Lifestyle dan Food Blogger Medan: cerita gadis kecil
Tampilkan postingan dengan label cerita gadis kecil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita gadis kecil. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Juli 2019

Trevel Blogger Medan - Taman Wisata Danau Siombak Wisata Kuliner Alam di Medan
09.24 3 Comments
Jalan-Jalan di Tempat Wisata Medan yuk!

Taman Wisata Danau Siombak

Taman Wisata Danau Siombak

Travel Blogger Medan - Bahagianya bisa ke Taman Wisata Danau Siombak wisata kunier alam di Medan. Bicara soal kota Medan, kalian pasti tau betapa asiknya jalan-jalan di kota Medan. Tidak sekadar kulinernya yang maknyus, tapi tempat wisata medan itu loh yang bikin hati senang. Kali ini, ceritagadiskecil.com berkesempatan berkunjung di salah satu wisata medan, Taman Wisata Danau Siombak. Kira-kira pengalaman seru apa yang bisa didapat dari mengunjungi tempat wisata ini ya? Penasaran, yuk kita jelajahi bareng!

Menikmati udara di pinggir Taman Wisata Danau Siombak


Lokasi Wisata

Teman-teman Gacil tentu masih ada yang belum tau dimana lokasi, wisata yang satu ini. Ya, kalau dibandingkan dengan Danau Toba, Taman Wisata Danau Siombak ini memang tidak terlalu dikenal. Namun, untuk mengenalnya kalian bisa ke main-main ke daerah Medan Marelan. Nah, lokasi pasnya itu di Jl. Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan. Kalian bisa melintasi dari Marelan Pasar Lima, setelah itu di pinggir jalan akan ada gapura dengan tulisan 'Danau Siombak'. Masuk deh ke jalan di dalam Gapura, tidak sampai lima menit kalian akan memasuki tempat wisata. Saat menuju wisatanya, kanan dan kiri akan disajikan deretan tambak ikan, tak jarang juga di ada yang memancing loh.

Bonceng bareng adek yok! Haha


Masuknya Berapa?

Taman Wisata Danau Siombak ini buka tidak hanya hari libur, hari senin hingga minggu tetap buka loh. Lalu, berapa ya masuk ke tempat wisata ini? Setiap hari, harga masuknya per orang Rp. 10.000 dengan fasilitas tiket masuk, teh botol dan gratis parkir. Cukup rekomended nih buat kalian yang ada di sekitaran Medan Marelan, Belawan, Martubung dan lainnya. Ketika lagi bokek tapi ingin menikmati udara segar dengan pemandangan danaunya, mampir aja ke sini ajak teman, keluarga, atau kalau ada pacar. Eh, suami atau istri aja bawa bahaya kalau pacar haha.

Masih menunggu ya menunggu

Ada Apa Aja di Wisatanya?

Selain suasana alam, alir semilir yang mondar mandir, ada juga spot-spot cantik dan tempat nongkrong santai. Di hari Sabtu dan Minggu, di sini juga sering ada live musik yang bisa dinikmati, lalu untuk anak-anak ada lokasi kolam renang di dalamnya, ada juga ayunan untuk bersantai. Kalau saran Gacil, teman-teman ke wisata ini lebih baik di jam-jam sebelas pagi, suasana masih happy banget buat nyantai, kalau sudah sore, pengunjung semakin ramai. Dan kalau siang hari ke sini, jangan takut panas meski terik, cahaya matahari tidak menyengat ditumbuh, entah kenapa mungkin karena di pinggir danau ya. 

Menariknya, di sini ada seperti both yang bisa kamu sewa untuk mengelilingi danaunya. Bisa jadi alternatif kamu dan keluarga untuk menikmati danau sekelilingnya. Kalau sudah lelah berkeliling, ada juga pondok-pondok kecil yang kamu singgahi dengan menyewa beberapa ribu saja. Bisa digunakan sekitar lima sampai delapan orang dewasa. Makan siang juga bisa memesan di kuliner sekitar danau, ada ikan bakar, nasi goreng, es kelapa atau jus jeruk yang segar.

Happy banget akunya

Kenapa Harus Taman Wisata Danau Siombak?

