Cerpen Moving On - Lifestyle Blogger Medan dan Food Blogger Medan

Kamis, 23 April 2015

Cerpen Moving On


Morgan terus memaksa ku untuk mengikuti kontes bernyanyi dengan lagu ciptaan sendiri yang di pajang di mading sekolah. 

"Ayoo... Ael, kamu harus ikutan harus..." Ujar Morgan memaksa. 

"Tidak ah, aku tidak mau suara ku cempreng tau!" Tolakku.

"Kalau kamu mau ikutan aku janji apa pun yang kamu mau aku penuhin," tawar Morgan. 

"Ah aku tidak percaya," godaku.

"Kalau kamu tidak percaya buktikan saja sendiri," Morgan menggodaku balik sembari mengedipkan sebelah matanya yang sipit.


Morgan teman paling bawel tapi dia baik dan perhatian kami bersahabatan sudah lama. Ia selalu saja memaksa ku untuk melakukan hal yang ia mau dengan cara cerdiknya ia mampu membuatku mengangguk iya. Kedekatan kami di isi dengan pengalaman senang dan sedih, pernah dulu pertengkaran besar antara kami dia memakiku begitu kasar sempat aku membencinya tetapi hal itu tidak berjalan lama malah kini aku merasa aku memiliki rasa padanya biar lab ku tahan saja. Selain Morgan aku memiliki dua teman yaitu Haruka dan Angel mereka teman baikku di bangku SMA.


"Kompetisinya tiga minggu lagi, lagu apa yang harus ku ciptakan? Ahh Morgan membuat ku pusing ini semua ulahnya," ujarku di depan laptop menyalahkan Morgan.


Sebait lagu belum dapat ku goreskan di kertas yang sedari tadi hanya ku coret tak jelas. Fikiran ku malah tidak fokus ketika melihat foto aku dan Morgan saat liburan semester lalu. Betapa indahnya senyum itu ia selalu membuatku tertawa dan tersenyum saat kesedihan datang. Ketika itu aku baru mengingat minggu depan adalah ulang tahunnya sebuah kado harus ku siapkan dengan special.


Hari ini beberapa bahan telah ada di tangan sambil mencari inspirasi tentang lagu yang akan ku nyanyikan di kompetisi aku merajut benang demi benang agar menjadi sebuah shall yang hangat saat di pakai. Buat siapa shall ini? Tentu buat orang yang special di hatiku saat in.

"Hemmm semoga Morgan menyukainya," gumaku tersenyum sambil merajut shall yang akan segera jadi.


Hari demi hari telah terlampaui hari ini tepat hari specialnya, namun dimana Morgan? Beberapa hari ini aku tak melihatnya dan jarang bercanda dengannya atau sekedar minum di kantin sekolah. Apa aku yang terlalu sibuk? Aku telah mengintari seluruh area sekolah namun dimana Morgan? Aku berdirik sejenak memikirkan kemana perginya pria itu hingga aku teringat tempat favoritenya. Ya, di taman sekolah tempat biasa ia membaca buku atau mendengarkan musik di bawah pohon.


"Angel, aku mencintaimu..." teriak seorang pria kepada seorang wanita yang hendak pergi di sudut sana.

Aku menatap Pria dan Wanita itu betapa terkejutnya saat kata-kata itu terdengar di telinga ku? Taukah bentuk sebuah es batu yang kokoh lalu pecah karna sebuah batu? Itu lah yang ku rasakan saat ini senyum bahagia ku sirna berubah menjadi tetesan air mata dan raut wajah yang sedih. Pria itu ya pria itu Morgan aku tak akan salah dan wanita itu Angel sahabatku sendiri? Terasa sesak di dalam hati ku ketika Morgan memeluk Angel begitu erat sementara aku? Mematung menatap kisah romantis mereka. Betapa bodohnya aku baru menyadari Morgan yang beberapa minggu ini menghilang karna ia pendekatam dengan shabatku itu.

"Morgan," ucapku pelan.

Morgan dan Angel menatap ku yang menangis karna mereka aku tak kuat menahan rasa sakit itu aku beranjak pergi dari hadapan mereka. Sejak kejadian itu jiwa ku terasa hilang separuh dan tidak ada kehidupan lagi di dalamnya aku mengurung diri di dalam kamar hingga Haruka mampu membuat ku kembali dari ke pedihan itu.

"Aelke, lihat aku. Lihat, apakah sahabat mu ini pernah mengajarkanmu untuk bersedih terlalu lama? Bukan kah kamu yang mengajarkan ku untuk tegar? Ketika kita terjatuh memang tidak mudah untuk kembali bangkit tapi jika kita mau berusaha bangkit perlahan kita pasti bisa kalau memang kita tidak mau berusaha kita tidak akan pernah bangkit," Haruka membuatku menangis dan memeluknya.

Aku sadar aku tidak boleh terus bersedih hingga hari ini kompetisi itu harus ku taklukan aku haru memenangkan kompetisi ini dan menaggih janji yang pernah Morgan ucapkan. Semua mata memandangku, rasa grogi saat itu ada namun jika kita mau berusaha untuk melawannya pasti kita bisa.

"Lagu ini ku ciptakan karna seseorang yang membuatku terjatuh namun aku sadar ini bukan salahnya dan aku yakin semua orang yang terjatuh akan kembali bangkit jika mereka ingin berusaha bangkit," ujarku sebelum menyanyikan lagu ciptaanku sendiri. 



Aku sendiri.. menggenggam hati.. bersama sepiSatu hari nantiAku langkahkan kaki.. berjalan lagi
I'll be over youI'll be crying for your happinessAnd i~ I am gonna start to moveI am gonna start to moveMoving on, Moving on, Moving onMoving on, Moving on, Moving on
Gonna start to moveI am gonna start to moveMoving on, Moving on, Moving onMoving on, Moving on, Moving on
Aku yakin nantiAkan datangnya pagiAku tersenyum lagi
I'll be over youI'll crying for your happinessAnd i~ I am gonna start to moveI am gonna start to moveMoving on, Moving on, Moving onMoving on, Moving on, Moving on
I am gonna start to moveI am gonna start to moveMoving on, Moving on, Moving onMoving on, Moving on, Moving on-(I am gonna start to moveI am gonna start to moveMoving on, Moving on, Moving onMoving on, Moving on, Moving on) x3
Someday you see meWalking down behindWith another girl

 Aku memenangkan kompetinsi ini dan terlihat seorang pria berdiri tersenyum di sana Aelke menghampiri pria itu yang tak lain adalah Morgan pria yang kini membuat hatinya lemah. Namun, Aku bersikap biasa seperti tidak ada kejadian dan Aku pastikan Morgan tidak mengetahui hal itu karna Aku telah berpesan pada Haruka untuk tidak membocorkan hal yang di alami Aelke.
"Hey, Selamat ya Aelke.." Ucap Morgan tersenyum manis.
"Terimakasih Gan."
"Oh ya kamu mau apa?" tanya Morgan untuk memenuhi janjinya.
"Aku mau kamu pakai ini di saat kamu kedinginan dan sedih," Ucapku mengalungkan shall berwarna merah di lehernya.

 Sejak itu aku berangkat ke Jepang untuk melanjutkan study dan meninggalkan kesedihan yang ku alami di Indonesia.


#Ceritagadiskecil



Cerpen By Venny Eriska
Twitter : @ItsVennyy

Tidak ada komentar:

@way2themes