Lifestyle dan Food Blogger Medan

Minggu, 30 Desember 2018

Lifestyle Blogger Medan - Ini Cara Gadis Kecil Menyambut Tahun Baru
22.04 17 Comments


Dokumentasi by ceritagadiskecil

Malam tahun baru mau kemana? Jalan sama siapa? Bakar-bakar yuk. Ah aku di rumah ajalah, sama teman dong. Jalan sama si ayang beb. Duh, kalau sudah mau tahun baru, pertanyaan-pertanyaan mau kemana selalu saja Gacil dengar. Lalu, bagaimana dengan nasib Gacil yang tak punya pacar apalagi teman jalan, sedangkan keluarga saja tak hobi jalan-jalan. Selayaknya remaja, gadis kecil tentunya kepengen toh, jalan-jalan menikmati malam tahun baru dengan bahagia? Yaps, Gacil juga ingin menikmati rasanya Tahun Baru. Tapi sama siapa? Hahah miris sekali memang.

Sedikit curhat, Tahun Lalu, Gacil ngambek sama ayah yang tak mau diajak keluar. Di rumah, hanya ada Gacil, mamak dan Ayah. Sedangkan Adek, jalan-jalan sama temannya. Di status Facebook, di feed Instagram dan di story WA. Teman-teman Gacil pada share momen bahagia, ada yang jalan-jalan bareng pacarnya ke gunung sibayak. Ada juga yang bakar-bakar bareng teman segenknya, terus ada lagi yang ngumpul bareng keluarga. Gacil cuman mantengin ponsel dan nonton TV di rumah. 

Gak asik, ah kenapa gini banget sih? Pikir Gacil pada waktu itu. Di kamar yang minimalis, Gacil mengurung  diri, ngambek sama Ayah yang gak mau diajak keluar. Padahal Gacil cuman mau jalan-jalan melihat dunia malam. Beli bakso bakar aja pun jadilah, Ayah emang susah diajak. Nih ya, kalau Gacil bisa naik kereta, pasti gak perlu minta-minta, ngebujuk biar keluar. Akhirnya, karena kesel Gacil nangis tersedu-sedu di kamar.

“Kenapa nak?” Tanya Ayah. Semakin ditanya kenapa, Gacil semakin sedih. Kenapa ngerasa sepi ya? Meski diajaran agama Gacil tidak ada yang namanya tahun baru, entah kenapa, keluar di malam itu bisa membuat Gacil lebih baik moodnya.

“Malam tahun baru di rumah, adek gak ada. Aku sendiri gak ada saudara.” Ujar Gacil sambil nangis tersedu-sedu. Sebenarnya gak bermaksud untuk membuat suasana sedrama ini. Tapi, sekilas Gacil teringat dan rindu sama nenek Gacil yang biasa panggil Uwek. Uwek yang Gacil sayangi karena ia sayang sekali sama Gacil.

Terjadilah drama nangis tersedu-sedu. Sampai akhirnya, ayah tak tega dan kami bertiga keluar, keliling-keliling saja. Cukuplah menghapus air mata, tapi sudah terlanjur mata bengab karena nangis. Gacil, Ayah dan Mamak beli bakso bakar dan Sate Ati yang dibakar.

Nah, kejadian drama ini terjadi tahun lalu, ketika menyambut tahun 2018. Eh, sekarang udah mau dipenghujung tahun 2018. Apakah Gacil akan berlaku hal yang sama? Tidak, kali ini Gacil udah berpikir lebih dewasa. Menikmati akhir tahun di rumah, fokus memplaning apa yang akan Gacil tuju, apa yang akan menjadi mimpi Gacil yang harus diwujudkan di Tahun 2019. 

Mimpi di Tahun 2017 kembali mendapatkan juara

Paling utama dan yang terdekat adalah dapat lulus SBMPTN dan bisa masuk di Universitas Negeri Sumatera Uatara Jurusan Ilmu Komunikasi. Selain itu, menyelesaikan novel ketiga yang mungkin berjudul ‘Cerita Gadis Keci’, terus pengennya di tahun 2019 sudah ada kamera yang bisa dimanfaatkan buat ngevlog, ngeblog ataupun cari uang tambahan untuk biaya kuliah. Ah, semoga saja Allah berbaik hati, mengabulkan semua mimpi-mimpi Gacil di tahun 2019 . Ya, daripada jalan-jalan dan menghabiskan uang lalu merayakan yang tak seharusnya dirayakan. Gacil putuskan menyambut akhir, dengan menulis mimpi-mimpi di kertas mimpi miliki Gacil.

