Lifestyle dan Food Blogger Medan: Tips
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Februari 2019

Lifestyle Blogger Medan - 4 Hal Yang Membuat Sebuah Komunitas Mati Suri Versi Cerita Gadis Kecil
19.59 14 Comments

Lifestyle Blogger Medan - Moshi...Moshi.... Sesekali nyapa teman Gacil dengan bahasa Jepang tak apa ya. Tulisan kali ini, Gacil mau berbagi sedikit pengalaman Gacil dalam berorganisasi ataupun berkomunitas. Beberapa komunitas yang pernah Gacil jajali yaitu, komunitas Film Medan Art of Cinemathogragraphy, Fisabilillah Production, Teenages Pictures. Kemudian komunitas literasi seperti Melek Media, FLP Medan dan Blogger Sumut. Lalu, organisasi kepemudaan Karang Taruna kota Medan.


Di antara komunitas dan organisasi tersebut, Gacil masih aktif hanya di FLP Medan dan Blogger Sumut. Kemudian, saat flashback ke beberapa komunitas ataupun Organisasi yang telah Gacil tinggalkan. Terbesit dipikiran Gacil. Apa ya yang membuat Sebuah Komunitas Mati Suri? Bahasa sederhananya 'Bubar atau Vakum'. Berikut 5 hal yang menjadi penyebabnya versi Cerita Gadis Kecil .

1. Semangat di Awal

Awal kali berkomunitas mengenal Medan Art Of Cinemathography

      Membuat sebuah komunitas memang sangat mudah, namun membangunnya belum tentu semua bisa. Ya, awal kali sebuah komunitas dibentuk, tentulah ada persamaan hobi maupun tujuan. Banyak rencana dan visi misi yang ingin diwujudkan. Namun, tidak semua yang dibicarakan terniatkan dalam hati. Jadinya, hanya semangat di awal saja.Ini hal sederhana membuat Sebuah Komunitas Mati Suri,

2. Terlalu Banyak Pemimpin

Forum Lingkar Pena Medan komunitas asik yang tidak mengekang dan erat persaudaraannya

       Sepatutnya dalam suatu organisasi atau komunitas, ada satu orang pemimpin yang dapat memandu, mengarahkan kemana arah organisasi/komunitas berlaju. Namun, pada nyatanya, penyebab mati surinya sebuah komunitas, disebabkan karena banyaknya orang yang ingin menjadi pemimpin, banyak orang yang ingin berkuasa dan banyak pengaruh-pengaruh yang tak sejalan. Sehingga arah laju organisasi atau komunitas, memiliki jalan yang bercabang. Ujung-ujungnya terjadi pertengkaran dan bubar.

3. Berkelompok-Kelompok

Pertama kalinya, ikut organisasi di Lingkungan sekitar rumah. Karang Taruna Medan

      Selain terlalu banyak yang ingin menjadi pemimpin di dalam sebuah komunitas atau organisasi. Berkelompok di dalam sebuah kelompok pun sering terjadi. Saling menceritakan teman sekomunitas atau seorganisasinya di belakang. Sehingga kekompak-kan pun tidak terjalin lagi. Si A dan Si B saling menjatuhkan padahal satu komunitas. Ada kelompok yang pro dengan si A ada juga kelompok yang pro dengan si B.

4. Memiliki Aktivitas Masing-Masing

Saat ini, hanya bergabung di Blogger Sumut, FLP Medan dan Karang Taruna

    Aktivitas individu yang ada di dalam komunitas atau organisasi tersebut. Sangat besar pengaruhnya terhadap bertahannya sebuah komunitas. Jika hari pertama pertemuan di dalam komunita. Maka, akan terlihat begitu banyak anggota dan keakraban. Jika sudah pertemuan kelima dan keenam. Bisa jadi, hanya ketuanya saja yang hadir, atau tidak pernah ada pertemuan karena bentroknya jadwal antar individu.

Bagaimana menurut teman Gacil? Apa yang membuat 'Mati Suri' sebuah komunitas atau organisasi?

#Ceritagadiskecil






Reading Time:

Selasa, 15 Januari 2019

Lifestyle Blogger Medan - Belajar dari Seorang Wanita yang Membuat Polisi Terdiam
03.27 15 Comments


 Hukum, Politik, Pemerintahan itu sangat menyebalkan untuk dibahas. Jika bicara tentang hukum dan politik. Pasti ujung-ujungnya akan ada perdebatan dan kontroversial. Pilih nomor berapa? Nomor ini aja blabla... Nomor itu aja blabla... Semua orang punya argumen dan opininya masing-masing tentang politik di Negeri ini. Lucunya, sikap saling menghormati atas opini orang lain sangat minim di Negei ini. Ah, sudahlah ya. Toleransi emang sulit ditemui pada zaman ini.