Menurut Gacil kenapa sih? Kalian harus pernah ke tempat wisata ini? Pertama, harga masuknya cukup rekomended untuk yang lagi nunggu gajian. kedua, jika kamu di sekitara Medan Marelan, Martubung atau rumpunan Medan Deli, wisata ini salah satu wisata terdekat di Medan yang gak perlu jauh-jauh kamu datangi. Ketiga, Nuansanya masih asri. Walau belum memiliki banyak wahana yang berbeda, di sini kamu bisa berselfie ria dengan spot cantiknya. Ketiga,  selain menjadi tempat wisata, siapa tau kamu punya rencana menikah dengan si dia dalam dekat ini. Taman wisata danau siombak juga menyediakan jasa lokasi untuk prewedding dan wedding outdoor di halaman terbuka. Tertarik?

Share pengalaman menarik kamu, mengunjungi tempat wisata di Medan yuk!

Reading Time:

Rabu, 24 April 2019

Lifestyle Blogger Medan - WHO ARE YOU? DRAMA KOREA BUKAN SEKADAR CINTA
02.33 25 Comments
Who Are You Drana Korea

Uhuk... Bicara soal film atau drama korea. Jujur aja, Gacil tak terlalu fanatik dengan negeri gingseng ini, lebih suka negeri sakura. Drama Korea yang pernah Gacil tonton itu cuman ada dua, Dream Hight dan Naughty Kiss. Kedua karya visual yang ajib. Dari segi visual, cerita, pesan dan alurnya cakep deh. Selain kedua karya visual itu Gacil gak pernah nonton Drama Korea.

Beberapa hari yang lalu, ketika play song lagu korea karya Jonghyun Shinee di youtube. Berjudul "Lonely" lagu yang paling Gacil suka setelah kabar kematian Jonghyun Shinee karena depresi lalu bunuh diri . Tidak sengaja ketemu lagu "RESET dengan video klip yang bisa membuat air mata Gacil netes gitu aja. Meski gak tau arti lagunya, Gacil pengen nangis aja. Nah, penasaran langsung search Drama Korea dari lagu RESET itu. Ketemu deh walau rada susah nyarinya.

Pemeran ceweknya mirip Gacil ka we..

Drama Korea dari lagu RESET itu ternyata 'WHO ARE YOU After School 2015' Drama Korea dengan 16 Episod. Satu-satunya Drama Korea yang bisa buat Gacil nagis dari awal episode sampai akhir episode berturut-turut. Kepala pusing karena air mata gak mau berhenti, mata bengkak terus diketawain adek, dada sesak pengen teriak kencang, kepikiran sepanjang hari, bahkan selalu kebayang akan apa yang ada di karya visual itu. Astaga, saat ini ketika Gacil menuliskanya untuk kalian, karya visual itu terus membayangi pikiran.

Gacil bukan tipe orang yang mudah jatuh hati pada sebuah film. Tapi, kalau udah satu film yang ngenak banget di hati. Pasti bakal teringat sampai kapanpun, misalnya seperti Dream Hight, film yang buat Gacil keep spirit, mempercayai bahwa apapun mimpi itu pasti akan nyata. Nah, kali ini begitu juga dengan film 'Who Are You ' ini. Gacil belajar banyak hal. Gacil percaya bahwa hidup ini seperti roda berputar, yang di bawah akan segera berada di atas, begitu sebaliknya.

Tidak seperti Drama Korea yang diceritakan teman-teman K-Pop Gacil. Kebanyakan pada baper soal romance-nya. Tapi, di Drama Korea 'Who Are You' ini, Gacil belajar tentang, mimpi, kehidupan, orang tua, guru, teman, cinta, perngorbanan, perjuangan dan keberanian dalam kebenaran. Hampir seluruh aspek kehidupan ada di Drama ini. Lalu, apa yang buat Gacil sampai begitu semangatnya, begitu sedihnya ketika nonton Drama ini? Ya, cerita dan alur yang luar biasa, pesan kehidupan yang membuat Gacil berpikir ulang tentang apa yang telah terjadi dalam kehidupan Gacil. Dalam review ini, tidak ada sinopsis, teman-teman bisa lihat sinopsisnya di google.

Ketika menuliskannya saja, air mata ini tetap aja netes. Ntahlah, kenapa begitu cengengnya Gacil jadi manusia. Cus aja download Drama Korea ini kalau pada mau nonton. Klik link Berikut ----------> Drama Korea Who Are You After School 2015

Adakah film yang begitu ngenak di hati teman-teman? Sharing yok di kolom komentar.