Mimpi di tahun 2018 menyelesaikan UN dengan baik dan menjadi siswa terbaik

Mimpi kecil yang terwujud, tulisan berupa puisi dan artikel bisa terbit di koran

Dulu, pingin kali bisa makan enak. Salah satunya makan di Mie Ayam Mahmud. Eh, kesampaian makan gratis.
Mendapat piala. Dulu pengen kali punya piala, eh di tahun 2015 dapat piala pertama
sebagai Sutradara terbaik di FFA 2015.

Alhamdulillah, melewati 2017 dan 2018 sudah banyak mimpi-mimpi yang dapat Gacil raih. Ini cara Gacil menyambut Tahun Baru. Simak juga cerita Gacil tentang mendapatkan hal-hal yang Gacil ingin kan secara Gratis, tinggal klik aja link ini Belanja dan Makan Enak Tanpa Uang. Bagaimana cara teman-teman menyambut Tahu Baru? Sharing ke Gacil yuk.


Dream di 2019. Doakan ya teman-teman

#Ceritagadiskecil

Reading Time:

Minggu, 23 Desember 2018

Lifestyle Blogger Medan - Sebuah Cerita di Rumah Sederhana
19.41 6 Comments


By Ceritagadiskecil

Lifestyle Blogger Medan - Di sebuah rumah yang sederhana tinggalah sebuah keluarga yang di dalamnya ada Cinta, Kekayaan, Kecantikkan, dan Kesedihan. Mereka memiliki sifat yang berbeda-beda. Hingga suatu ketika, rumah sederhana itu terbakar. 
 
Cinta terjerat dalam situasi yang sulit. Sang jago merah semakin membara menghanguskan rumah secara perlahan. Masing-masing dari mereka menyelamatkan diri. Pertama kali yang melewati cinta saat  terjerat kayu berapi adalah Kekayaan.. Cinta meminta tolong pada Kekayaan untuk membantu dirinya keluar dari perangkap itu. 

Namun, Kekayaan menolak. Ia berkata
“Maaf Cinta aku tak biasa. Tangan dan tubuhku telah penuh. Aku harus menyelamatkan harta-harta ini terlebih dahulu.”

Cinta bersedih, Lalu sang istri Cinta, si Kecantikkan melewatinya. Cinta tersenyum, Ia yakin Kecantikan akan membantunya.
“Istriku, bantu aku…” ucap Cinta.
Kecantikkan menjawab “Maaf suamiku, Aku tak bisa. Jika aku menolongmu kecantikkanku menghilang,” Cinta semakin bersedih hati,.
     
Api mulai merayap ke tubuhnya. Lewatlah sang Kesedihan, Cinta berharap banyak dengan Kesedihan. Ia berkali-kali memanggil sang Kesedihan tetapi Kesedihan enggan menoleh tampaknya sang Kesedihan tak sadar sangking sedihnya.
        
Cinta sangat putus asa ia berpasrah diri, matanya terpejam pasrah saat api mulai merayap ke tubuhnya. Namun, seseorang datang mengangkat tubuh yang menua itu dari si jago merah. Cinta membuka mata ia sangat terkejut, dirinya telah terselamatkan.
     
 “Kesetiaan? kau yang menyelamatkan aku nak? Bukankah kau telah menjauh dari kehidupanku dan pergi meninggalkan rumah ini?” Ujar Cinta tak percaya.
     
 “Aku bukan pergi dan menjauh ayah. Tapi aku selalu berada di samping ayah walau jarak memisahkan.” Ujar Kesetiaan dan memeluk Cinta.

Teman-teman, apa yang bisa kamu ambil dari Cerita di Sebuah Rumah Sederhana ini?

#Ceritagadiskecil
Reading Time:

Kamis, 06 Desember 2018

Lifestyle Blogger Medan - Kreativitas Anak Muda Berperan Besar dalam Kemajuan Indonesia.  Apakah Kamu Termasuk Anak Muda itu?
22.350 Comments

By ceritagadiskecil

Sahabat Gacil,
Seperti biasa Gacil mau sharing tentang keseharian Gacil, keseruan dan kegilaan Gacil dalam menjalani hidup ini. *Eaak. Tulisan kali ini, Gacil ingin berbagi cerita tentang anak muda. Kenapa Gacil mau cerita tentang anak muda? Ya, karena Gacil anak muda hehe.

