Lifestyle dan Food Blogger Medan: Wisata
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Agustus 2019

Travel Blogger Medan - Anak Rumahan Melalak ke Hutan Mangrove
07.53 23 Comments
Wisata Mangrove Percut Sei Tuan

Wisata Hutan Mangrove - Malam itu, Gacil sedang asik membalas pesan dari seorang yang menawarkan job menulis artikel motivasi dan bisnis. Di sela balas membalas berujung bernegosiasi. Masuk sebuah pesan baru yang membuat dahi berkerut. Pasalnya, ini pesan dari seseorang yang sudah lama tak berkabar sejak kejadian lalu. Inti pesannya, beliau mengajak Gacil untuk membuat liputan singkat di Hutan Mangrove Percut Sei Tuan.

Menuju Hutan Mangrove

Membaca pesannya, Gacil terhenyak sejenak. Lalu, mengirimkan beberapa kalimat setuju. Gacil suka sesuatu yang baru, dan Hutan Mangrove sepertinya sudah mengijinkan Gacil menelusuri keberadaanya. Kami sepakat untuk meliput di hari Rabu. Beliau menjemputku, tadinya sang istri yang akan membonceng, tapi karena ada urusan, beliau lah yang menjemput.


Oh iya, yang mengajakku ini adalah seseorang yang umurnya hampir sebaya dengan ayahku. Beliau, telah aku anggap sebagai Abang, dulu juga pernah mengajariku tentang berpuisi. Ya, sekitar dua tahunlah aku mengenalnya. Kami sempat tidak berkomunikasi, karena faktor yang tak dapat kuceritakan. Agak terkejut juga saat mendapat pesan darinya. Gacil tau beliau dan guru SMK Gacil dulu, sedang membangun Hutan Mangrove di Percut Sei Tuan sebagai tempat wisata. Dan liputan ini, akan dibawa ke Jakarta katanya.

Singkat cerita, di hari Rabu Gacil berangkat dari rumah bersama beliau. Sekitar setengah jam sampai lah di dusun sebelas, Palu Getah, desa Tanjung Rejo, kecamatan Percut Sei Tuan, kabupaten Deli Serdang. Ini pertama kalinya Gacil menginjak daerah ini, cukup pelosok dan lumayan terpencil. Di sepanjang jalan disuguhi hamparan sawah yang megah. Luar biasa, mata langsung seger lihat yang hijau-hijau.

Hutan Mangrove Percut Sei Tuan ini, rencananya akan dikelola menjadi wisata Bumi Mangrove yang di dalamnya, ada wisata mangrove, pemancingan alam, burung migran dan agro wisata. Pengelolanya pun masyarakat sekitar, terbentuk dalam Kelompok Hutan Tani Bakhti Nyata. Beranggotakan bapak-bapak kreatif yang ikut merawat hutan Mangrove ini.

Liputan Dimulai

Luas hutannya pun bukan main, kurang lebih 120 Hektar. Bayangkan, gimana mengelilingi dan menelusuri hutan ini. Sekitar jam 10 pagi, Gacil memulai liputan. Kalau biasanya Gacil yang jadi reporter, kali ini istri beliau yang menjadi reporternya. Baiklah, Gacil sebagai videografer ecek-ecek ini akan memulai liputan. Pertama memasuki hutan, anak rumahan kek Gacil gini agak takut ya. Takut ada binatang buas dan lain sebagainya, haha. Tapi, Gacil pura-pura cuek aja biar gak diketawain.

Sensasi jembatan hutan mangrove

Subhanallah ciptaan Allah, luar biasa! Berbagai jenis tanaman hidup di hutan ini, yang Gacil tau ada tanaman Berembang, Siapi-api, Tembakau dan banyak lagi jenisnya. Jalan yang dilalui pun masih asik. Namun, ketika sampai di penyebrangan ke daerah hutan lainnya. Gacil dihadapkan dengan titi sederhana, terdiri dari tiga susunan bambu yang diikat. Mau tidak mau, merekam dan berjalan di atas bambu itu. Kalau teman Gacil ada di momen itu, pasti akan terkekeh karena hampir saja tubuh kecil ini meleng dari titi.

Melihat Proses Racikan Makanan Khas Hutan Mangrove

Proses pengambilan gambar berjalan cukup baik. Mengasikkan, jadi tau apa itu mangrove. Tak hanya meneluhsuri hutannya, dalam liputan ini, juga mengambil gambar tentang proses pembuatan makan-makan khas yang diolah oleh masyarakat dari hutan Mangrove. Gila, ini kreatif banget sih. 