#Ceritagadiskecil
Reading Time:

Minggu, 07 April 2019

Lifestyle Blogger Medan - Hati-Hati dengan Hati
22.27 19 Comments
Hanya Menulis yang bisa membuatku lupa tentang hati yang luka

.Sejak kemarin ingin sekali Gacil tulis tentang hal ini. Meluapkan seluruh rasa menjadi sebuah tulisan. Menjadi sebuah pembelajaran untuk kita semua. Berhati-hati dalam bersikap, berbicara dan bertanggung jawab atas segala sesuatunya. Tidak usah panjang lebar, Gacil ingin memulainya dari sebuah rasa ketidak adilan.

Memang Hanya Sebuah Nama

Nama memanglah hanya sebuah nama, namun nama adalah doa dari kedua orang tua yang dititipkan Allah, karena-Nya lah aku lahir di dunia ini. Diberi nama dan tumbuh menjadi besar. Nama asliku Peny Eriska, dalam menulis aku lebih suka dengan penulisan Venny Eriska. Kenapa? Karena ada trauma yang tak pernah kuceritakan kecuali sama mamak dan ayah. Entah kenapa, sejak membaca sebuah buku tentang terorisme, ingin sekali kubagikan dalam tulisan ini, hanya sebagai sebuah curhatan saja.

Sejak SD, SMP dan bahkan SMK aku tumbuh dengan rasa dan merasa tidak ada keadilan di lingkungan sekitar. Entah aku yang terlalu lebay, tapi itulah yang kualami. Entah berapa banyak dari mereka yang pernah hadir dalam hidupku meninggalkan luka, dan berbekas sampai saat ini. Entah berapa banyak luka yang sudah membekas. Aku lebih memilih diam, diam dan terus diam. Pada satu titik, aku tidak ingin diam.

Mulai dari hal kecil, nama PENY menjadi bully-an banyak orang. Entah apa yang ada dipikiran orang-orang itu. Hingga mereka melesatkan nama pemberian orang tuaku ini, menjadi sesuatu hal yang hina. Sering mereka memelesatkannya menjadi "PENIS" . Biarkan kali ini, aku menulis dengan kalimat frontal. Sudah tak tahan lagi dengan apa yang terjadi, hal sehina itu mereka sebutkan untuk memanggilku. Aku diam, bahkan mencoba acuh, tapi sampai saat ini, dan puncaknya ketika aku mengikuti sebuah workshop selama empat hari.

Di dalam kegiatan yang katanya, memahami pancasila, memahami toleransi, kedamaian dan entah apalah itu, yang membuatku semakin tak percaya adanya keadilan dan toleransi. Di sana, mungkin aku terlihat baik-baik saja. Namun, satu hal yang membuat aku merasa jijik berada di sana, ketika sebagain peserta lelaki yang melesetkan namaku menjadi PENIS, alat kelamin laki-laki yang tak selazimya disebutkan seperti itu. Pantaskah mereka? Orang-orang berpendidikkan, lebih dewasa dan kuanggap memiliki etika melakukan hal yang sama? Membuka lukaku kembali di masa SD, SMP dan SMK.

Hal yang kusesali, kenapa selalu saja dipertemukan dengan orang-orang seperti mereka? Orang-orang yang katanya tamatan sarjana, punya wawasan ini dan itu. Bahkan untuk menjaga hati orang lain dari hal kecil saja tidak bisa?

"Eh, kau dikenal sama kalangan anak cowok, namamu itu tambahin S," ujar salah satu peserta saat itu. Ingat, sangat ingat. Ingin sekali kucabekan muncungnya saat itu, aku masih diam.

Namun, saat kegiatan selesai, aku gak bisa diam saja. Aku utarakan, bertanya dan didengar seluruh peserta. "Bagaimana tanggapan kalian, jika dalam suatu kegiatan tentang toleransi, pancasila dan lain sebagainya. Masih saja ada yang melakukan bully nama?" lontarku dengan rasa marah yang memuncak. Tapi apa? Aku hanya ditertawakan, bahkan di antara mereka ada yang nyeletuk "Alah pengalaman dianya itu. Nama dianya tuh," namun tak ada satu pun panitia atau penyelenggara yang menengahi hal ini.

