanya tamatan sarjana, punya wawasan ini dan itu. Bahkan untuk menjaga hati orang lain dari hal kecil saja tidak bisa?

"Eh, kau dikenal sama kalangan anak cowok, namamu itu tambahin S," ujar salah satu peserta saat itu. Ingat, sangat ingat. Ingin sekali kucabekan muncungnya saat itu, aku masih diam.

Namun, saat kegiatan selesai, aku gak bisa diam saja. Aku utarakan, bertanya dan didengar seluruh peserta. "Bagaimana tanggapan kalian, jika dalam suatu kegiatan tentang toleransi, pancasila dan lain sebagainya. Masih saja ada yang melakukan bully nama?" lontarku dengan rasa marah yang memuncak. Tapi apa? Aku hanya ditertawakan, bahkan di antara mereka ada yang nyeletuk "Alah pengalaman dianya itu. Nama dianya tuh," namun tak ada satu pun panitia atau penyelenggara yang menengahi hal ini.

Aku tau, mungkin ini terlalu lebay bagi mereka. Aku masih ingat siapa orang-orangnya. Dendam? Ya! Ingin membalas? Tidak! Aku percaya, Allah akan membalasnya. Aku hanya ingin berbagi apa yang kurasakan. Tolong! siapapun kamu dengan siapapun kamu berbicara, apapun itu. Plis jangan pernah menyakitkan hati orang lain. Hati-Hati Dengan Hati. Terorisme dapat terjadi, salah satunya karena rasa sakit hati. Jangan pernah menumbuhkan benih dendam, amarah dan sakit di hati orang lain.  Its okey mungkin ini sudah takdir Allah. Sudah jadi jalanku selalu direndahkan.

#Ceritagadiskecil
Reading Time:

Jumat, 29 Maret 2019

Lifestyle Blogger Medan - Membiarkan Diri di Pojok Literrasi  'FINANCIAL TECHNOLOGY YANG RAMAH BAGI MILLENIAL'
01.14 14 Comments


Pilihan selalu hadir dalam kehidupan kita. Tergantung kitanya gimana, memprioritaskan yang mana dulu. Harus pandai-pandai mendahulukan suatu hal lah.
Gacil di Pojok Literasi
Beberapa hari yang lalu, 21 Maret 2019. Gacil memutuskan untuk ijin kerja dan membiarkan diri, hadir di acara  Pojok Literasi dari Direktorat Jendral Informasi dan Komunikas Publik atau singkatnya @djikp . Ketika dapat undangan dari @bloggercrony , terus pas baca undangannya, Gacil lihat ada kata MILLENIAL di tema acaranya. Gacil yang notabe-nya seorang anak yang tumbuh di jaman Milenial. Langsung terpanggil untuk ikutan . Dalam hati "Diijinkan atau gak diijinkan mangkir dari kerjaan. Gua harus ikutan nih.Alhamdullilah, untungnya diijinkan dari kerjaan.


Sekitara jam dua belas siang. Gacil udah sampai di Caffe Potret Medan. Tempat acara berlangsung. Gilak! udah banyak peserta lainnya yang hadir. Rata-rata adalah anak Milenial. Yaiyalah, inikan acara anak Milenial. Nah, sebenarnya Pojok Literasi 'Financial Technology' ini acara apa sih? Kuy! Baca sampai selesai ya. Kalau ada yang baca gak sampe selesai, ntar calon istri atau calon suaminya dapat yang brewokan dan jorok loh. Haha (Ketawa jahat).

Mengenal Pojok Literasi 'Financial Technology' Ramah Bagi Milenial


pembukaan acara
Teman-teman Gacil yang baik hati, acara Pojok Literasi Fintech ini, pertama kalinya diadakan, terus yang dipilih Kota Medan loh. Anak Medan mana suaranya? Patut bergembira dan berbangga hati kita, karena Medan cukup dilirik untuk kegiatan-kegiatan yang berkualitas. Sama seperti acara Pojok Literasi Fintech atau Financial Technolog ini. Kegiatan yang diadakan untuk meningkatkan literasi keuangan melalui diseminasi informasi positif kepada seluruh lapisan masyarakat

Nah, Melalui Instruksi Presiden (Inpres) No. 9 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, khususnya Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, ditunjuk untuk memegang tanggung jawab sebagai pelaksana diseminasi dan edukasi tersebut melalui seluruh saluran komunikasi yang tersedia. 