Proses pembelahan buah Nipah
Gacil baru tau kalau ada yang namanya buah Nipah. Sebangsa kolang kaling, tapi rasanya seperti kelapa, eh gak juga sih. Tau ah, pokonya baru ini Gacil rasa. Buah Nipah ini, bagus untuk perempuan dan mencegah kanker katanya. Nah, buahnya mau dibuat menjadi sirup Nipah. 

Selai Berembang

Sirup Berembang

Tidak hanya buah Nipah, ada juga buah Berembang. Nantinya, buah ini akan dijadikan selai dan dodol. Buah Berembang sendiri, rasanya asem-asem gitu. Seperti dondong atau mangga muda lah. Pengolahannya pun sederhana, mulai dari pengupasan buah, dirajang, lalu diblender kemudian disaring. Air patinya untuk sirup dan ampasnya untuk selesai atau dodol. Buah ini multifungsi gak ada yang dibuang kecuali kulitnya.

Peyek Jeruju


Peyek Jeruju

Kemudian ada daun renyah yang dapat dibuat menjadi olahan peyek. Daun apa itu? Gacil pun baru tau daun ini. Ya, ini hasil dari hutan Mangrove. Namanya daun Jeruju, daun yang bisa dibuat menjadi peyek jeruju. Prosesnya pun sederhana, hanya memakan waktu yang lumayan lama. Daun jerujui dibuang dari durinya, lalu direbus dengan abu sekam untuk membuang kadar asin, kemudian dicuci, dirembus lagi sampai tiga kali. Terakhir tinggal digoreng deh. Rasanya renyah dan gurih, lebih enak dari peyek bayam. 

Menikmati Si Puting Beliung


Pusing atau si Pitung Beliung

Sembari nyantai menikmati angin semilir. Udara panas tapi tak terasa panas, pasalnya di ujung hutan ini, terdapat selat malaka. Di sela menunggu prose pembuatan makanan khas Hutan Mangrove ini, Gacil dan bapak-bapak serta ibu-ibu yang ngumpul, mencicipi Pasung atau siput laut. Ada pula yang menyebutkan binatang laut ini, sebagai Puting Beliung. Ahaha, lucu ya namanya.

Si Pasung tadi, digoreng gitu saja sama si ibunya. Terus Gacil cicipi sedikit. Luar biasa, enak banget coy. Rasanya itu, kayak kerang tapi lebih kenyal, manis dan gurih-gurih enyoi. Katanya, satu kilo aja, 12 ribu gitu. Kalau teman Gacil mau, bisa cobain dan jangan lupa ajak Gacil.

Satu persatu gambar yang harus diambil pun selesai direkam. Kemudian, Gacil dan bapak-bapak serta ibu-ibunya lanjut perjalanan ke tempat Membatik Batik Mangrove. Menilik sejenak, proses membatiknya. 


Siapa yang pengen menelusuri hutan Mangrove ini? Biar bareng-bareng kita! Sekianlah cerita anak rumahan yang menelusuri hutan mangrove. Seru, tapi setelahnya badan pegal-pegal juga. Kelihatan kali jarang melalak ke alam. Yoklah kita melalak, haha.

Reading Time:

Sabtu, 29 April 2017

Travel Blogger Medan | T-Garden Wisata Bali Yang Ada di Medan?
07.29 5 Comments

Suasana T-Garden di sore hari potret oleh Venny Eriska

Travel Blogger Medan - Hallo, sobat Wisata Kota. Libur panjang, kalian mau kemana nih? Ke Singapura? Jepang? Hongkong? Atau di Indonesia yang cantik apa ya? Hemm.. gimana kalau ke Bali? Wah asik tuh.. Tapi kalau gak punya uang gimana ya??

Tenang sobat Wisata Kota. Kali ini, Gadis kecil akan mengajak sobat untuk menikmati wisata Bali di Kota Medan. Wah... emang ada? Tempat wisata apa sih yang ada di Medan itu? Kok sok nandingi wisata Bali?