Aku tau, mungkin ini terlalu lebay bagi mereka. Aku masih ingat siapa orang-orangnya. Dendam? Ya! Ingin membalas? Tidak! Aku percaya, Allah akan membalasnya. Aku hanya ingin berbagi apa yang kurasakan. Tolong! siapapun kamu dengan siapapun kamu berbicara, apapun itu. Plis jangan pernah menyakitkan hati orang lain. Hati-Hati Dengan Hati. Terorisme dapat terjadi, salah satunya karena rasa sakit hati. Jangan pernah menumbuhkan benih dendam, amarah dan sakit di hati orang lain.  Its okey mungkin ini sudah takdir Allah. Sudah jadi jalanku selalu direndahkan.

#Ceritagadiskecil
Reading Time:

Minggu, 30 Desember 2018

Lifestyle Blogger Medan - Ini Cara Gadis Kecil Menyambut Tahun Baru
22.04 17 Comments


Dokumentasi by ceritagadiskecil

Malam tahun baru mau kemana? Jalan sama siapa? Bakar-bakar yuk. Ah aku di rumah ajalah, sama teman dong. Jalan sama si ayang beb. Duh, kalau sudah mau tahun baru, pertanyaan-pertanyaan mau kemana selalu saja Gacil dengar. Lalu, bagaimana dengan nasib Gacil yang tak punya pacar apalagi teman jalan, sedangkan keluarga saja tak hobi jalan-jalan. Selayaknya remaja, gadis kecil tentunya kepengen toh, jalan-jalan menikmati malam tahun baru dengan bahagia? Yaps, Gacil juga ingin menikmati rasanya Tahun Baru. Tapi sama siapa? Hahah miris sekali memang.

Sedikit curhat, Tahun Lalu, Gacil ngambek sama ayah yang tak mau diajak keluar. Di rumah, hanya ada Gacil, mamak dan Ayah. Sedangkan Adek, jalan-jalan sama temannya. Di status Facebook, di feed Instagram dan di story WA. Teman-teman Gacil pada share momen bahagia, ada yang jalan-jalan bareng pacarnya ke gunung sibayak. Ada juga yang bakar-bakar bareng teman segenknya, terus ada lagi yang ngumpul bareng keluarga. Gacil cuman mantengin ponsel dan nonton TV di rumah. 

Gak asik, ah kenapa gini banget sih? Pikir Gacil pada waktu itu. Di kamar yang minimalis, Gacil mengurung  diri, ngambek sama Ayah yang gak mau diajak keluar. Padahal Gacil cuman mau jalan-jalan melihat dunia malam. Beli bakso bakar aja pun jadilah, Ayah emang susah diajak. Nih ya, kalau Gacil bisa naik kereta, pasti gak perlu minta-minta, ngebujuk biar keluar. Akhirnya, karena kesel Gacil nangis tersedu-sedu di kamar.

“Kenapa nak?” Tanya Ayah. Semakin ditanya kenapa, Gacil semakin sedih. Kenapa ngerasa sepi ya? Meski diajaran agama Gacil tidak ada yang namanya tahun baru, entah kenapa, keluar di malam itu bisa membuat Gacil lebih baik moodnya.

“Malam tahun baru di rumah, adek gak ada. Aku sendiri gak ada saudara.” Ujar Gacil sambil nangis tersedu-sedu. Sebenarnya gak bermaksud untuk membuat suasana sedrama ini. Tapi, sekilas Gacil teringat dan rindu sama nenek Gacil yang biasa panggil Uwek. Uwek yang Gacil sayangi karena ia sayang sekali sama Gacil.

Terjadilah drama nangis tersedu-sedu. Sampai akhirnya, ayah tak tega dan kami bertiga keluar, keliling-keliling saja. Cukuplah menghapus air mata, tapi sudah terlanjur mata bengab karena nangis. Gacil, Ayah dan Mamak beli bakso bakar dan Sate Ati yang dibakar.

Nah, kejadian drama ini terjadi tahun lalu, ketika menyambut tahun 2018. Eh, sekarang udah mau dipenghujung tahun 2018. Apakah Gacil akan berlaku hal yang sama? Tidak, kali ini Gacil udah berpikir lebih dewasa. Menikmati akhir tahun di rumah, fokus memplaning apa yang akan Gacil tuju, apa yang akan menjadi mimpi Gacil yang harus diwujudkan di Tahun 2019. 