Baiklah, langsung aja cus pada inti cerita Gacil.. Pagi ini, di hari jum’at yang penuh berkah Gacil bersemangat menghadiri kegiatan Flash Blogging 4 Tahun Indonesia Kreatif dari Kominfo. Walaupun keadaan lagi gak sehat. Tapi, kalau udah dengar ada kegiatan ngeblog  tiba-tiba Gacil mendadak sembuh. Hahaha, hobi salah obat mujarab untuk menyembuhkan penyakit.
Muda Keartif Kece Imajinatif Dan Positif di Flash Blogging 4 Tahun Indoneia Kreatif

Berangkat dari rumah niatnya mau mengupgrade pengetahuan dan menambah jaringan teman. Gacil tempuh deh naik angkot terus nyambung Ojek Online dan gerimis-gerimisan manja bareng abang Ojol. Dari informasi acara yang Gacil dapat di email kemarin sore, acara 4 Tahun Indnesia Kreatif ini mulai jam 8 pagi. Eh, Gaci jam 8 masih di jalan, cemas sih karena bakalan telat.

Sekitar empat puluh lima menit menempuh perjalanan menuju Grand Aston, lokasi acara 4 Tahun Indonesia Kreatif, Gacil sampai dan mencari posisi duduk yang ciamik, biar fokus mendapatkan ilmu baru dari acara ini. Gacil bertemu dengan anak-anak muda yang kreatif-kreatif. Tampak dari wajah-wajah mereka yang tak malas bangun dan bersemangat mengikuti acara ini. Eh, Gacil ketemu sama Kak Evi, teman satu Komunitas namun tak pernah bertemu. Hebatnya!

Sekitar pukul 9:30 wib, acara di mulai menyanyikan lagu Indonesia Raya. Gacil suka dengan pembukaan ini. Penyemangat dan Pemersatu kami sebagai peserta yang ada di ruangan ini, ruangan lantai satu di Grand Aston. Selesai menyanyikan lagu kebanggaan negeri ini, dilanjut dengan kata sambutan dan pembukaan dari Ibu Farida  Maharani. Kalimat yang paling Gacil ingat sebagai anak muda dalam kata sambutannya, “Industri Kreatif bergerak sebagai persaingan Global. Harus dihadapi dan tak bisa dipungkiri” . Ada benarnya kata Ibu ini.

Di jaman Kaum Millenial. Kreatif menjadi trend sendiri, sudah banyak di antara kita, anak muda yang sukses dan hidup dari dunia kreatif. Misalnya saja, seperti Blogger, Vlogger, Youtubers dan  Kreator kreatif lainnya. Coba deh, di jaman ini Sahabat tanya pada adik atau sanak saudara yang masih belia. Tanyakan kepada mereka apa cita-citanya. Tentu, di antara mereka ada yang ingin menjadi Youtubers atau Bloggers. Dulu, aktivitas ini bisa dianggap tak terlalu berpengaruh. Namun, sekarang tidak bisa kita pungkiri industry kreatif sudah merajai seantero negeri. Seluas itukah? Ya, seperti yang Ibu Farida katakan, ‘Harus dihadapi dan tidak bisa dipungkiri’


Kenapa Anak Muda dan Dunia Kreatif Berpengaruh Besar dalam Kemajuan Negeri ini?

Kenapa ya?

Ada yang tau kenapa? Menurut Gacil. Anak mudalah yang mudah terpengaruh dan dipengaruhi. Anak mudalah yang mampu bersaing dengan kreativitas dan teknologi. Anak Mudalah cerminan sebuah bangsa. Anak mudalah yang dielu-elukan untuk barisan paling depan membela negaranya. Jadi ingat beberapa waktu lalu, Gacil ikut kegiatan Komunitas Bela Indonesia. Di sana, semua berdebat masalah dan persoalan di negeri kita. Anak-anak muda yang berdebat dan mengungkapkan kekesalannya. Namun, di acara Flash Blogging 4 Tahun Indonesia Kreatif ini. Anak Muda Indoneisa khususnya Medan melihat sisi lain Indonesia, memberikan solusi dengan belajar dan menjadi kreator pemuda kreatif.

Lalu Anak Mudah Seperti Apakah Yang Dapat Membantu Kemajuan Negeri Ini?