Oke deh sobat. Tempat wisata ini namanya T-Garden. Tempat wisata yang masih anget-angetnya nih di Kota Medan. Letak T-Garden bisa di bilang lumayan jauh dari kota Medan, yaitu berada di Jl. Jati Kesuma, Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Untuk lokasinya memang sulit diakses nih sobat, karena tempatnya masih asri banget .. jauh dari kata perkotaan. Kalau sobat bingung cari alamatnya dan gak mau mendadak seperti ayu ting-ting karena sibuk cari alamat. Sobat Wisata Kota tenang saja. 

Jika sobat menggunakan kendaraan pribadi (sepeda motor, mobil, sepeda, dan lainnya) sobat bisa menuju ke arah Simalingkar B. Tentunya, sobat tau dong Kebun Binatang yang ada di Kota Medan? Nah, dari lokasi kebun binatang, sobat hanya membutuhkan sekitar 10 menit untuk sampai ke T-Garden. Nah, untuk arah jalan dari Kebun Binatang ke T-Garden, sobat bisa mengikuti petunjuk-petunjuk yang sudah diberikan oleh pengelola T-Garden.

Lalu, gimana Gadis kecil? Kalau kayak kami ini? Yang gak punya kendaraan pribadi. Yang cuman bisa ngandali abang-abang tukang angkot. Nah, sobat yang ini wajar saja jika khawatir. Karena lokasi T-Garden memang sangat asri dan jauh dari perkotaan. Kalau gak punya kendaraan pribadi, kalau dari kota Medan menuju ke T-Garden sobat bisa menggunakan angkutan umum (angkot). 

Sobat dari kota Medan ke Jalan Jamin Ginting bisa menggunakan angkot. Nah kalau sudah sampai di Jalan Jamin Ginting, baru deh sobat pesen gocar atau Go-Jek. Kenapa harus dari jalan Jamin Ginting, filosofi? Jawabannya sederhana. Kalau dari kota Medan ke T-Garden naik go car atau Go-Jek tentu bayarnya akan mahal. Jadi bisa sobat akali dengan naik angkot.

Untuk perginya sih bisa aman jika sobat tidak punya kendaraan pribadi. Tapi, pulangnya ya hati-hati saja ya hihi... Ada beberapa hal yang harus sobat persiapkan nih kalau mau ke T-Garden ini. Apa aja itu? Sobat bisa baca di artikel Hal Yang Harus Dipersiapkan Untuk Tempur Ke T-Garden

Soal rute perjalanan sudah. Nah, berapa ya tiket masuknya? Mahal seperti di Bali kah? Jawabannya Tidak. Ya, wisata T-Garden ini sangat murah. Kemarin, waktu Gadis kecil ke T-Garden masuknya hanya Rp.10.000 (di hari biasa), tapi sekarang sudah mulai naik sobat. Jadinya, di hari biasa tiket masuknya Rp. 15.000/orang sudah bebas biaya parkir. Untuk hari libur hanya Rp. 20.000/orang sudah bebas biaya parkir juga. 

Nah, harga tiket di atas berlaku untuk menikmati wisata yang ada di T-Garden saja dan boleh berfoto-foto ria. Namun, untuk menikmati wahana permainannya seperti flying fox, mobil-mobilan APV beda lagi harganya. 

Untuk menikmati permainan itu sobat bisa membayar tiket masuk sebesar Rp.30.000/orang dan dapat minuman juga loh. Kalau mau yang lebih menantang, sobat bisa merasakan wahana berkuda di T-Garden ini. Cukup menambah Rp.10.000/orang setelah membayar tiket masuk.

Konsep yang disajikan T-Garden ini sangat unik, dengan nuansa patung-patung Bali dan Gapura seperti di Bali serta lantunan musik ala-ala di Bali. Namun, karena masih anget tempat wisatanya. Banyak hal yang harus dilengkapi agar pengunjungnya lebih nyaman untuk berlama-lama di T-Garden. Mau tau apa saja yang harus dimiliki T-Garden ke depannya? Simak di artikel ya.

Menurut Gadis kecil, T-Garden ini bakalan booming dan syukur-syukur bisa ngimbangi Bali. Jadi, wisatawan yang datang ke Medan bisa berkunjung ke T-Garden ini. Nah, kabar baiknya. Pengelola T-Garden mau menambahkan tempat untuk Honeymoon nih Sobat... Wah, siapa nih yang bakal Hanymoon di sini? Yang jomblo yok segera cari jodoh hihihi...