Tulisan Gacil kali ini, bukan ingin membahas politik maupun partai apalagi tentang Capres. Gacil merasa hal ini harus Gacil tulis sebagai reminder kita. Baik;ah. Beberapa waktu lalu, saat Gacil hendak berselancar ke Youtube untuk mencari bahan pelahjaran SBMPTN. Biasalah, pejuang SBMPTN pasti makananya soal mulu. Sejarah, Ekonomi, Sisiologi mulai menyelimuti malam-malam Gacil hahah. Lanjut, di halaman utama youtube. Mata Gacil ketarik, eh tertarik pada satu judul video seperti ini 'Viral. Polisi Terdiam Ditantang Wanita Paham Hukum'. Secara manusiawi, Gacil penasaran dong. Eh, jari ini ngeklik itu video yang berdurasi lebih dari lima menit.

Gacil tonton video tersebut sampai habis. Dimenit awal video, rasa penasaran Gacil semakin kuat. Pasalnya, terjadi sebuah pertengkaran anggun namun tampak memalukan. Di video tersebut, seorang Wanita yang masih terlihat muda, berpakaian syar'i serba pink dengan napasnya yang tesengal-sengal menahan emosi. Melontarkan kalimat yang membuat semua polisi terdiam, kurang lebih seperti ini kalimatnya "Saya butuh! Mana? Mana Amar Keputusannya Mana? Saya anak polisi, Saya taat aturan hukum. Mana? Kalian jangan asal saja!!" Wanita tersebut dengan nada emosi namun tetap tenang, membuat terdiam para gerombolan polisi yang hendak menggusur rumahnya.

Tampak sama sumber by Google

Dari menit pertama hingga akhir. Video yang direkam di Luwuk Sulawesi Tengah, membuat Gacil tersenyum miris. Ditambah kalimat yang terdapat di video membuat Gacil terpekik, 'Memanggil Keadilan di Tanah Kelahiran' . Inti dari video tesebut. Seorang wanita dengan pakaian syar'i-nya dan mengaku sebagai anak polisi, tak takut kepada polisi karena ia merasa benar. Wanita tersebut, masih dengan tenang dan nada suara tinggi terus meminta 'Amar Keputusan' atau perintah keputusan penggusuran atas rumahnya kepada para polisi yang bertugas. Namun, apa? Polisi yang ada di sana hanya diam dan tak menghiraukan  wanita tersebut. Tetapi, wanita tersebut terus miminta dan tidak ada respon dari polisi.

Miris. Gacil tidak tau apa yang terjadi pada negeri ini. Namun dari video berdurasi lima menit lebih. Gacil belajar. Siapapun dan apapun profesi kita. Seharunya, sebagai warga dan rakyat yang tinggal di negara hukum. Kita paham akan hukum. Seperti sang wanita yang terdapat dalam video. Ia tau hukum, ia menyuarakan kebenaran. Seandainya saja ia tidak tau hukum, mungkin ia hanya terdiam melihat rumahnya digusur.

Tidak hanya hal besar bahkan sampai ke hal terkecil. Ada apa dengan negeri kita? Apakah Negeri ini baik-baik saja? Ya, negeri ini tentu baik-baik saja. Hanya orang-orangnya saja yang seharusnya butuh perbaikan.

Teman Gacil. Yuk yang penasaran sama videonya. Tonton langsung. Klik video di bawah ini. Jika sudah selesai nonton. Berikan opini kamu tentang video tersebut ya... Kita sharing sama-sama. Berbagi ilmu dan opini.



#Ceritagadiskecil
Reading Time:

Jumat, 04 Januari 2019

Lifestyle Blogger Medan - Berkarya untuk Popularitas atau Kreativitas?
08.22 14 Comments


Dokumen By Ceritagadiskecil
Menulis sudah menjadi kebiasaan Gacil waktu SD dulu. Nulis apa? Apa aja yang terjadi pada saat itu. Nulis di buku diary harga lima belas ribu. Buku diary warna pink yang Gacil hiasi dengan foto Morgan Oey. Idola Gacil pada waktu itu. Siapa sih yang gak tau kegilaan Gacil pada pria yang sempat menjadi personil boyband kala itu. Guru les bahkan, menjanjikan Gacil tiket konser untuk melihat boyband itu. Jika Gacil bisa mendapat nilai Try Out tertinggi di kala itu. Benar saja, Gacil belajar dan berusaha mendapatkan nilai tertinggi. Demi mendapatkan tiket konser itu. Eh, setelah berhasil dapatkan nilai tertinggi, ternyata Gacil dibohongi, Boyband itu tak ada jadwal konser di kota Gacil. Salut! Guru Gacil cukup cerdik mendidik Gacil kala itu.