Jadi, teman-teman Gacil, Strategi yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik itu, ya melalui kegiatan creative talks, mengajak  anak muda atau millenial kek Gacil inilah, menjadikan sebagai sebuah forum untuk mengembangkan wawasan, meningkatkan pemahaman kita, terhadap pemanfaatan financial technology atau gampangnya itu Fintech. Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informasi, menyelenggarakan kegiatan Pojok Literasi dalam bentuk creative talks dengan tema “Financial Technology yang Ramah bagi Millenial.

Kira-kira begitulah teman-teman, kenapa hadir acara ini. Sampai-sampai Gacil kehebohan untuk datang. Jarang-jarang loh, kita bisa mendapatkan ilmu langsung dari sumbernya. Di acara ini, kita bisa belajar dan bertanya langsung sama narasumber terpercaya seperti Ibu Septriana Tangkary seorang Direktur IKPM Kemenkeminfo, lalu ada Ibu Rosita Niken Widyastuti yang merupakan Sekretaris Jendral Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, kemudian ada Ibu Sondang Martha Samosir Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Bidang, Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terus ada Kak Melvin Mumpuni CFP, anak muda yang sudah menjadi Founder plus CEO aplikasi finansialku.com

Seluruh acara dimoderator-in sama Kakak kece yang ngudang Gacil, Kak Wardah Fajri dari Bloggercrony, akrabnya dipanggil Kak Wawa, sayang, kemarin belum sempat foto bareng. Pasti, banyak deh yang belum tau apa itu OJK dan fungsinya!! Tenang-tenang. Gacil bakal sharing kok, apa yang Gacil dapatka kemarin.

Sharing Pertama dari Ibu Rosita Niken Widyastuti


Live music
Acara santai ini dimulai sekitar pukul 14:00 wib. Benar-benar nyantailah! Pasalnya, tidak langsung mendengarkan ilmu dari pembicara. Millenial yang hadir, bisa santai sejenak mendengarkan live musik sambil nyemil snack yang sudah dihidangkan. Ketika para pemateri telah hadir, semua antusias memposisikan diri, duduk di tempat yang paling nyaman, kebetulan Gacil duduk paling depan, jadi bisa lihat dengan jelas wajah-wajah wanita sukses hehe. Sebelum acara mulai, semua dipandu untuk menyanyikan lagu Indonesia raya, berdoa dan pembukaan dari Ibu Septriana Tangkary seorang Direktur IKPM Kemenkeminfo.



Materi pertama dari Ibu Niken
Lanjut ke daging materinya, kek bakso aja yakan pake daging haha. Maksudnya, inti materi pertama dari Ibu Niken yang Gacil tangkep. Sharing pertama, hal baru yang bisa didapat dari Ibu Niken, Era Digitalisasi, pemerintah membantu Petani untuk go online. Petani bisa menaikkan harga melalui market place. Dengan cara menghindari pengepul. Nelayan go online. Lalu, ada juga 1000 startup. Di jaman serba digital ini, tentunya sudah kita rasakan sendiri ya teman-teman, coba deh sehari aja gak megang handphone, pasti kelinteran, kebingungan yakan? Nah, di jaman digital ini juga. Ibu Niken, mengajak kita betapa pentingnya menyimpan uang secara digital, khususnya kaum Milenial nih. Tentunya dengan pengetahuan yang luas ya mengenai Fintech atau Financial Technology ini.

Terus, Ibu Niken juga sharing nih, Keminfo tahun ini dengan digital 4.0, membutuhkan SDM yang memiliki kemampuan digital. Oleh karena itu, Keminfo menyediakan beasiswa untuk 20000 Millenial melalui Digital Talenta Scholarship 2019 yang akan dibuka pada bulan April ini. Siap-siap daftar gengs... pantengin aja website-nya keminfo. Karena di tahun 2018, pemerintah hanya menyediakan 1000 beasiswa dari 46000 Millenial yang sudah daftar.
 
Sharing Kedua dari Ibu
Sondang Martha Samosir dari OJK


Materi kedua dari Ibu Sondang
Sharing kedua ini, Ibu Sondang mengajak kita untuk mengenal terlebih dahulu apa sih itu OJK atau Otoritas Jasa Keuangan? Nah, Ibu Sondang menjelaskan bahwa OJK itu, tugasnya MENGATUR, MENGAWASI dan MELINDUNGI INDUSTRI JASA KEUANGAN. Seperti Perbank-an, perusahaan pasar modal dan industri keuangan non perbank-an dan Fintech. Apa sih yang OJK Lindungi? Nah,  yang dilindungi adalah semua konsumen yang menggunakan jasa keuangan, tentunya dari lembaga yang sudah terdaftar atau terlindungi oleh OJK ya. Bukan, lembaga keuangan yang ilegal ya. 