#Ceritagadiskecil
Reading Time:
4 Hal Yang Harus Dipersiapkan Untuk Tempur Ke T-Garden
07.240 Comments
   
 
Patung Ala Bali di T-Garden Potret oleh Venny Eriska

    Ceritagadiskecil.com | Sobat !! Pelancong di Kota Medan lagi dihebohkan dengan tempat wisata bernama T-Garden nih. Tempat apa sih T-Garden itu? Nah buat sobat yang belum tau bisa intip-intip tentang wisata ini di artikel Tempat Apa Sih T-Garden Itu?

    Jika sobat sudah tau tempat apa T-Garden itu dan tertantang untuk mengunjunginya. Nah, sobat harus mempersiapkan 4 hal untuk tempur ke T-Garden nih. 4 hal ini berdasarkan pengalaman Gadis kecil yang udah duluan datang ke sana.

1. Kendaraan

    Bagi sobat yang datang ke T-Garden menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor ataupun mobil. Bisalah, sobat abaikan poin pertama ini. Pasalnya, ini khusus untuk sobat yang datang ke T-Garden menggunakan layanan jasa transportasi umum seperti angkot ataupun Go-Jek. Nah, sobat yang menggunakan jasa tersebut bisa dikatakan aman saat perginya. Karena dari tempat sobat berangkat, banyak transportasi umum yang bisa sobat gunakan. Entah itu, angkot, becak, Gocar, grab, taxi atau sejenisnya. Sobat bisa ketawa-ketiwi sesampainya di T-Garden karena di suguhkan pemandangan yang indah. 

      Tapi sobat akan merasa cemas saat pulangnya, karena tidak ada satupun angkot maupun becak yang melintas di depan tempat wisata T-Garden ini. Ah, Gadis kecil penakut nih.. kalau gak ada becak dan angkot kan masih ada Gocar ada Grab. Etss.... jangan ngehakimi filosofi dulu. Ini pengalaman filosofi loh, saat pulang dari T-Garden. Filosofi memesan Go-car dan sejenisnya. Tapi, nyatanya nihil... karena tidak ada satupun supir Go-car atau Grab yang mau nampung pesanan Gadis kecil. Yaaa... karena lokasi T-Garden ini masih jarang di jamah manusia moderen seperti di Kota hihihi... Bahkan supir Grab dan GoCar belum tau lokasi ini. Nah, kalau sobat search di Google. Maka, lokasi T-Garden belum ada muncul.

    Nah, karena gak ada angkot dan becak plus Grab dan Go-carnya sombong gak mau menerima pesanan Gadis kecil.. Ya.. terpaksa dehjalan sejauh 2 km untuk mengakses jalan yang dilalui angkutan umum.. Wah.. ini persiapan yang cukup serius ya sobat. Jangan sampai terulang lagi dengan sobat-sobat lainnya.

2. Baterai Ponsel

    Buat sobat yang doyan foto. Tentunya, hal kedua untuk tempur ke T-Garden adalah baterai ponsel. Kenapa? Karena saat berfoto-foto. Tentunya sobat akan lupa sama daya baterai sobat. Belum sempat foto di segala penjuru T-Garden. Eh baterai sobat habis. Mau charger dimana coba? Gak asik kan kalau jalan-jalan kehabisan baterai? Nah sobat bisa bawa powerbank untuk daya baterai tambahan.

3. Gunakan Baju Berbahan Adem, Kita mau ke Bali Bukan Ke Jepang

     Nah, sobat... jangan sampai salah kostum saat liburan yaa.. kalau sobat mau ke T-Garden. Kenakanlah pakaian yang adem jangan pakai pakaian untuk ke Jepang saat musim dingin. Memang sih, di T-Garden itu udaranya sejuk walaupun matahari lagi terik. Tapi gak pakai mantel dan shall juga kali.. Pakai pakaian yang simpel aja deh yang nyaman buat sobat.

4. Uang Yang Cukup

    Jangan bawa uang pas-pasan deh kalau mau ke T-Garden. Karena akan banyak godaannya. Selain wahana bermainnya yang akan menggoda. Makanan yang dijual di T-Garden juga akan menggoda perut sobat. Untuk itu siapkan uang yang cukup untuk jajan yaa ..

     Oke deh sobat... mungkin itu saja yang harus dipersiapkan. Sederhanakan? Siap mengunjungi T-Garden? Tempat Wisata ala-ala Bali yang ada di Medan? Yokk.. Gadis kecil tunggu cerita-cerita dari sobat...

#Ceritagadiskecil
Reading Time:

@way2themes