Kenangan Buku Diary pada masa SD

Back to topik. Gacil mulai menulis serius ya karena Kak Morgan. Dulu, dari SD sampai SMP ngidolain dia banget. Semua cerpen Gacil pemeran prianya pasti nama Morgan. Menulis menjadi hobi pada saat itu. Nulis puisi dan cerpen. Hingga saat ini, menulis sudah menjadi kebutuhan. Merampungkan Novel ketiga untuk di tahun 2019, doakan ya teman-teman. Berawal dari nulis cerpen yang di share di facebook dan grup, lalu berproses menulis novel cemeeh yang Gacil tulis pada SMP kelas tiga. Lanjut, berproses menulis novel yang lebih baik berjudul Sensei, kemudian menulis di koran, menulis di dinding dan kope’an eh bercanda deng. Gacil gak pernah ngopek loh ya. Nyontek sering haha. Terus menulis, menulis apa saja yang Gacil rasa perlu ditulis. Dulu, awal kali nulis gak punya beban apa-apa. Gak mikiri EYD atau plot alur dan ending semua mengalir begitu saja. Sekarang, belajar dan mulai memahami EYD walau terkadang itu menghambat kejujuran dalam menulis, tapi harus diperbaiki.

Saat ini, mempelajari EYD sedikit demi sedikit. Menulis tetap mengalir, tanpa outline atau kerangka. Seperti tulisan ini, mengalir begitu saja diketik dengan dua jari. Maklum gak pande sepuluh jari, lebih nyaman dua jari, eh sebelas jari deng. Menulis apa yang ingin hati sampaikan. Itu prinsip Gacil dalam menulis apapun itu. Menulis seperti bertutur, menulis apa adanya tanpa membohongi rasa. Semua mengalir begitu saja.

Ecek-eceknya candid

Lalu, tak sekedar menulis. Gacil sempat ngeyoutube di tahun 2017. Vakum di tahun 2018 hingga sekarang karena fasilitas yang terbatas. Menulis dan Ngeyoutube apakah sekadar hobi Gacil? Tentu tidak! Kala itu, menulis dan ngeyoutube dua hal yang sering digembar-gemborkan cara mudah menjadi terkenal karena menulis di blog atau ngeyoutube. Dua kegiatan ini, juga sering dielu-elukan karena dianggap menghasilkan banyak uang. Gacil tergiur untuk mati-matian ngeyoutube biar subscribernya banyak dan diadsesnse terus dapat uang dan terkenal pula.
   
Konten youtube jenis ini dan itu sudah pernah Gacil cobain, kecuali konten tit…. Hahah. Iya, jangan sampe deh. Konten tutorial make up, konten jalan-jalan atau apapun itu sudah Gacil coba. Bagitu juga dengan nulis, Gacil nulis sebagus bagusnya untuk dilombakan, di share sana sini biar dikenal dan dapat banyak uang. Tapi apa? Gacil dapat banyak pembelajaran. Semua ambisi, konten-konten yang Gacil anggap bagus itu, hanya palsu. Gacil niat membuatnya hanya untuk popularitas dan uang. Hingga, Allah tak pernah mengijinkan Gacil mendapatkannya. Gacil lelah buat konten youtube karena uang dan popularitas juga tak Gacil dapat. Begitu juga nulis, karena niatnya uang dan popularitas akhirnya Gacil gak pernah menang.

Namun, setelah niat-niat tak baik itu. Gacil tetap membuat konten yang sesuai Gacil inginkan, tanpa memikirkan adakah yang subscribe, adakah yang ngelike? Kali ini tidak. Gacil membuatnya mengalir begitu saja.

Ternyata, niat memang penentu hasil. 

Gacil senang membuat konten yang sesuai hati Gacil. Eh, Allah membalasnya dengan yang tak pernah Gacil sangka-sangka. kali ini Gacil membuat konten, tak bermaskud mengejar uang dan popularitas. Semata-mata Gacil hanya ingin berbagi saja. Tapi, Allah memberikan Uang dan Popularitas yang sewajarnya.


Berkarya untuk Kreativitas

Misalnya saja, kala itu Gacil pernah membuat konten youtube Wisat T-Garden yang begitu terkenal saat ini. Nah, saat membuat konten itu. Gacil gak pernah membayangkan mendapatkan banyak viewers dan subscribers yang banyak. Saat itu, niatnya hanya untuk kesenangan dan tugas sekolah. Kesenangan karena Gacil hobi jadi reporter-reporter gitu. Eh, Gak taunya konten yang ini buming dan mendapatkan hampir 64ribu viewers. Gacil dikenal beberapa orang di kampung karena konten yang juga tak Gacil sangka-sangka banyak yang suka.

 Konten Gacil T-Garden

Teman-teman, tulisan ini Gacil posting bukan semata-mata ingin bersombong diri. Tidak! Gacil hanya ingin berbagi. Berbagi tentang berkarya untuk kreativitas bukan popularitas. Jika teman-teman Ngeyoutube dan Ngeblog hanya karena Popularitas dan Uang semata, teman-teman tidak salah. Gacil juga tidak munafik. Hanya saja, niatnya kurang benar. Popularitas dan Uang hanyalah nomor sekian. Berkaryalah karena teman-teman suka, karena teman-teman menganggap. Melalui karya teman-teman bisa bermanfaat dan dapat berbagi. Berkaryalah dengan iklas dan jujur tanpa bohong pada diri sendiri.