Terus gimana cara kita bisa bedakan Fintech yang terdaftar dan dilindungi oleh OJK, dengan lembaga Fintech yang tidak dilindungi, Gacil? Caranya gampang, cek aja langsung ke websit-nye OJK yaitu, www.konsumen.ojk.go.id, kalau gak punya paket buat cek website, minimal punya pulsalah untuk terhubung dengan OJK dengan cara telpon ke 157. Nah, Ibu Sondang memaparkan, saat ini terdapat 99 Fintech Lending yang sudah terdaftar di OJK, di antaranya 95 ada di Jabodetabek, 1 di Bandung, 1 di Lampung dan ada 2 di Surabaya.

Hal paling penting adalah tentang ini "Ketika ada orang tua kita yang ingin melakukan peminjaman di suatu lembaga. Kita harus arahkan orang tua kita. Tanya, apakah lembaga peminjaman tersebut sudah terdaftar atau belum di OJK". Jika kita atau orang tua kita belum tau apakah lembaga tersebut sudah terdaftar di OJK. Kita bisa gampang ceknya di website konsumen.ojk.go.id atau ojk.go.id atau juga telpon ke 157 gampangkan? Kenapa kita harus tau lembaga tersebut sudah terdaftar atau belum di OJK. Ya, jika nyatanya lembaga keuangan tersebut belum terdaftar, lalu ada terjadi masalah dengan uang kita, maka kita tidak bisa dapat perlindungan dari OJK.

Ibu Sondang juga mengatakan, OJK tidak punya otoritas untuk memberantas lembaga fintech yang ilegal. Karena itu merupakan ranah polisi. Namun, data yang diucapkan dari Ibu Niken, Keminfo sudah memblokir 211 website Fintech Ilegal.

Terakhir, Ibu Sondang membagikan resep keuangan untuk kita. Resepnya hampir sama yang ada di Buku Kerja Bukan untuk Uang yang gacil tulis, hihi. Kira-kira begini resepnya!
Jika kita punya uang atau gaji, maka 10% untuk keperluan darurat, 20% untuk tabungan, 30% untuk hutang jika ada dan 40% untuk biaya sehari-hari. So, menabung itu kewajiban, bukan menyisihkan jika ada sisa uang. Oke teman-teman?

Sharing Ketiga dari Kak Melvin Founder dan CEO Muda Nan Tampan  @finansialku_com
Materi ketiga dari Kak Melvin
Kak Melvin sharing tentang awal ia membangun finansialku.com teman-teman, Inspirasi yang bisa didapat dari kakak tampan ini, ia membangun financialku.com berawal dari tesis, ia dulunya juga sorang blogger. 
 
Tiga point sharing yang diberikan oleh kak Melvin ini :
1. Perencanaan Keuangan
2. Inklusi keuangan
3. Literasi keuangan

Keberadaan Kak Melvin inilah, membuktikan bahwa kedepannya digital terus meluas. Dan kita sebagai Milenial memiliki peluang yang besar di bidang digital, Bisa seperti Kak Melvin, yang telah memulai startup dalam Financial Technology. Suatu hal yang menjanjikan bukan? Bisa jadi, beberapa tahun ke depan, semua masyarakat akan menyimpan uang secara digital, aman dan praktis. tanpa harus melipat-lipat uang terus di masukkan kecelengan gambar ayam.  Kalau teman-teman mau tau lebih lanjut perencanaan keuangan. Bukan peminjaman keuangan yak... Langsung DM aja kak Melvin. Atau yang mau view blognya semakin naik bisa juga loh tanya-tanya ke instagramnya @Melvin_mumpuni . 



Sesi terakhir foto bersama pemateri dan moderator
Ya, begitulah sekilas kegiatan Gacil beberapa hari yang lalu. Semoga, teman-teman yang belum berkesempatan hadir, setidaknya tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan Literasi kita mengenai Financial Technology ya teman-teman. Hemm, kira-kira Gacil cocok gak ya jadi startup? Hihi...

#Ceritagadiskecil
Reading Time:

Sabtu, 02 Februari 2019

Lifestyle Blogger Medan - 4 Hal Yang Membuat Sebuah Komunitas Mati Suri Versi Cerita Gadis Kecil
19.59 14 Comments

Lifestyle Blogger Medan - Moshi...Moshi.... Sesekali nyapa teman Gacil dengan bahasa Jepang tak apa ya. Tulisan kali ini, Gacil mau berbagi sedikit pengalaman Gacil dalam berorganisasi ataupun berkomunitas. Beberapa komunitas yang pernah Gacil jajali yaitu, komunitas Film Medan Art of Cinemathogragraphy, Fisabilillah Production, Teenages Pictures. Kemudian komunitas literasi seperti Melek Media, FLP Medan dan Blogger Sumut. Lalu, organisasi kepemudaan Karang Taruna kota Medan.