Setelah pembukaan dari Ibu Farida, masuklah Bapak Kece, pemateri yang lahirnya di Jaman Old tapi pembawaanya itu loh Jaman Now bingits.. Pak Handoko, beliau lulusan S1 IPB Bogor dan Universitas California. Beliau memberi Gacil inspirasi untuk mengangkat cerita tentang peran penting anak muda. Ya, beliau berbicara tentang anak muda. Gaya bicaranya sudah seperti anak muda saja yang asik dan tak terlalu serius apalagi tegang yang membosankan. Beliau membuka materi dengan bersenang-senang, menyanyikan lagu asal daerah Aceh dan daerah Papua. Melalui cara pembukaannya saja, Gacil sudah dapat hikmah. Bahwa Indonesia bukan sekadar kota Jakarta, Medan ataupun Jawa. Indonsia punya Aceh dan Papua yang sangat berharga.

Lanjut! Pak Handoko berkata, “Anak Muda Maju, Indonesia Maju” Anak muda penentu terbesar kemajuan bangsa. Setujuhkah sahabat? Kira-kira pemuda seperti apa yang sangat berperan pada pertumbuhan negeri ini? Baiklah dengan senang hati Gacil menceritakan apa yang disampaikan Pak Handoko. Anggap saja Gacil penghubungnya antara kamu dengan Pak Handoko.

Pak Handoko bercerita tentang anak muda melalui selogan yang menggelitik menurut Gacil, “Anak Muda Maju, Indonesia Maju” Tanpa disadari, selogan itu mengingatkan Gacil pada keadaan anak muda semasa Gacil. Anak Muda Indonesia yang dicap buruk, anak-anak muda yang gagal menjaga diri dan merusak dirinya dengan Narkoba, Pergaulan Bebas dan hal negative lainnya. Namun, apakah semua anak muda di Indonesia seperti itu, Sahabat Gacil? Tidak! Tidak semua anak muda di negeri ini yang menularkan atau memberikan sikap negatif saja. Masih banyak kok, anak muda yang kreatif. Lalu, Pak Handoko memberikan gambaran tentang enam kategori anak muda. Apa sajakah itu? Yuk, sahabat simak tentang enam kategori ini. Bisa, jadi sahabat termasuk di salah satunya.

Enam Kategori Anak Muda

Enam Kategori anak muda yang di sampaikan Pak Handoko yaitu;
1. Kreator
Anak-anak muda yang bergerak dalam bidang kreatif seperti Start up, Musisi, termasuk Blogger dan Youtubers. Nah, kategori ini nih yang lagi hits dan akan menjadi trend masa depan. Apakah kamu termasuk di kategori ini? Kalau Gacil sih. Dengan bangga menganggap iya. Asiknya berada di dunia kreator. Berkreativitas dengan bebas dan bersportivitas dalam menaklukan hal positif.

2. Peduli
Kategori yang ini, kategorinya anak-anak muda yang memiliki nilai sosial yang tinggi. Suka berelawan ataupun menolong orang lain.

3. Orang Biasa
Wah kategori yang ini tampaknya tak boleh disepelekan. Anak-anak muda yang fokus berkarir dan menjadi fans setia. Tak kalah hits deh anak muda kategori yang satu ini.

 4. Pahlwan
Anak muda kategori pahlawan itu seperti apa sih? Ya, Sahabat Gacil. Anak-anak muda inilah pahlwan kita. Mereka anak-anak muda yang aktif di bidang Atlet dan Tim SAR. Luar biasa bukan? Merekalah pahlawan kita pada ajang ASEAN Games, Asian Games dan Para Asian Games.

5. Cendikiawan
Ini kategorinya anak-anak muda yang mungkin sering kita anggap sebagai anak-anak kutu buku. Ya, pasalnya ini kategori anak muda yang haus akan ilmu dan pendidikan.

6. Eksplorer
Kalau kategori yang ini lebih asik lagi. Kerjanya jalan-jalan dan menjelajahi alam. Enak bukan? Ya, merekalah orang-orang yang menikmati indahnya negeri, menjaga dan melestarikan alam.

Okey Sahabat Gacil, dari enam kategori anak muda yang disampaikan Pak Handoko. Menurut kamu, kamu kategori yang mana ya? Nah, menurut Gacil. Apapun kategori yang kamu pilih. Kamu tetaplah anak muda yang punya pengaruh besar untuk kemajuan Indonesia. Mau menjadi kreator itu sah-sah saja. Tapi, yuk sama-sama kita sebar konten kreatif yang positif. Hempaskan tuh konten-konten negatif. Tetap Kreatif yang positif ya Sahabat Gacil.