Apa cerita teman-teman selama ini? Proses apa yang paling dinikmati selama berkarya? Berkarya untuk apakah? Uang? Popularitas? Atau Kreativitas?

#Ceritagadiskecil
Reading Time:

Kamis, 30 Maret 2017

Lifestyle Blogger Medan - Tidak Perlu Takut Buat Film, Pusat Perkembangan Film Telah Menyediakan Fasilitas!
21.281 Comments

  
          Ceritagadiskecil.com | Dalam diskusi singkatnya perwakilan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan soal fasilitas untuk sineas. Kamis (3/30) di Taman Budaya Sumatera Utara tengah diadakannya diskusi singkat mengenai ‘Film dan Masyarakat Film’. Acara yang digelar untuk memperingati hari film nasional, dihadiri siswa, mahasiswa, dan insane perfilman lokal.

            Diskusi singkat tersebut dibawa oleh perwakilan menteri pendidikkan dan kebudayaan, Ibu Marlina dari Puast Perkembangan Film. Semua peserta yang menghadiri acara diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi langsung dengan Ibu Marlina. Diawali dengan sesi tanya jawab, banyak peserta yang mempertanyakan soal fasilitas yang disediakan oleh Kementrian Kebudayaan.

            “Bagaimana soal fasilitas yang diberikan oleh Pusat Pengembangan Film? Dan Berapa lama proses untuk mendapatkan fasilitas tersebut?” tanya salah seorang peserta.

            Dengan sigap Ibu Marlina mencoba menjelaskan tentang program fasilitas pembuatan film yang diberikan oleh Pusat Perkembangan Film. “Ya, kita memiliki program pemasilitasan untuk komunitas dan sekolah yang ingin membuat film. Dana tersebut akan dikasih kepada komunitas atau sekolah yang telah mengirimkan proposal yang sesuai dengan  prosedur sesuai SOP yang telah dijabarkan dalam website kita Pusat Perkembangan Film. Kita tidak hanya memberikan fasilitas, namun kita juga gencar melakukan kegiatan seperti seminar atau workshop film di masing-masing daerah. Jadi, kami berharap agar sines-sineas yang ada di Indonesia tidak menyia-nyiakan program ini,” tutur Ibu Marlina.

            Sineas kota Medan, khususnya para pelajar merasa kesulitasn soal dana untuk memproduksi film hal tersebutlah yang menjadi kendala mereka dalam membuat film. Salah seorang pelajar asal Kota Medan, berharap dengan adanya program teresebut bisa membantu pelajar sepertinya yang ingin mewujudkan mimpi untuk membuat film bisa tercapai.

            “Ya, semoga aja dengan adanya program ini, Aku dan kawan-kawan bisa lebih giat lagi untuk produksi film kreatif dan bermanfaat untuk banyak orang,” harap Venny.

#Ceritagadiskecil


Reading Time:
 Pusat Perkembangan Film Mengatakan Kurangnya Kritikus Film, Membuat Film Indonesia Tidak Berkualitas!
20.590 Comments
Ibu Marlina dalam diskusinya


           Ceritagadiskecil.com | Dalam puncak perayaan hari film Nasional, Kota Medan kedatangan menteri pendidikan dan kebudayaan Pusat Perkembangan Film. Kamis (30/3), di Taman Budaya Sumatera Utara tengah di gelar perayaan untuk memperingati hari film Nasional. Dalam puncak acara tersebut hadir sineas-sineas dari berbagai komunitas film di Medan. Acara digelar dengan menyajikan pameran sejarah film, workshop dan diskusi film serta nonton film bareng.

            Acara ini dibuat oleh beberapa komunitas film di kota Medan seperti Kofi Sumut dan Manu Project. Tidak hanya menghadirkan materi dari insan perfilman lokal, namun dalam acara yang dilaksanakan kurang lebih dari pukul 9.00 wib – 22.00 wib tersebut mengundang pihak pusat kementerian pendidikkan dan kebudayaan Pusat Perkembangan Film.

            Dalam materi yang diberi tema ‘Film dan Masyarakat Fim’ Ibu Marlina dari pihak kementrian pusat menyampaikan banyak hal mengenai perkembangan perfilman di Indonesia. Salah satu penyampaiannya yang menarik adalah kurangnya krtitikus film di Negeri ini, sehingga film Indonesia masih memiliki kualitas yang standart.


            “Film itu seperti senjata untuk menjajah. Film lebih kejam dari boom yang hanya sebentar saja menghancurkannya. Namun, film itu bisa menghancurkan Negara. Nah, sekarang masyarakat film harus sadar dan melek untuk memilih tontonan mereka. Karena banyak tontonan yang hanya sekedar menjual namun tidak memiliki pesan moral di dalamnya. Sebenarnya, di Negara kita ini kekurangan kritikus film yang bisa membangun dan mendobrak kualitas perfilman kita agar memiliki nilai pendidikan di dalamnya. Ayoo.. kita sebagai masyarakat film mencoba untuk jeli terhadap film-film yang kita tonton. Cobalah untuk mengkritisi film yang kita lihat,” papar Ibu Marlina dalam wacananya.