Di antara komunitas dan organisasi tersebut, Gacil masih aktif hanya di FLP Medan dan Blogger Sumut. Kemudian, saat flashback ke beberapa komunitas ataupun Organisasi yang telah Gacil tinggalkan. Terbesit dipikiran Gacil. Apa ya yang membuat Sebuah Komunitas Mati Suri? Bahasa sederhananya 'Bubar atau Vakum'. Berikut 5 hal yang menjadi penyebabnya versi Cerita Gadis Kecil .

1. Semangat di Awal

Awal kali berkomunitas mengenal Medan Art Of Cinemathography

      Membuat sebuah komunitas memang sangat mudah, namun membangunnya belum tentu semua bisa. Ya, awal kali sebuah komunitas dibentuk, tentulah ada persamaan hobi maupun tujuan. Banyak rencana dan visi misi yang ingin diwujudkan. Namun, tidak semua yang dibicarakan terniatkan dalam hati. Jadinya, hanya semangat di awal saja.Ini hal sederhana membuat Sebuah Komunitas Mati Suri,

2. Terlalu Banyak Pemimpin

Forum Lingkar Pena Medan komunitas asik yang tidak mengekang dan erat persaudaraannya

       Sepatutnya dalam suatu organisasi atau komunitas, ada satu orang pemimpin yang dapat memandu, mengarahkan kemana arah organisasi/komunitas berlaju. Namun, pada nyatanya, penyebab mati surinya sebuah komunitas, disebabkan karena banyaknya orang yang ingin menjadi pemimpin, banyak orang yang ingin berkuasa dan banyak pengaruh-pengaruh yang tak sejalan. Sehingga arah laju organisasi atau komunitas, memiliki jalan yang bercabang. Ujung-ujungnya terjadi pertengkaran dan bubar.

3. Berkelompok-Kelompok

Pertama kalinya, ikut organisasi di Lingkungan sekitar rumah. Karang Taruna Medan

      Selain terlalu banyak yang ingin menjadi pemimpin di dalam sebuah komunitas atau organisasi. Berkelompok di dalam sebuah kelompok pun sering terjadi. Saling menceritakan teman sekomunitas atau seorganisasinya di belakang. Sehingga kekompak-kan pun tidak terjalin lagi. Si A dan Si B saling menjatuhkan padahal satu komunitas. Ada kelompok yang pro dengan si A ada juga kelompok yang pro dengan si B.

4. Memiliki Aktivitas Masing-Masing

Saat ini, hanya bergabung di Blogger Sumut, FLP Medan dan Karang Taruna

    Aktivitas individu yang ada di dalam komunitas atau organisasi tersebut. Sangat besar pengaruhnya terhadap bertahannya sebuah komunitas. Jika hari pertama pertemuan di dalam komunita. Maka, akan terlihat begitu banyak anggota dan keakraban. Jika sudah pertemuan kelima dan keenam. Bisa jadi, hanya ketuanya saja yang hadir, atau tidak pernah ada pertemuan karena bentroknya jadwal antar individu.

Bagaimana menurut teman Gacil? Apa yang membuat 'Mati Suri' sebuah komunitas atau organisasi?

#Ceritagadiskecil






Reading Time:

Selasa, 15 Januari 2019

Lifestyle Blogger Medan - Belajar dari Seorang Wanita yang Membuat Polisi Terdiam
03.27 15 Comments


 Hukum, Politik, Pemerintahan itu sangat menyebalkan untuk dibahas. Jika bicara tentang hukum dan politik. Pasti ujung-ujungnya akan ada perdebatan dan kontroversial. Pilih nomor berapa? Nomor ini aja blabla... Nomor itu aja blabla... Semua orang punya argumen dan opininya masing-masing tentang politik di Negeri ini. Lucunya, sikap saling menghormati atas opini orang lain sangat minim di Negei ini. Ah, sudahlah ya. Toleransi emang sulit ditemui pada zaman ini.