Lalu Bagaimana untuk Menjadi Pemuda Kreatif dan Positif? Ini Peran Pemerintah untuk Mendorong Kreativitas Kita Sebagai Anak Muda!!

Di acara ini, Pak Handoko tak hanya sekadar memberi gambaran tentang anak muda yang harus menghadapi persaingan Global secara kreatif. Pak Handoko juga membubuhkan beberapa solusi dan fasilitas yang diberikan pemerintah untuk kemajuan anak mudanya. Apa saja? Yuk simak cerita Gacil yang ini. Siapa tau, kamu menemukan solusinya.

Pada tahun 2014, kira-kira sekitar 4 tahun yang lalu. Indonesia masih memiliki  15% masyarakat yang belum bebas menikmati pencayahaan di malam hari. Pencayahaan dari listrik yang terang benderang. Jika, dikali-kalikan. 15% dikali 250 juta masyarakat. Maka, ada 30 juta masyarakat yang tersulut kegelapan. Duh, miris ya sahabat Gacil. Namun, saat ini pemerintahan sudah mengupayakan sekitar 6950 listrik tambahan. Lumayanlah, tapi tidak cukup puas sampai di situ.

Di bidang ekonomi Kreatif. Indonesia di tahun 2018 menempati tempat pertama  ‘High Growth Market’ Ecomers yang merajai dunia. Selain itu,  dari tahun 2014 hingga saat ini Indonesia berkembang pesat dalam bidang ekonomi kreatif. Nah, sahabat Gacil. Melalui, data-data yang dipaparkan Pak Handoko, ekonomi kreatif merupakan pangsa besar untuk kita. Iya! Kita anak muda, berbondong-bodong merajai dunia kreatif yang positif. 

Omong-omong soal dunia kreatif yang akan menjadi trend di masa depan.  Pak Handoko bercerita tentang Korea, Negara tersohor yang patut kita contoh mengenai entertaimennya. Ada satu fakta yang mengejutkan mengenai Korea. Negeri Kpop itu, ternyata dulu belajar dunia Kreatif dan Entertaimen dari Amerika loh.. Sekarang, Korea berhasil membuat Amerika terkagum pada entertaimentnya. Ayo, Sahabat Gacil. Anak-anak mudanya Indonesia. Boleh saja suka entertaimentnya Korea. Tapi, apa mau selamanya menjadi penikmat saja? Gak ingin menjadi sosok entertaimen atau anak muda kreatif yang dikagumi masyarakat Korea? Jika Korea bisa, seharusnya kita bisa dong..

Jangan takut untuk memulai! Tidak ada modal? Mulai saja dari hal yang tak membutuhkan banyak modal. Misalnya saja menjadi Bloggers? Menjadi anak muda yang kreatif pada penyajian kata dan frasa? Bukankah itu tak terlalu sulit jika kita ingin memulainya? Tengang!

Pak Handoko juga memaparkan, pemerintah sangat mendukung anak muda yang kreatif. Melalui apakah dukungan itu?

1. Bantuan untuk para Start Up
Pemerintah menyediakan Plaform untuk para start up Indonesia. Info lengkapnya coba search aja di website atau instagramnya Keminfo. Pemerintah juga memberikan bantuan insentif untuk para start up. Tinggal kitanya aja nih yang wajib rajin-rajin cari informasi.

2. Program Ultra Miko UMKM (UMI)
Tersedia juga pinjaman maksimal 10 juta untuk kamu, baik anak muda ataupun sudah dewasa yang butuh modal buat usaha.  

3. Solusi dalam Pendidikan
Tak hanya ekonomi kreatif. Permasalahan pendidikan juga mulai perlahan dikit demi dikit melalui solusi, penambahan adanya beasiswa. Pemerintah meningkatkan jumlah beasiswa untuk pendidikan dari tahun 2014 hingga sekarang.  Jika tahun 2014 hanya 126 Triliun maka tahun 2018 bertambah menjadi 147 Triliun. 

4. Para Atlet tidak lagi besedih.
Jika penghargaan untuk para Atlet dahulu sangat miris. Maka, perbaikan itu mulai tampak perlahan. Misalnya saja pada Asian Games lalu. Para Atlet mendapat berbagai penghargaan. Mulai dari, jaminan pekerjaan menjadi PNS, uang penghargaan 1,5 M untuk peraih Medali emas, 500 Juta untuk peraih medali perak dan 250 juta untuk peraih medali perunggu.