#Ceritagadiskecil


Reading Time:

Selasa, 14 Maret 2017

Peluk Tugu Yogyakarta, Akan Mempercepat Kuliah!
21.200 Comments
Tugu Jogja Tempo Dulu

           Ceritagadiskecil.com | Yogyakarta sering kali disebut-sebut sebagai Kota Pelajar. Hal ini, disebabkan karena pada zaman dulu. Yogyakarta menjadi Ibu Kota Negara Republik Indonesia. Banyak pelajar dari penjuru daerah yang berbondong-bondong untuk menuntuk ilmu di kota ini. Selain itu, Yogyakarta juga memiliki banyak kampus, mahasiswa yang lulus dengan skill bagus, fasilitas pendidikkan yang berkualitas, serta banyaknya minat pelajar untuk belajar di sana.

            Namun, tau gak sih kamu? Kalau di tengah kesuksesan Yogyakarta sebagai kota pelajar, ada mitos unik yang terselubung di dalamnya. Menarik untuk dibahas. Pasalnya, di Tugu Yogyakarta yang selalu ramai dipadati pengunjung pada malam hari ini memiliki mitor yang beredar. Kota yang dihuni oleh para pelajar ini, menjadi khas oleh adanya mitos yang beredar.

            Pasalnya, pelajar di Yogyakarta mengenal mitos. Apabila memeluk dan berfoto di Tugu Yogyakarta, maka mereka yang tengah menjalani pendidikkan kuliah akan cepat selesai dan menjalani kuliah dengan lancar. Mito itu yang membuat para pelajar yang ingin cepat menyelesaikan kuliahnya berbondong-bondong ke Tugu Yogyakarta, walau sekedar memeluk atau berfoto sambil menikmati keindahan malamnya Yogyakarta.

            Terlepas dari mitos yang ada. Tugu Yogyakarta memang sangat memukau dan memiliki banyak cerita. Karena tugu ini sudah berdiri sejak tiga abad yang lalu. Menjadi simbolis dan ciri khas kota Yogyakarta. Tugu ini juga dianggap sakral oleh sebagian orang karena letaknya yang berada di tengah-tengah garis imaginer.

            Dari satelit dapat dilihat jika Pantai Parang Kusumo, Keraton Yogyakarta, Tugu, dan Gunung Merapi berada dalam satu garis lurus. Filosofinya bahwa tugu merupakan simbol Manunggaling Kawulo Gusti yang berarti bersatunya antara rakyat dengan penguasa. Merapi dan pantai merupakan titik api dan air. Keraton yang dibangun ditengah merapi dan pantai merupakan titik keseimbangan antara keduanya. Keraton merupakan titik keseimbangan vertikal dan horizontal. Keseimbangan horizontal dilambangkan oleh laut selatan yang menggambarkan hubungan antara manusia dan manusia. Sedangkan keseimbangan vertikal dilambangkan oleh gunung merapi yang menggambarkan hubungan manusia dengan sang pencipta.

            Nah, mitos ini menjadi daya tarik pelajar untuk mengunjugi Tugu Yogyakarta. Namun, percaya atau tidak percaya. Mitos hanyalah sekedar mitos, tidak perlu diyakini sekali. Karena untuk cepat kuliah dan lancar dalam proses kelulusannya. Kamu harus berusaha keras, belajar sungguh-sungguh, dan berdoa akan kesejahteraan kamu dalam menuntut ilmu. Namun, dengan adanya mitos ini, pelajar dapat belajar sejarah Tugu Yogyakarta yang menawan.

#Ceritagadiskecil

Reading Time:
Ini Cara Membedakan Antara Uang ASLI Dengan Uang Palsu!
19.250 Comments
           Ceritagadiskecil.com | Di akhir tanuh 2016 Bank Indonesia telah mengeluarkan rupiah dengan desain baru. Desain ini, terlihat lebih rapih dengan menampilhkan gambar tokoh pahlawan di dalamnya. Ada dua belas uang baru yang telah diluncurkan, terdiri dari tujuh uang kertas dan empat uang logam. Tidak hanya memperbaharui desainnya, Bank Indonesia juga memperkuat sistem keamanan pada rupiah.

            Sistem keamanan pada rupiah sangatlah penting, mengingat begitu banyak banyaknya kasus pemalsuan uang yang beredar. Berdasarkan data dari lembaga Bank Indonesia tahun 2016, Kota Medan menempati peringkat pertama dalam kasus pemalsuan, kemudian di susul oleh Kota Pematang Siantar dan Kota Sibolga.

            Bank Indonesia menyebutkan bahwa uang rupiah yang baru dirilis ini memiliki sistem keamanan yang terbaik di dunia. Ada lima hal yang ditingkatkan dalam pengamananya, mulai dari segi warna, Ultraviolet sampai Logo Yang dibuat dengan Metode Rectoverso atau Gambar saling mengisi.