Tulisan Gacil kali ini, bukan ingin membahas politik maupun partai apalagi tentang Capres. Gacil merasa hal ini harus Gacil tulis sebagai reminder kita. Baik;ah. Beberapa waktu lalu, saat Gacil hendak berselancar ke Youtube untuk mencari bahan pelahjaran SBMPTN. Biasalah, pejuang SBMPTN pasti makananya soal mulu. Sejarah, Ekonomi, Sisiologi mulai menyelimuti malam-malam Gacil hahah. Lanjut, di halaman utama youtube. Mata Gacil ketarik, eh tertarik pada satu judul video seperti ini 'Viral. Polisi Terdiam Ditantang Wanita Paham Hukum'. Secara manusiawi, Gacil penasaran dong. Eh, jari ini ngeklik itu video yang berdurasi lebih dari lima menit.

Gacil tonton video tersebut sampai habis. Dimenit awal video, rasa penasaran Gacil semakin kuat. Pasalnya, terjadi sebuah pertengkaran anggun namun tampak memalukan. Di video tersebut, seorang Wanita yang masih terlihat muda, berpakaian syar'i serba pink dengan napasnya yang tesengal-sengal menahan emosi. Melontarkan kalimat yang membuat semua polisi terdiam, kurang lebih seperti ini kalimatnya "Saya butuh! Mana? Mana Amar Keputusannya Mana? Saya anak polisi, Saya taat aturan hukum. Mana? Kalian jangan asal saja!!" Wanita tersebut dengan nada emosi namun tetap tenang, membuat terdiam para gerombolan polisi yang hendak menggusur rumahnya.

Tampak sama sumber by Google

Dari menit pertama hingga akhir. Video yang direkam di Luwuk Sulawesi Tengah, membuat Gacil tersenyum miris. Ditambah kalimat yang terdapat di video membuat Gacil terpekik, 'Memanggil Keadilan di Tanah Kelahiran' . Inti dari video tesebut. Seorang wanita dengan pakaian syar'i-nya dan mengaku sebagai anak polisi, tak takut kepada polisi karena ia merasa benar. Wanita tersebut, masih dengan tenang dan nada suara tinggi terus meminta 'Amar Keputusan' atau perintah keputusan penggusuran atas rumahnya kepada para polisi yang bertugas. Namun, apa? Polisi yang ada di sana hanya diam dan tak menghiraukan  wanita tersebut. Tetapi, wanita tersebut terus miminta dan tidak ada respon dari polisi.

Miris. Gacil tidak tau apa yang terjadi pada negeri ini. Namun dari video berdurasi lima menit lebih. Gacil belajar. Siapapun dan apapun profesi kita. Seharunya, sebagai warga dan rakyat yang tinggal di negara hukum. Kita paham akan hukum. Seperti sang wanita yang terdapat dalam video. Ia tau hukum, ia menyuarakan kebenaran. Seandainya saja ia tidak tau hukum, mungkin ia hanya terdiam melihat rumahnya digusur.

Tidak hanya hal besar bahkan sampai ke hal terkecil. Ada apa dengan negeri kita? Apakah Negeri ini baik-baik saja? Ya, negeri ini tentu baik-baik saja. Hanya orang-orangnya saja yang seharusnya butuh perbaikan.

Teman Gacil. Yuk yang penasaran sama videonya. Tonton langsung. Klik video di bawah ini. Jika sudah selesai nonton. Berikan opini kamu tentang video tersebut ya... Kita sharing sama-sama. Berbagi ilmu dan opini.



#Ceritagadiskecil
Reading Time:

Jumat, 04 Januari 2019

Lifestyle Blogger Medan - Berkarya untuk Popularitas atau Kreativitas?
08.22 14 Comments


Dokumen By Ceritagadiskecil
Menulis sudah menjadi kebiasaan Gacil waktu SD dulu. Nulis apa? Apa aja yang terjadi pada saat itu. Nulis di buku diary harga lima belas ribu. Buku diary warna pink yang Gacil hiasi dengan foto Morgan Oey. Idola Gacil pada waktu itu. Siapa sih yang gak tau kegilaan Gacil pada pria yang sempat menjadi personil boyband kala itu. Guru les bahkan, menjanjikan Gacil tiket konser untuk melihat boyband itu. Jika Gacil bisa mendapat nilai Try Out tertinggi di kala itu. Benar saja, Gacil belajar dan berusaha mendapatkan nilai tertinggi. Demi mendapatkan tiket konser itu. Eh, setelah berhasil dapatkan nilai tertinggi, ternyata Gacil dibohongi, Boyband itu tak ada jadwal konser di kota Gacil. Salut! Guru Gacil cukup cerdik mendidik Gacil kala itu.