Dibagian ini, Gacil tidak memihak pemerintah atau siapalah. Gacil hanya memihak kamu yang ingin berkreativitas dan maju dalam hal positif. Mungkin, peran pemerinta belum begitu wah untuk kita. Sebagai anak muda, tak usah pikirkan tentang fasilitas yang ada. Mulai saja dulu. Ayo bersama-sama kita mengingat. Kita Anak Muda Kemajuan Negara. So, jika kita berkreativitas maka tak sekadar kita yang maju tapi negeri kita ikut maju.

Solusinya sudah! Ayo Memulainya dengan Tips Sukses dari Pak Handoko
Sahabat Gacil. Sudah taukan mau jadi anak muda yang dikategori mana? Apapun kategorinya. Yuk ah simak tips sukses dari Pak Handoko :

1. Kenali diri kita dan Minat Kita. Jangan sampai salah jalan ya. Cukup salah meletakan hati aja eh.. itu juga gak boleh sih.
2. Tetap usaha pada minat kita. Jangan berusaha dekati si doi aja yang kenceng haha.
3. Evaluasi diri. Yuk ah evaluasi diri, jangan kepoin kali orang lain sampai lupa sama diri sendiri.

Udah ah, segini aja dulu ceritanya ya Sahabat Gacil. Karena udah setengah dua juga. Udah harus dipost haha. Semoga berfaedah. Jangan sia-siakan tulisan ini ya. Gacil berjuang kali ini nulisnya. Walau keyboard laptop dibagian huruf O dan Lnya bermasalah. Ini ada huruf O dan L aja karena copypaste. Gacil akhir dengan satu kalimat dari Pak Sukardi Rinalkit, “Jangan Pernah Lelah Mencintai Indonesia”

#Ceritagadiskecil
#FlashBlogging4TahunIndonesiaKreatif
Reading Time:

Minggu, 02 Desember 2018

Lifestyle Blogger Medan - Belajar dari Rasa Sakit
01.22 17 Comments
Dokumen by ceritagadiskecil.com

Lifestyle Blogger Medan - Gacil
 masih ingat persis bagaiman lelaki itu sepontannya mengeluarkan kata-kata menyakitkan. Entahlah, tak bisa dibayangkan lagi seperti apa keadaan hati saat itu. “Aku gak tau lihat si Gacil ini. Antara polos atau bego,” ucapnya membuat tawa mendadak terhenti. Sumpah, Gacil tak bisa katakan bagaimana perasaan itu. Walaupun lelaki itu bukan orang pertama kali yang menyelipkan luka-luka dalam, di hati Gacil. Terserah, jika di paragraph ini kamu menganggap Gacil lebay atau baperan. Tapi, tolong sejijik apapun kamu baca paragraph ini, hibur Gacil dengan menyelesaikan bacaanmu pada tulisan ini.

                Lanjut, Gacil hanya terdiam saat menerima kalimat dari lelaki, yang seharusnya dapat memproduksi kata-kata lebih etis daripada kata-kata yang hanya berdampak pada luka hati seseorang.  Saat kejadian itu, Gacil masih duduk di bangku SMK. Masih berpikiran seperti layaknya anak-anak yang begitu marah dan terkadang suka meratapi cemoohan orang lain. Tidak bisa dipungkiri, setelah lelaki itu mengatakan hal itu, Gacil terus kepikiran, Apa iya? Orang-orang melihat dan menilaiku sebagai orang bodoh? Apa seburuk itukah aku? Tak bisa Gacil pungkiri, sempat terteskan butiran bening untuk hal yang saat ini Gacil sadari itu tak berguna.

                Tidak hanya sampai di situ, perlakuan orang sekeliling Gacil yang menimbulkan rasa sakit terus saja ada. Lucu dan mirisnya, ketika Gacil hendak pergi untuk mengunjungi tempat Praktek Kerja Lapangan dari sekolah. Saat itu hanya ada tiga teman lelaki yang membawa kereta, dan dua orang guru dengan satu kereta. Gacil akui, Gacil tak bisa mengendarai kereta. Pada saat itu, guru Gacil meminta salah satu dari ketiga teman Gacil yang membawa kereta, untuk membonceng Gacil. Namun, tau gak? Hal menyakitkan yang harus Gacil dapatkan saat itu. Tak ada salah satu pun dari mereka yang mau memboceng Gacil, padahal mereka tidak membonceng siapa-siapa. Ketiganya mengeluarkan banyak alasan. Ban kereta yang kempeslah, baut yang kendor lah, ini dan itulah. Hingga Guru Gacil menggelengkan kepala, mereka nyerah. Akhirnya Gacil bonceng bertiga dengan guru Gacil.