            “Baik, supaya masyarakat terhindar dari uang palsu jadi masyarakat harus mengenali uang rupiahnya. Jadi masyarakat harus mengenali cirri-cirinya. Nah, cirri-ciri keaslian yang rupiah kita ada jargonnya. Yaitu, 3D. Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Jika dilihat, uangnya tampak terang. Jika diraba, gambar pahlwan dan nilai nomilanya akan terasa kasar. Jika diterawang, akan tampak tanda air dan logo Rectoverso yang saling mengisi,” Papar Kammaruzzaman T, Assisten Maneger Tim Pengelolah Rupiah.

            Selain itu, Bank Indonesia juga menambahkan Blind Code atau kode raba pada rupiah untuk mempermudah para penyandang tunanetra dalam membedakan pecahan uangnya. Kode raba merupakan garis-garis yang ditambahkan di kedua sisi uang kertas. Jumlah garis berbeda-beda dalam setiap pecahannya.

            “Yang untuk edisi ini ada juga bagi teman-teman kita yang disabilitas, tunanetra ada juga ditambahkan tanda-tanda tertentu dipecahan edisi terbaru. Yaitu, berupa garis. Dua garis di pecahan 50 ribu, ditambahin dua garis sampai dengan pecahan kertas 100 ribu. Jika masyarakat menerima uang palsu, jangan takut. Langsung melaporkan ke bank terdekat atau Bank Indonesia terdekat, juga bisa ke Bank Indonedia yang ada di Kota Medan.” Tutur Papar Kammaruzzaman T, Assisten Maneger Tim Pengelolah Rupiah.

            Berikut ini enam sistem keamanan yang melengkapi pada uang rupiah baru.

1.      COLOR SHIFTING


Apabila dilihat dari sudut pandang yang berbeda, akan terjadi perubahan warna secara kontras.

2.      RAINBOW FEATURE


Apabila dilihat dari sudut tertentu akan muncul gambar tersembunyi multi warna berupa angka nominal.

3.      LATENT IMAGE


Apabila dilihat dari sudut tertentu akan muncul gambar tersembunyi berupa teks BI pada bagian depan dan angka nominal pada bagian belakang.

4.      ULTRA VIOLET FEATURE (Level 2)


Penguatan desain UV feature yang memendar menjadi dua warna di bawah sinar UV .

5.      BLIND CODE


Perubahan desain pada bentuk kode tuna netra berupa efek rabaan (tactile effect) untuk membantu membedakan antar pecahan dengan lebih mudah.

6.      RECTOVERSO


Apabila diterawang akan terbentuk gambar saling isi berupa logo BI.


            Penting bagi kita untuk memastikan keaslian uang yang kita miliki. Peredaran uang palsu akan memicu terjadinya inflasi yang akan merugikan diri kita sendiri. Jika kita lengah dengan turut menyebarkan uang palsu. Maka, kita juga bertanggung jawab pada krisis ekonomi Indonesia. 

#Ceritagadiskecil


Reading Time:

Senin, 06 Maret 2017

Mengapa Harus Sekolah?
00.170 Comments
Ilustrasi sumber google
  Ceritagadiskecil.com | Setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk mendapatkan pendidikkan. Salah satu sarana mendapatkan pendidikkan adalah sekolah. Lalu, pernahkah kamu berfikir atau bertanya-tanya, kenapa kita harus sekolah?

            Di zaman yang serba sulit ini, masih banyak remaja yang menyia-nyiakan kesempatan mereka untuk bersekolah. Lalu, apa ya faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi? Faktanya, banyak remaja yang masih bingung menjawab pertanyaan, kenapa harus sekolah?

            Inilah salah satu faktor, mengapa remaja zaman sekarang hobi sekali menyia-nyiakan kesempatan untuk bersekolah. Mereka yang menyia-nyiakan sekolah adalah mereka yang belum tau tentang kenapa pentingnya bersekolah. Saat ini remaja hanya berfikir, sekolah adalah tempat bermain, bercanda, berpacaran, dan bertemu dengan banyak teman. Padahal, tujuan sekolah sesungguhnya bukanlah itu.

Sekolah ada menjadi wadah untuk generasi muda menuntut ilmu. Di sekolah kita dituntut untuk belajar sungguh-sungguh, karena tidak mudah bagi setiap anak untuk bersekolah. Tidak setiap orang tua memiliki kekayaan yang berlimpah hingga dapat memenuhi segala kebutuhan keluarganya.

 Untuk itu, pemerintah menghadirkan sekolah gratis untuk anak-anak yang kurang mampu. Namun, bagaimana jadinya jika sekolah gratis yang diberikan disia-siakan dengan kesenangan dan hura-hura?