Kenangan Buku Diary pada masa SD

Back to topik. Gacil mulai menulis serius ya karena Kak Morgan. Dulu, dari SD sampai SMP ngidolain dia banget. Semua cerpen Gacil pemeran prianya pasti nama Morgan. Menulis menjadi hobi pada saat itu. Nulis puisi dan cerpen. Hingga saat ini, menulis sudah menjadi kebutuhan. Merampungkan Novel ketiga untuk di tahun 2019, doakan ya teman-teman. Berawal dari nulis cerpen yang di share di facebook dan grup, lalu berproses menulis novel cemeeh yang Gacil tulis pada SMP kelas tiga. Lanjut, berproses menulis novel yang lebih baik berjudul Sensei, kemudian menulis di koran, menulis di dinding dan kope’an eh bercanda deng. Gacil gak pernah ngopek loh ya. Nyontek sering haha. Terus menulis, menulis apa saja yang Gacil rasa perlu ditulis. Dulu, awal kali nulis gak punya beban apa-apa. Gak mikiri EYD atau plot alur dan ending semua mengalir begitu saja. Sekarang, belajar dan mulai memahami EYD walau terkadang itu menghambat kejujuran dalam menulis, tapi harus diperbaiki.

Saat ini, mempelajari EYD sedikit demi sedikit. Menulis tetap mengalir, tanpa outline atau kerangka. Seperti tulisan ini, mengalir begitu saja diketik dengan dua jari. Maklum gak pande sepuluh jari, lebih nyaman dua jari, eh sebelas jari deng. Menulis apa yang ingin hati sampaikan. Itu prinsip Gacil dalam menulis apapun itu. Menulis seperti bertutur, menulis apa adanya tanpa membohongi rasa. Semua mengalir begitu saja.

Ecek-eceknya candid

Lalu, tak sekedar menulis. Gacil sempat ngeyoutube di tahun 2017. Vakum di tahun 2018 hingga sekarang karena fasilitas yang terbatas. Menulis dan Ngeyoutube apakah sekadar hobi Gacil? Tentu tidak! Kala itu, menulis dan ngeyoutube dua hal yang sering digembar-gemborkan cara mudah menjadi terkenal karena menulis di blog atau ngeyoutube. Dua kegiatan ini, juga sering dielu-elukan karena dianggap menghasilkan banyak uang. Gacil tergiur untuk mati-matian ngeyoutube biar subscribernya banyak dan diadsesnse terus dapat uang dan terkenal pula.
   
Konten youtube jenis ini dan itu sudah pernah Gacil cobain, kecuali konten tit…. Hahah. Iya, jangan sampe deh. Konten tutorial make up, konten jalan-jalan atau apapun itu sudah Gacil coba. Bagitu juga dengan nulis, Gacil nulis sebagus bagusnya untuk dilombakan, di share sana sini biar dikenal dan dapat banyak uang. Tapi apa? Gacil dapat banyak pembelajaran. Semua ambisi, konten-konten yang Gacil anggap bagus itu, hanya palsu. Gacil niat membuatnya hanya untuk popularitas dan uang. Hingga, Allah tak pernah mengijinkan Gacil mendapatkannya. Gacil lelah buat konten youtube karena uang dan popularitas juga tak Gacil dapat. Begitu juga nulis, karena niatnya uang dan popularitas akhirnya Gacil gak pernah menang.

Namun, setelah niat-niat tak baik itu. Gacil tetap membuat konten yang sesuai Gacil inginkan, tanpa memikirkan adakah yang subscribe, adakah yang ngelike? Kali ini tidak. Gacil membuatnya mengalir begitu saja.

Ternyata, niat memang penentu hasil. 

Gacil senang membuat konten yang sesuai hati Gacil. Eh, Allah membalasnya dengan yang tak pernah Gacil sangka-sangka. kali ini Gacil membuat konten, tak bermaskud mengejar uang dan popularitas. Semata-mata Gacil hanya ingin berbagi saja. Tapi, Allah memberikan Uang dan Popularitas yang sewajarnya.


Berkarya untuk Kreativitas

Misalnya saja, kala itu Gacil pernah membuat konten youtube Wisat T-Garden yang begitu terkenal saat ini. Nah, saat membuat konten itu. Gacil gak pernah membayangkan mendapatkan banyak viewers dan subscribers yang banyak. Saat itu, niatnya hanya untuk kesenangan dan tugas sekolah. Kesenangan karena Gacil hobi jadi reporter-reporter gitu. Eh, Gak taunya konten yang ini buming dan mendapatkan hampir 64ribu viewers. Gacil dikenal beberapa orang di kampung karena konten yang juga tak Gacil sangka-sangka banyak yang suka.