                Hingga saat ini, Gacil terus bertanya-tanya. Kenapa? Apa sehina itukah Gacil? Seburuk rupa itukah? Sampai-sampai mereka berlaku seperti itu? Mengingat dan menuliskannya lagi dalam deretan paragraph ini, membuat mata Gacil kembali berkaca-kaca. Gacil tau, di Antara kamu akan terucap kalau Gacil sungguh lebay. Gacil tak perduli, meski Gacil paham masih banyak orang di luar sana, merasakan sakit yang lebih parah dari Gacil.

                Dalam tulisan ini, Gacil mau bilang, dari rasa sakit, Gacil belajar artinya Bangkit, dari rasa sakit, Gacil paham artinya menghargai. Dari rasa sakit juga, Gacil mampu memproduksi kalimat-kalimat positif. Teman-teman Gacil yang mungkin saat ini ada di posisi dan merasakan sakit. Ayo bangkit, Gacil yakin kamu lebih hebat dari mereka yang sudah menyakitkanmu. Ayo tuangkan amarahmu dalam kalimat positif, biarkan dan buatlah mereka yang pernah menancapkan luka di hatimu, terpekik melihat kehebatanmu yang mampu berkarya dan bangkit.

                Teman-teman, perjalanan delapan belas yang telah Gacil lalui, Gacil sangat bersyukur karena Allah memberikan banyak rasa sakit. Karena rasa sakit, Gacil mampu menulis dua buku yang Insya Allah akan menjadi tiga buku. Karena rasa sakit, Gacil lebih berhati-hati dalam berucap dan bersikap, Gacil tak mau karena lisan atau tingkah ini. Orang mengingat Gacil karena pernah menyakiti. Diam, Bangkit dan Buktikanlah. Merasakan rasa sakit bukanlah hal yang buruk. Jadikan itu anugrah-Nya, anggap rasa sakit itu, bahan bakarmu untuk berjuang menuju apa yang kamu mau. Terimakasih rasa sakit.

#Ceritagadiskecil

Reading Time:

Kamis, 15 November 2018

Influencer Blogger Medan - Hati-Hati dengan Jarimu
03.280 Comments
Dokumen by ceritagadisekecil.com

Influencer Blogger Medan - Aku masih belum paham apa yang terjadi. Bahkan saat aku memutuskan untuk menutup seluruh aktivitas dunia maya.

 “Sudahlah nak, gak perlu sedih seperti ini. Hal itu semua gak ada gunanya,” mama dengan mudah mengatakan hal itu. Padahal semua ini terjadi karenanya. Dia yang menghadirkan kebencian itu untukku.

 “Mama mudah banget bilang gitu. Mama apa gak malu? Ini semua karena mama,” Kulempar guling yang tengah kupeluk ke sembarang arah, beranjak dari ranjang menatap keramaian kota dari kamarku yang berada di lantai tiga. Mama diam, terduduk di pinggir ranjangku.

Kupandang awan-awan dari balik tirai jendela yang menutup jika malam hari. Matahari pagi, cahayanya menembus ke retina mata, memerintahkan pikiran untuk bangun dari duka yang terus menghujam. Sesekali aku menghela napas, sesak. Ini lebih menyesakan daripada sesaknya kehidupan Jakarta.

“Tiara,” mama memanggilku dengan suara lemah. Aku belum punya keberanian menoleh ke arahnya. Pasti. Bulir air matanya sudah tumpah karena kalimat kasarku tadi. Astaga, maaf ma. Aku hanya kesal. Kenapa Tuhan menghukumku karena kesalahan mama, kesalahan yang tak kuketahui dengan persis.

“Cukup nak, cukup kamu hukum mama dengan tindakkan kamu kemarin. Semua ini salah mama, tapi apa yang bisa mama lakukan? Mama bingung,” semakin kalimat perempuan itu terucap panjang. Dadaku semakin sesak, pikiran kembali memutar memori beberapa waktu yang lalu.

Sebuah pisau hampir mengiris tuntas pergelangan tanganku. Siapa yang sekejam itu? Mereka. Mereka memaksaku untuk mengakhiri segalanya. Aku sudah pasrah saat itu. Gak kuat dengan hujaman kebencian yang terus-terus mereka berikan. Aku tak pernah ingin dipertemukan atau diperlakukan sekejam itu dengan mereka. Namu, Tuhan mengtakdirkan kebencian dalam hidupku.