Niat para remaja akan bersekolah harus diluruskan, karena sekolah adalah tempat mencari ilmu, mengubah kehidupan, dan menjadikan pribadi yang terdidik. Sangat penting bagi generasi bangsa untuk mengenyam pendidikan di banggu sekolah. Seperti kalimat pada tulisan di minggu sebelumnya, bahwa karakter bangsa adalah asset Negara. Nah, di sekolah inilah generasi dididik untuk menjadi aset Negara yang berkualitas ke depannya.

 “Bosen lah kalau di sekolah belajar aja gak ada main-mainnya,” keluh Agung Fadilah seorang siswa di bangku SMP.

Tidak melulu harus belajar, di sekolah pun kita boleh bermain namun ada porsi waktunya. Perbanyaklah waktu untuk belajar dari pada bermain. Karena sekolah sangat penting untuk kehidupan dan masa depanmu. Dari sekolah, orang lain dapat melihat bagaimana kamu kedepannya.

 Hal lain yang membuat pentingnya bersekolah adalah bekal kamu untuk menjadi orang tua. Orang yang bersekolah dengan niat dan tujuan yang sebenarnya, akan memiliki bekal yang cukup untuk menjadi orang tua. Karena remaja saat ini akan menjadi orang tua di masa depan, akan mendidik anak-anak yang akan menjadi aset bangsa nantinya.

 “Ya, sepertinya remaja zaman sekarang sudah mengabaikan tujuan bersekolah yang sebenarnya. Banyak remaja yang hancur karena salah pergaulan di sekolah. Seharusnya kita lebih ekstra lagi dalam memberi pandangan akan tujuan sekolah yang sesungguhnya,” ujar Sri Rahayu seorang ibu rumah tangga.

#Ceritagadiskecil




Reading Time:

Minggu, 05 Februari 2017

Inilah 10 Busana Muslim Wedding Couple di Berbagai Belahan Dunia!
19.130 Comments
                 Ceritagadiskecil.com | Pernikahan adalah mimpi setiap manusia. Selain itu, menikah adalah perintah dari Allah Swt. Hidup berdampingan serta berpasangan dengan orang lain merupakan khadrat dari Yang Maha Kuasa. Melaksanakan tidak harus dengan pesta mewah, cukup mengucapkan kalimat sakral dan sah dimata agama dan negara maka setiap orang sudah bisa melaksanakan pernikahan.
                     Namun, kebiasaan yang kita ketahui. Banyak orang memimpikan pernikahan mewah, tak banyak yang menghabiskan puluhan juta hanya untuk menikah. Inilah sudah menjadi tradisi di setiap negara. Untuk itu setiap pengantin memimpikan busana yang bagus dan indah, untuk digunakan dalam pernikahan.
              Lalu bagaimana busana pernikahan orang-orang muslim di berbagai belahan dunia? Berikut ini, Tentang Dunia sajikan.

1. India

          Couple muslim wedding di India dengan khas kain Sari.

        Keindahan Muslim Wedding di India

        Muslimah India menggunakan gaun cantik bernuansa Islami

2. Chinese

       Nuansa Muslim Wedding Tradisional di China


         Nuansa merah muslim Weding di China

3. Thailand

       Gaun wedding muslimah Thailand

           Couple muslim wedding di Thailand

4. Brunie

     Gaun muslimah wedding di Brunie

     Couple muslim wedding di Brunie

5. Spanyol

        Muslim wedding couple di Spanyol

      Muslimah wedding di Spanyol

6. Belanda

     Belanda muslim wedding couple di Belanda

7. Messir

        Muslim wedding couple di Messir
      Gaun muslimah bercadar yang cantik di Messir

8. Turki

       Muslim wedding couple di Turki

       Muslim wedding couple di Turki

9. Inggris

       Muslim wedding couple di Inggris

10.  Indonesia

        Muslim wedding couple di Indonesia
        Balutan kebayak adat jawa


                             Manakah busana pilihan Anda?

#Ceritagadiskecil
Reading Time:

Jumat, 20 Januari 2017

Yakinkah Anda Sudah Siap Menikah?
07.060 Comments


              
 Sumber : int

               Ceritagadiskecil.com | Setiap manusia di bumi ini diciptakan Allah berpasang-pasangan, ada yang namanya jodoh. Ketika sudah beranjak dewasa, biasanya kita sudah menerima hak untuk mencari jodoh dan hidup bersamanya, dalam ikatan yang sakral di mata hukum Negara maupun agama. 

            Kegiatan mencari berita bersama media ketika melaksanakan kegiatan PKL,  membuat saya terinspirasi untuk menyebarkan informasi berharga ini kepada siapapun, yang saat ini membaca tulisan saya, termasuk kamu yang ingin melangkah kejenjang pernikahan. 

            Suatu ketika saya berkesempatan untuk meliput sebuah kegiatan Parenting Education atau biasa di sebut kelas asuh di Andan Sari, Medan. Di sana saya berjumpa dengan sosok yang mengagumkan, Umi Kurnia Mulia. Beliau seseorang yang memotivator dan penggerak Parenting Education. Umi berbagi ilmu kepada ibu-ibu yang memiliki kesulitan dalam mengasuh anaknya. Dalam kegiatan itu, umi sedikit menyindir tentang alasan, ‘kenapa seseorang ingin menikah’, Umi mengatakan biasanya ada tiga alasan, 
kenapa seseorang memutuskan untuk menikah. 