 Konten Gacil T-Garden

Teman-teman, tulisan ini Gacil posting bukan semata-mata ingin bersombong diri. Tidak! Gacil hanya ingin berbagi. Berbagi tentang berkarya untuk kreativitas bukan popularitas. Jika teman-teman Ngeyoutube dan Ngeblog hanya karena Popularitas dan Uang semata, teman-teman tidak salah. Gacil juga tidak munafik. Hanya saja, niatnya kurang benar. Popularitas dan Uang hanyalah nomor sekian. Berkaryalah karena teman-teman suka, karena teman-teman menganggap. Melalui karya teman-teman bisa bermanfaat dan dapat berbagi. Berkaryalah dengan iklas dan jujur tanpa bohong pada diri sendiri.

Apa cerita teman-teman selama ini? Proses apa yang paling dinikmati selama berkarya? Berkarya untuk apakah? Uang? Popularitas? Atau Kreativitas?

#Ceritagadiskecil
Reading Time:

Minggu, 30 Desember 2018

Lifestyle Blogger Medan - Ini Cara Gadis Kecil Menyambut Tahun Baru
22.04 17 Comments


Dokumentasi by ceritagadiskecil

Malam tahun baru mau kemana? Jalan sama siapa? Bakar-bakar yuk. Ah aku di rumah ajalah, sama teman dong. Jalan sama si ayang beb. Duh, kalau sudah mau tahun baru, pertanyaan-pertanyaan mau kemana selalu saja Gacil dengar. Lalu, bagaimana dengan nasib Gacil yang tak punya pacar apalagi teman jalan, sedangkan keluarga saja tak hobi jalan-jalan. Selayaknya remaja, gadis kecil tentunya kepengen toh, jalan-jalan menikmati malam tahun baru dengan bahagia? Yaps, Gacil juga ingin menikmati rasanya Tahun Baru. Tapi sama siapa? Hahah miris sekali memang.

Sedikit curhat, Tahun Lalu, Gacil ngambek sama ayah yang tak mau diajak keluar. Di rumah, hanya ada Gacil, mamak dan Ayah. Sedangkan Adek, jalan-jalan sama temannya. Di status Facebook, di feed Instagram dan di story WA. Teman-teman Gacil pada share momen bahagia, ada yang jalan-jalan bareng pacarnya ke gunung sibayak. Ada juga yang bakar-bakar bareng teman segenknya, terus ada lagi yang ngumpul bareng keluarga. Gacil cuman mantengin ponsel dan nonton TV di rumah. 

Gak asik, ah kenapa gini banget sih? Pikir Gacil pada waktu itu. Di kamar yang minimalis, Gacil mengurung  diri, ngambek sama Ayah yang gak mau diajak keluar. Padahal Gacil cuman mau jalan-jalan melihat dunia malam. Beli bakso bakar aja pun jadilah, Ayah emang susah diajak. Nih ya, kalau Gacil bisa naik kereta, pasti gak perlu minta-minta, ngebujuk biar keluar. Akhirnya, karena kesel Gacil nangis tersedu-sedu di kamar.

“Kenapa nak?” Tanya Ayah. Semakin ditanya kenapa, Gacil semakin sedih. Kenapa ngerasa sepi ya? Meski diajaran agama Gacil tidak ada yang namanya tahun baru, entah kenapa, keluar di malam itu bisa membuat Gacil lebih baik moodnya.

“Malam tahun baru di rumah, adek gak ada. Aku sendiri gak ada saudara.” Ujar Gacil sambil nangis tersedu-sedu. Sebenarnya gak bermaksud untuk membuat suasana sedrama ini. Tapi, sekilas Gacil teringat dan rindu sama nenek Gacil yang biasa panggil Uwek. Uwek yang Gacil sayangi karena ia sayang sekali sama Gacil.

Terjadilah drama nangis tersedu-sedu. Sampai akhirnya, ayah tak tega dan kami bertiga keluar, keliling-keliling saja. Cukuplah menghapus air mata, tapi sudah terlanjur mata bengab karena nangis. Gacil, Ayah dan Mamak beli bakso bakar dan Sate Ati yang dibakar.

Nah, kejadian drama ini terjadi tahun lalu, ketika menyambut tahun 2018. Eh, sekarang udah mau dipenghujung tahun 2018. Apakah Gacil akan berlaku hal yang sama? Tidak, kali ini Gacil udah berpikir lebih dewasa. Menikmati akhir tahun di rumah, fokus memplaning apa yang akan Gacil tuju, apa yang akan menjadi mimpi Gacil yang harus diwujudkan di Tahun 2019. 