Lalu buat apa aku hidup? Buat dihujam dengan kata-kata kasar dan cacian menyakitkan di seluruh akun sosial mediaku? Semua itu terjadi hanya karena mama. Mama dulu seorang bintang yang merusak sendiri sinarnya, karena sebuah cinta terlarang. Terus, apakah itu juga salahku?

Jika Tuhan memberikanku kesempatan untuk memilih, maka aku tak akan mau menjadi anaknya. Sayangnya, hidup bukan pilihan, hidup sebuah kewajiban. Namun, saat kuputuskan mengambil pisau dapur untuk mengakhir semuanya. Aku benar-benar jatuh, aku bisa gila jika setiap membuka media sosial, hanya kata-kata kasar dari mereka yang kutemukan.

Sejak itu, mama memaksa untuk menutup seluruh kegiatan dunia mayaku. Aku merasa bukan remaja sepenuhnya, sepi tanpa komunikasi.

****

 Nah, teman-teman. Melalui cerita singkat di atas. Gacil ingin memberikan gambaran betapa bahayanya jari-jari kita. Jika kita tak pernah mengedukasinya. Lihatlah Tiara, mungkin ia hanya satu dari jutaan korban, yang melenyapkan kehidupannya karena jari-jari yang tak pernah diedukasi. 

Ia remaja yang tumbuh dan butuh sosialisasi, mungkin salah satunya dengan dunia maya. Namun, itu tak ia dapatkan hanya karena egoisnya jari-jari kita, tanpa berdosa menulis kata-kata kasar di postingan si dia atau si ini. Padahal, kita tidak tau bagaimana kejadian yang sebenarnya.

Sumber google.com

Meskipun ia bersalah dan pantas dihujat. Selayaknya kita, memandang dari sudut kemanusian merasakan dari hati nurani. Walau sekedar kata-kata dampaknya luar biasa, bisa jadi merenggut satu jiwa. Tidak percaya? 

Langsung aja kita simak beberapa kasus-kasus Cyberbullying atau kejahatan di media sosial yang menewaskan puluhan jiwa, terkhususnya di kalangan remaja. Dikutip melalui https://www.liputan6.com sedikitnya ada enam kasus Cyberbullying yang terkenal dan terjadinya bunuh diri. 

Misalnya saja seperti kisah Megan Taylor Meier Perempuan yang tinggal di  Missouri, Amerika Serikat, mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri atau gantung diri, beberapa minggu sebelum hari ulang tahunnya. Setelah diselidiki, polisi menemukan bukti bahwa Megan stres setelah mengalami cyberbullying lewat social media oleh temannya.

Hal ini seharusnya menjadi perhatian kita dalam bersikap, apalagi berkomentar dan memposting sebuah status di media sosial. Pastikan tidak akan menjatuhkan mental orang lain. Jika dalam kehidupan, mulut adalah harimaumu. Maka dalam bermedia sosial, jari bisa menjadi petaka dan bencana. 

Menurut student.cnnindonesia.com ada beberapa faktor yang menyebabkan Cyberbullying, di antaranya : Perasaan kesal, ikut-ikutan, karakter bawaan atau terpancing dengan hoax.

Seriusnya kasus ini, kita harus menyikapinya dengan serius, jangan sampai kita menjadi salah satu pelaku Cyberbullying itu sendiri. Stop berkomentar yang tidak jelas, membuat postingan yang menyakitkan perasaan orang lain atau saling mengolok-olok di kolom komentar yang ramai dibanjiri kata-kata kasar. 

Singkirkan hal tidak penting itu, manfaatkan jari-jemari kita untuk hal yang positif. Bisa dengan menulis? Menjadi Digital Literasi? Menjadi Blogger? Pembisnis Online? Youtubers yang mengcreat konten positif? Semua lebih bermanfaat daripada komentar tidak jelas.

Sumber google.com

Tulisan sederhana ini sengaja ditulis untuk mengikuti kompetisi dari @siberkreasi salah satu rangkaian Literasi Digital menuju Netizen Fair 2018. Bantu aku menjadi perwakilan kota Medan untuk bisa mengikuti kegiatan dari @keminfo. 


Sumber Instagram @siberkreasi



           

Reading Time:

@way2themes