1.      Karena tidak tau mau ngapain lagi setelah tamat sekolah
2.      Karena takut kelamaan menikah dan dibilang perawan tua atau bujang lapuk
3.      Karena merasa dirinya sudah siap dan pantas untuk menikah.
            Alasan ketiga itu biasanya sering terjadi pada seseorang 
yang hendak menikah. Merasa sudah pantas dan bisa membina keluarga, 
\baik mereka yang akan menjadi seorang ibu maupun ayah. 
Umi, mengatakan bahwa nyatanya, alasan ketiga itu hanya lah 
sebuah kesombongan manusia. Mereka yang merasa sudah siap menikah, 
nyatanya dalam menghadapi seorang anak masih saja salah dari aturannya. 
Kesombongan itulah yang membuat, kenapa sebuah keluarga terus bertengkar, 
kenapa seorang anak selalu melawan orang tuanya, dan kenapa seorang 
anak tumbuh menjadi pribadi yang nakal.

            Umi bercerita, bahwa orang tua ini egois. 
Mereka menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang shaleh dan pintar. 
Namun, orang tua enggan berusaha mendidik anaknya dengan cara yang benar. 
Biasanya, orang tua menyekolahkan anaknya atau memasukkannya 
ke pesantren tanpa di bekali ilmu dan didikkan dari orang tuanya sendiri. 
Orang tua sering kali memaksa kehendakknya tanpa mempertanyakan keinginan sang anak. 

            Ada satu kejadian pada sebuah keluarga yang berkonsultasi kepada Umi. Sang Ibu mengeluh kepada Umi karena anaknya kabur dari pesantren dan tidak mau belajar di pesantren. Akhirnya umi mencoba membantu memecahkan masalah sang ibu. Umi menanyakan kepada sang anak ibu tersebut, 
kenapa ia sampai kabur dari pesantren? 

            Awalnya sang anak tidak ingin bercerita, namun setelah di bujuk Umi. Akhirnya anak itu mau bercerita, dengan air mata yang tampak tulus. Anak itu bercerita, ia tidak mau tinggal di pesantren ia hanya mau sekolah SMP biasa saja, karena ia kepikiran ibunya. Ayahnya yang sering kali berlayar, 
karena kerjanya di kapal. Membuat sang anak kepikiran, siapa yang akan menemani ibunya?

            Betapa mengharukannya alasan itu, namun orang tuanya tidak ingin tau dan tidak pernah mencari tau. Sang ibu hanya bisa mengomel saja.

            Banyak problem atau masalah yang di hadapi seorang ibu ketika sudah menikah. Kenapa hal itu bisa terjadi? Ya, karena orang tua tidak pernah mendapat pembelajaran ataupum ilmu bagaimana menjadi orang tua yang baik untuk anak-anaknya. Walau teori sudah dikuasai, namun dalam prakteknya masih banyak yang gagal menjadi orang tua.

            Tidak adanya pembekalan ilmu, bagaimana menjadi orang tua yang baik sebelum menikah. Hal ini lah yang membuat banyaknya keluarga yang tidak harmonis, atau lebih parahnya. Dampak tersebut tampak 
pada Negara yang kita cintai ini. Seluruh masalah di Negara ini, mulai dari korupsi hingga kejahatan lainnya adalah masalah yang berasal dari rumah.

            Parenting Education ini sangat penting kita pelajari sebelum menikah untuk bekal saat kita sudah menikah nanti. Dari Parenting Education kita akan tau bagaimana cara menghadapi anak dan menjadi orang tua yang baik. Namun, petanyaannya bagaimana kita mendapatkan pembelajaran itu? Apakah memakan biaya mahal? Tentu jawabannya tidak. Kita bisa mendapatkan pembelajaran Parenting education ini melalui buku, seminar,atau pelatihan parenting yang sering sekali diadakan.

            Selama ini ilmu Parenting Education jarang sekali di ketahui calon-calon orang tua, memang kelihatannya sepele namun sangat berguna di dalam kehidupan. Terlebih, tidak ada sekolah Parenting. Dengan adanya pesiapan dan pembekalan seperti itu, siapapun kamu. Pasti bisa menjadi orang tua yang terbaik untuk sang anak. Jika sudah ada pembekalan, maka bisa kamu berkata sudah siap untuk menikah. Karena nyatanya, menjadi orang tua itu tidak mudah. Orang tua adalah masa depan dunia. 

Karena ibu adalah madrasah pertama untuk sang anak 
dan ayah adalah kepala sekolahnya. Lalu mau jadi apa madrasah 
tanpa ada ilmu yang memadai? Akankah yang dididik juga dapat berilmu? 

#Ceritagadiskecil
Reading Time:

@way2themes