Mimpi di Tahun 2017 kembali mendapatkan juara

Paling utama dan yang terdekat adalah dapat lulus SBMPTN dan bisa masuk di Universitas Negeri Sumatera Uatara Jurusan Ilmu Komunikasi. Selain itu, menyelesaikan novel ketiga yang mungkin berjudul ‘Cerita Gadis Keci’, terus pengennya di tahun 2019 sudah ada kamera yang bisa dimanfaatkan buat ngevlog, ngeblog ataupun cari uang tambahan untuk biaya kuliah. Ah, semoga saja Allah berbaik hati, mengabulkan semua mimpi-mimpi Gacil di tahun 2019 . Ya, daripada jalan-jalan dan menghabiskan uang lalu merayakan yang tak seharusnya dirayakan. Gacil putuskan menyambut akhir, dengan menulis mimpi-mimpi di kertas mimpi miliki Gacil.

Mimpi di tahun 2018 menyelesaikan UN dengan baik dan menjadi siswa terbaik

Mimpi kecil yang terwujud, tulisan berupa puisi dan artikel bisa terbit di koran

Dulu, pingin kali bisa makan enak. Salah satunya makan di Mie Ayam Mahmud. Eh, kesampaian makan gratis.
Mendapat piala. Dulu pengen kali punya piala, eh di tahun 2015 dapat piala pertama
sebagai Sutradara terbaik di FFA 2015.

Alhamdulillah, melewati 2017 dan 2018 sudah banyak mimpi-mimpi yang dapat Gacil raih. Ini cara Gacil menyambut Tahun Baru. Simak juga cerita Gacil tentang mendapatkan hal-hal yang Gacil ingin kan secara Gratis, tinggal klik aja link ini Belanja dan Makan Enak Tanpa Uang. Bagaimana cara teman-teman menyambut Tahu Baru? Sharing ke Gacil yuk.


Dream di 2019. Doakan ya teman-teman

#Ceritagadiskecil

Reading Time:

Minggu, 23 Desember 2018

Lifestyle Blogger Medan - Sebuah Cerita di Rumah Sederhana
19.41 6 Comments


By Ceritagadiskecil

Lifestyle Blogger Medan - Di sebuah rumah yang sederhana tinggalah sebuah keluarga yang di dalamnya ada Cinta, Kekayaan, Kecantikkan, dan Kesedihan. Mereka memiliki sifat yang berbeda-beda. Hingga suatu ketika, rumah sederhana itu terbakar. 
 
Cinta terjerat dalam situasi yang sulit. Sang jago merah semakin membara menghanguskan rumah secara perlahan. Masing-masing dari mereka menyelamatkan diri. Pertama kali yang melewati cinta saat  terjerat kayu berapi adalah Kekayaan.. Cinta meminta tolong pada Kekayaan untuk membantu dirinya keluar dari perangkap itu. 

Namun, Kekayaan menolak. Ia berkata
“Maaf Cinta aku tak biasa. Tangan dan tubuhku telah penuh. Aku harus menyelamatkan harta-harta ini terlebih dahulu.”

Cinta bersedih, Lalu sang istri Cinta, si Kecantikkan melewatinya. Cinta tersenyum, Ia yakin Kecantikan akan membantunya.
“Istriku, bantu aku…” ucap Cinta.
Kecantikkan menjawab “Maaf suamiku, Aku tak bisa. Jika aku menolongmu kecantikkanku menghilang,” Cinta semakin bersedih hati,.
     
Api mulai merayap ke tubuhnya. Lewatlah sang Kesedihan, Cinta berharap banyak dengan Kesedihan. Ia berkali-kali memanggil sang Kesedihan tetapi Kesedihan enggan menoleh tampaknya sang Kesedihan tak sadar sangking sedihnya.
        
Cinta sangat putus asa ia berpasrah diri, matanya terpejam pasrah saat api mulai merayap ke tubuhnya. Namun, seseorang datang mengangkat tubuh yang menua itu dari si jago merah. Cinta membuka mata ia sangat terkejut, dirinya telah terselamatkan.
     
 “Kesetiaan? kau yang menyelamatkan aku nak? Bukankah kau telah menjauh dari kehidupanku dan pergi meninggalkan rumah ini?” Ujar Cinta tak percaya.
     
 “Aku bukan pergi dan menjauh ayah. Tapi aku selalu berada di samping ayah walau jarak memisahkan.” Ujar Kesetiaan dan memeluk Cinta.

Teman-teman, apa yang bisa kamu ambil dari Cerita di Sebuah Rumah Sederhana ini?

#Ceritagadiskecil
Reading Time:

@way2themes