Mimpi di Tahun 2017 kembali mendapatkan juara

Paling utama dan yang terdekat adalah dapat lulus SBMPTN dan bisa masuk di Universitas Negeri Sumatera Uatara Jurusan Ilmu Komunikasi. Selain itu, menyelesaikan novel ketiga yang mungkin berjudul ‘Cerita Gadis Keci’, terus pengennya di tahun 2019 sudah ada kamera yang bisa dimanfaatkan buat ngevlog, ngeblog ataupun cari uang tambahan untuk biaya kuliah. Ah, semoga saja Allah berbaik hati, mengabulkan semua mimpi-mimpi Gacil di tahun 2019 . Ya, daripada jalan-jalan dan menghabiskan uang lalu merayakan yang tak seharusnya dirayakan. Gacil putuskan menyambut akhir, dengan menulis mimpi-mimpi di kertas mimpi miliki Gacil.

Mimpi di tahun 2018 menyelesaikan UN dengan baik dan menjadi siswa terbaik

Mimpi kecil yang terwujud, tulisan berupa puisi dan artikel bisa terbit di koran

Dulu, pingin kali bisa makan enak. Salah satunya makan di Mie Ayam Mahmud. Eh, kesampaian makan gratis.
Mendapat piala. Dulu pengen kali punya piala, eh di tahun 2015 dapat piala pertama
sebagai Sutradara terbaik di FFA 2015.

Alhamdulillah, melewati 2017 dan 2018 sudah banyak mimpi-mimpi yang dapat Gacil raih. Ini cara Gacil menyambut Tahun Baru. Simak juga cerita Gacil tentang mendapatkan hal-hal yang Gacil ingin kan secara Gratis, tinggal klik aja link ini Belanja dan Makan Enak Tanpa Uang. Bagaimana cara teman-teman menyambut Tahu Baru? Sharing ke Gacil yuk.


Dream di 2019. Doakan ya teman-teman

#Ceritagadiskecil

Reading Time:

Minggu, 23 Desember 2018

Lifestyle Blogger Medan - Sebuah Cerita di Rumah Sederhana
19.41 6 Comments


By Ceritagadiskecil

Lifestyle Blogger Medan - Di sebuah rumah yang sederhana tinggalah sebuah keluarga yang di dalamnya ada Cinta, Kekayaan, Kecantikkan, dan Kesedihan. Mereka memiliki sifat yang berbeda-beda. Hingga suatu ketika, rumah sederhana itu terbakar. 
 
Cinta terjerat dalam situasi yang sulit. Sang jago merah semakin membara menghanguskan rumah secara perlahan. Masing-masing dari mereka menyelamatkan diri. Pertama kali yang melewati cinta saat  terjerat kayu berapi adalah Kekayaan.. Cinta meminta tolong pada Kekayaan untuk membantu dirinya keluar dari perangkap itu. 

Namun, Kekayaan menolak. Ia berkata
“Maaf Cinta aku tak biasa. Tangan dan tubuhku telah penuh. Aku harus menyelamatkan harta-harta ini terlebih dahulu.”

Cinta bersedih, Lalu sang istri Cinta, si Kecantikkan melewatinya. Cinta tersenyum, Ia yakin Kecantikan akan membantunya.
“Istriku, bantu aku…” ucap Cinta.
Kecantikkan menjawab “Maaf suamiku, Aku tak bisa. Jika aku menolongmu kecantikkanku menghilang,” Cinta semakin bersedih hati,.
     
Api mulai merayap ke tubuhnya. Lewatlah sang Kesedihan, Cinta berharap banyak dengan Kesedihan. Ia berkali-kali memanggil sang Kesedihan tetapi Kesedihan enggan menoleh tampaknya sang Kesedihan tak sadar sangking sedihnya.
        
Cinta sangat putus asa ia berpasrah diri, matanya terpejam pasrah saat api mulai merayap ke tubuhnya. Namun, seseorang datang mengangkat tubuh yang menua itu dari si jago merah. Cinta membuka mata ia sangat terkejut, dirinya telah terselamatkan.
     
 “Kesetiaan? kau yang menyelamatkan aku nak? Bukankah kau telah menjauh dari kehidupanku dan pergi meninggalkan rumah ini?” Ujar Cinta tak percaya.
     
 “Aku bukan pergi dan menjauh ayah. Tapi aku selalu berada di samping ayah walau jarak memisahkan.” Ujar Kesetiaan dan memeluk Cinta.

Teman-teman, apa yang bisa kamu ambil dari Cerita di Sebuah Rumah Sederhana ini?

#Ceritagadiskecil
Reading Time:

@way2themes